Halo, Sobat Gensoed!

Selamat datang di bulan Agustus! Semoga bulan yang baru ini membawa banyak hal baik untuk Sobat Gensoed semua.

Akhir pekan rasanya kurang lengkap tanpa update berita terbaru. Tenang saja, Weekly Report siap menemani dengan rangkuman berbagai isu, kabar, dan peristiwa yang menjadi sorotan selama sepekan terakhir.

Yuk, simak beritanya bersama-sama!


Aksi Unjuk Rasa di Jakarta: Dua Lokasi Menjadi Pusat Perhatian Massa

(Sumber: megapolitan.kompas.com)

Ibu kota kembali diwarnai aksi unjuk rasa pada hari Rabu (29/07). Dua kelompok massa dari kalangan mahasiswa dijadwalkan menggelar demonstrasi di dua titik berbeda di kawasan Jakarta Pusat sehingga pihak kepolisian pun menyiapkan pengamanan berlapis untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.

Wah, memangnya di mana saja lokasi aksi unjuk rasa tersebut digelar, Min?

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Humas Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, titik aksi pertama berlokasi di kawasan Gambir, tepatnya di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat. Aksi ini diikuti oleh Kelompok Cipayung Plus Jakarta Selatan yang terdiri atas sejumlah organisasi mahasiswa, di antaranya Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Islam kubu Diponegoro (HMI DIPO), Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI), bersama beberapa elemen massa lainnya. Sementara itu, titik aksi kedua berlangsung di depan Kantor Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (OJK RI) dan digelar oleh kelompok yang menamakan diri Forum Mahasiswa Hukum Progresif.

Lalu, kira-kira pukul berapa aksi tersebut dimulai?

Aksi pertama di kawasan Gambir direncanakan mulai digelar sekitar pukul 10.00 WIB. Sementara itu, aksi kedua di depan Kantor OJK RI dijadwalkan berlangsung pada pukul 13.00 WIB sehingga kedua aksi ini diperkirakan berlangsung secara bergantian sepanjang hari di wilayah Jakarta Pusat.

Terakhir, nih, Min. Adakah pengamanan khusus untuk kedua aksi ini?

Tentu ada, Sob! Pihak kepolisian menyiagakan sebanyak 750 personel gabungan dari Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) untuk mengamankan jalannya kedua aksi tersebut. Selain itu, rekayasa lalu lintas juga akan diberlakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan serta jumlah massa yang hadir sehingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi diimbau mencari rute alternatif.

Menyampaikan pendapat di muka umum memang menjadi hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi. Namun, jangan lupa untuk tetap mengedepankan ketertiban dan selalu waspada, ya, Sob!


Tribun Kejurnas Drift di Banyumas Ambruk, Evaluasi Standar Keselamatan Dilakukan

(Sumber: kumparan.com)

Kabar duka datang dari dunia otomotif Tanah Air. Tribun Very Important Person (VIP) pada gelaran Speed Fest #2, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di kompleks Gelanggang Olahraga (GOR) Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, dilaporkan ambruk pada hari Minggu (26/07). Insiden yang terjadi tepat saat sesi penutupan acara ini menyisakan duka sekaligus pertanyaan besar mengenai standar keselamatan penyelenggaraan event olahraga otomotif di Indonesia.

Duh, ngeri banget, Min! Sebenarnya apa, sih, yang menjadi pemicu ambruknya tribun ini?

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas, insiden ini diduga dipicu oleh selebrasi sejumlah drifter yang melempar kaus ke arah tribun VIP. Aksi tersebut membuat penonton berebut merchandise sehingga terjadi desak-desakan dan pergeseran posisi secara berulang. Kondisi ini membuat beban pada tribun non permanen berbahan rangka besi tersebut menjadi tidak merata hingga akhirnya bergoyang dan roboh. Meski begitu, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti insiden ini masih terus diselidiki serta belum bersifat final.

Waduh, kira-kira ada berapa banyak korban akibat insiden ini, Min?

Tercatat sebanyak 90 orang mengalami luka-luka akibat insiden ini, mulai dari luka ringan, pingsan, hingga patah tulang. Salah satu korban bahkan diketahui merupakan seorang ibu hamil dengan usia kandungan delapan bulan, meski kondisi ibu dan janin dipastikan aman. Proses evakuasi turut melibatkan puluhan unit ambulans untuk membawa para korban ke sejumlah rumah sakit di sekitar Purwokerto serta Sokaraja, termasuk Rumah Sakit (RS) Elisabeth Purwokerto.

Lalu, bagaimana tindak lanjut dari pihak berwenang mengenai kasus ini, Min?

Polresta Banyumas kini telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi yang terdiri atas penyelenggara kegiatan hingga petugas keamanan, mulai dari steward, kru tribun, event organizer, penanggung jawab kegiatan, hingga pemimpin jalannya pertandingan. Pemeriksaan ini dilakukan guna mengungkap penyebab pasti sekaligus pihak yang bertanggung jawab atas ambruknya tribun. Di sisi lain, pihak penyelenggara juga menyatakan komitmennya untuk menanggung seluruh biaya pengobatan para korban sambil terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam proses pemulihan.

Insiden ini jadi pengingat penting bahwa keselamatan penonton harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan event. Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi ke depannya, ya, Sob! 


Unsoed Perkuat Publikasi Ilmiah melalui Peresmian Jurnal Terintegrasi dan Buku Saku PBJ

(Sumber: unsoed.ac.id)

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi meluncurkan Jurnal Unsoed Terintegrasi beserta Buku Saku Pedoman Pengadaan Barang/Jasa (PBJ). Peluncuran tersebut dilakukan dalam Rapat Koordinasi Pimpinan yang digelar di Gedung Justisia 3 Fakultas Hukum pada hari Jumat (24/07). Langkah ini menjadi bagian dari upaya Unsoed untuk memperkuat tata kelola akademik sekaligus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, lho

Memangnya peluncuran ini penting, Min? 

Tentu! Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa publikasi ilmiah menjadi pintu gerbang pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus penguat rekognisi akademik. Oleh karena itu, Unsoed mendorong pengelolaan jurnal yang lebih terintegrasi melalui penguatan sistem, migrasi platform, dan kolaborasi antarpengelola. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si., menekankan pentingnya peningkatan akreditasi jurnal agar seluruh jurnal Unsoed mampu mencapai minimal peringkat Science and Technology Index (Sinta) 4.

Lalu, apa lagi yang dihadirkan? 

Tidak hanya berfokus pada publikasi ilmiah, Tetapi Unsoed juga menghadirkan Buku Saku PBJ sebagai panduan praktis pengadaan barang dan jasa yang efektif, akuntabel, serta efisien. Melalui dua inovasi ini, Unsoed berharap mampu memperkuat tata kelola universitas, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta memperluas jejaring kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.

Keren, ya, Sob! Unsoed terus berinovasi demi kampus yang makin unggul.


Penulis: Angely Puspita Sari & Fitriana Oktavia