Weekly Report #22

22 August 2026 Oleh Media Kreatif dan Aplikatif 4 menit baca

Halo, Sobat Gensoed!

Pada pekan ketiga di bulan Agustus ini, banyak banget hal-hal yang terjadi. Jujur, Mimin sampai bingung ambil berita yang mana karena banyak yang harus dibahas! 

Akan tetapi, jangan khawatir, Sob. Weekly Report edisi kali ini tetap hadir menemani akhir pekan Sobat Gensoed semua. Langsung saja disimak, yuk!


Gempa Susulan Terus Melanda NTT Mengakibatkan Kerusakan Parah hingga Korban Jiwa

(Sumber: detik.news.com)

Kabar duka datang dari saudara kita di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada hari Sabtu (15/08) pukul 04.58 WIB gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer (KM). Menurut hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur, atau sekitar 30 KM arah timur laut Nagekeo, NTT. Oleh karena itu, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan sebelum akhirnya resmi mengakhirinya pada pukul 07.30 WIB. 

Sudah sejak seminggu yang lalu ya, Min? Sekarang bagaimana kondisi terbarunya?

Hingga saat ini, gempa susulan masih muncul menggempur tanah NTT, Sob. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa susulan yang terjadi sebanyak 5.012 kali dengan magnitudo 1,1–6,2. Bahkan, per hari Sabtu (22/08) BNPB juga mencatat jumlah korban meninggal di NTT bertambah menjadi 87 orang dan 1.298 orang mengalami luka-luka.

Lalu bagaimana penanganan dari pemerintah, Min?

Pemerintah terus menyalurkan distribusi logistik mencapai 954 ton melalui 68 penerbangan. Fokus penyaluran diarahkan ke Bandara Labuan Bajo dan Maumere, kemudian diteruskan ke posko-posko kabupaten serta pengiriman langsung dengan helikopter ke wilayah terpencil seperti Pulau Palu’e. Selain itu, kapal bantuan rumah sakit Kapal Republik Indonesia (KRI) Dr. Soeharso 990 milik Tentara Negara Indonesia (TNI) Angkatan Laut telah bersandar di Pelabuhan Reo untuk mendukung penanganan medis, terutama untuk pasien luka berat yang membutuhkan operasi. 

Belum berhenti sampai di situ, Sob. Banyak relawan dan bantuan materi yang datang membantu penanganan bencana gempa di NTT ini. Walaupun belum bisa membantu secara langsung, Sobat Gensoed juga bisa berkontribusi dimulai dari untaian doa. Mari kita doakan bersama semoga situasi segera membaik sehingga korban dapat segera pulih dari kondisi prihatin.


Ribuan Titik Panas Picu Karhutla di Kalimantan: Asap Pekat Selimuti Sejumlah Wilayah

(Sumber: news.detik.com)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Kalimantan. Kondisi tersebut memicu munculnya kabut asap yang mulai dirasakan masyarakat. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada (20/08), terdapat 1.106 titik panas di Kalimantan, dengan konsentrasi terbesar berada di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Waduh, mengapa karhutla bisa meningkat seperti ini, Min?

BMKG menjelaskan bahwa kondisi kering yang dipengaruhi fenomena El Niño turut meningkatkan risiko karhutla. El Niño diperkirakan bertahan hingga awal 2027 dan berpotensi membuat musim kemarau lebih kering. Risiko kebakaran sendiri diprediksi meningkat sejak Juli dan mencapai puncaknya pada Agustus–September 2026, terutama di wilayah rawan seperti Kalimantan.

Lalu, bagaimana kondisi warga yang terdampak kabut asap?

Kabut asap akibat karhutla mulai mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut juga berdampak pada jarak pandang serta kualitas udara. Masyarakat pun perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat paparan asap.

Apa yang dilakukan untuk mengatasi karhutla ini, Min?

Pemerintah terus melakukan penanganan melalui pemantauan titik panas, pengerahan personel, pembasahan lahan, hingga upaya modifikasi cuaca di wilayah prioritas. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran api sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Karhutla masih menjadi perhatian, Sob. Semoga kondisinya segera membaik, ya! 


Mahasiswa Suarakan 8 Tuntutan dalam Aksi “Merebut Kemerdekaan” di Bundaran HI

(Sumber: megapolitan.kompas.com)

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada hari Selasa (18/08). Aksi tersebut membawa sejumlah isu yang dinilai menjadi perhatian mahasiswa, mulai dari persoalan ekonomi hingga kondisi demokrasi dan ruang sipil.

Apa saja tuntutan yang dibawa dalam aksi tersebut, Min?

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan, di antaranya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), reforma agraria, penurunan harga kebutuhan pokok serta BBM, evaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN), hingga penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Lalu, apa lagi yang menjadi tuntutan mahasiswa?

Tuntutan lainnya mencakup pengembalian otonomi daerah, penetapan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores sekaligus percepatan pemulihannya. Mahasiswa juga menyampaikan tuntutan terkait penghentian represivitas dan intervensi Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di ruang sipil, termasuk pembubaran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan.

Bagaimana respons pemerintah terhadap tuntutan tersebut, Min? 

Pemerintah menyatakan telah menerima aspirasi mahasiswa sebagai bagian dari kontrol dalam negara demokrasi. Berbagai masukan akan dikaji dan dievaluasi, sementara pemerintah tetap memprioritaskan persoalan kesejahteraan, infrastruktur, serta kebutuhan masyarakat.


Penulis: Fitriana Oktavia dan Maya Widya Hapsari

PENULIS / KONTRIBUTOR

Media Kreatif dan Aplikatif

Diterbitkan pada 22 August 2026