Halo, Sobat Gensoed!

Setelah melewati hari-hari yang padat belakangan ini, tidak terasa waktu berjalan sangat cepat, ya. Mulai dari kabar terbaru di kampus, isu di wilayah Banyumas, hingga berita nasional, semuanya disajikan di sini supaya Sobat tetap update di tengah waktu santai. Siapa tahu ada kabar menarik yang Sobat lewatkan. 

Yuk, langsung kita simak bersama!


Unsoed Tingkatkan Wawasan Internasional Mahasiswa melalui Eurasia Lecture Series 2026

(Sumber: unsoed.ac.id)

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali memperkuat upaya internasionalisasi kampus melalui penyelenggaraan Eurasia Lecture Series 2026. Program yang berada di bawah supervisi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed ini menghadirkan ruang diskusi akademik bersama narasumber dari berbagai negara di Asia serta Australia.

Bagaimana rangkaian kegiatan program ini berlangsung, Min?

Kegiatan yang berlangsung sejak Februari hingga Juni 2026 ini mengangkat tema “Strengthening Cultural Diversity & Sustainable Development in Asian Community”. Program ini terselenggara melalui kerja sama dengan Eurasia Foundation (from Asia), Jepang, dan diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Unsoed. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti 15 sesi pembelajaran yang membahas berbagai isu global, mulai dari budaya, pendidikan, kesehatan, teknologi, lingkungan, hingga pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia.

Wah, ternyata materinya beragam ya, Min?

Betul banget, Sobat! Rangkaian Eurasia Lecture Series ini menghadirkan pembahasan multidisiplin seperti Sustainable Development Goals (SDGs), komunikasi lintas budaya, ekonomi kesehatan, demokrasi, pengelolaan sampah plastik lintas negara, serta peluang kerja internasional di Jepang.

Lalu, apa manfaat kegiatan ini bagi mahasiswa?

Ketua LPPM Unsoed, Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., IPU., ASEAN. Eng., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat atmosfer akademik internasional sekaligus meningkatkan kompetensi global mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari berbagai bidang ilmu, tetapi juga diajak memahami persoalan global melalui sudut pandang budaya dan akademik yang lebih luas.

Bagaimana tanggapan mahasiswa terhadap program yang telah berjalan?

Antusiasme peserta terlihat melalui keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Banyak mahasiswa mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui diskusi bersama narasumber internasional. Kegiatan ini juga dinilai mampu memperluas wawasan lintas budaya serta memotivasi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan baik akademik maupun profesional. Sampai saat ini, sepuluh sesi telah terlaksana dan lima sesi lainnya dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan Juni 2026.

Keren banget ya, Sobat! Semoga kegiatan seperti ini dapat terus membuka peluang mahasiswa Unsoed untuk berkembang dan bersaing di tingkat internasional.


Liga 4 Hadir di Purwokerto! Gor Satria jadi Arena Babak 64 Besar

(Sumber: radarbanyumas.co.id)

GOR Satria Purwokerto dipastikan menjadi salah satu arena pertandingan babak 64 besar Liga 4 Piala Presiden 2026. Stadion kebanggaan masyarakat Banyumas tersebut nantinya akan digunakan sebagai markas Grup C selama kompetisi berlangsung.

Mengapa GOR Satria terpilih menjadi arena pertandingan?

Penetapan GOR Satria sebagai venue dilakukan setelah proses drawing babak 64 besar Liga 4 yang disiarkan melalui kanal YouTube Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) TV. Sebelum ditetapkan, stadion tersebut juga telah melewati tahapan verifikasi dan validasi dari PSSI Pusat.

Apa saja yang diperiksa saat proses verifikasi, Min?

Kepala Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Eko Purwanto, menjelaskan bahwa pengecekan meliputi berbagai aspek stadion, seperti kondisi rumput lapangan, akses penonton hingga fasilitas pertandingan.

Apakah terdapat kendala saat proses verifikasi?

Menurut Eko, salah satu evaluasi utama berada pada ukuran gawang di sisi utara stadion yang memiliki perbedaan tinggi. Namun, pihak pengelola telah melakukan penyesuaian agar stadion memenuhi standar pertandingan resmi. Selain itu, seluruh catatan dari tim verifikasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) juga disebut sudah diperbaiki dan disesuaikan.

Siapa saja yang akan bertanding di Grup C?

Grup C akan diisi oleh Balikpapan Football Club (FC), 757 Kepri Jaya FC, Panua Gobar FC (GFC), dan Cimahi United. Kehadiran Liga 4 di Purwokerto diharapkan dapat meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola sekaligus menunjukkan kesiapan Banyumas menjadi tuan rumah ajang nasional.

Wow, seru banget ya, Sobat! Semoga Liga 4 nanti berjalan lancar dan menghadirkan pertandingan seru yang semakin memeriahkan atmosfer sepak bola di Banyumas.


Jaksa Tuntut 18 Tahun Penjara untuk Nadiem Makarim, Mengapa?

(Sumber: kompas.com)

Kabar mengejutkan datang dari kancah hukum Nasional. Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, dituntut hukuman 18 tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (13/5/2026). Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai Nadiem terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook periode 2020–2022. Tidak tanggung-tanggung, ia juga dituntut membayar denda Rp1 miliar serta uang pengganti senilai total sekitar Rp5,68 triliun.

​Wah, angka tuntutannya besar sekali ya, Sob. Memangnya apa alasan di balik tuntutan seberat itu?

​Berdasarkan tuntutan jaksa, dugaan korupsi di bidang pendidikan ini dinilai menguntungkan pribadi dan menghambat kualitas pemerataan pendidikan anak-anak di Indonesia. Jaksa menyoroti adanya peningkatan harta kekayaan terdakwa sebesar Rp4,87 triliun yang dianggap tidak seimbang dengan penghasilan sahnya, serta menyebabkan kerugian negara mencapai Rp1,56 triliun. Perbuatan tersebut diduga dilakukan bersama beberapa pihak eksternal juga internal kementerian, dengan satu-satunya hal meringankan, yaitu status terdakwa yang belum pernah dihukum sebelumnya.

​Lalu, bagaimana tanggapan dari Nadiem sendiri setelah mendengar tuntutan tersebut?

​Usai persidangan, Nadiem meluapkan kekecewaannya dan menganggap tuntutan tersebut sama sekali tidak masuk akal karena terasa jauh lebih berat dibanding pelaku kasus pembunuhan atau terorisme. Ia mengaku sangat sakit hati dengan tuntutan uang pengganti triliunan rupiah yang tidak dimilikinya, padahal ia sudah mengabdikan diri selama hampir sepuluh tahun untuk negara. Kendati merasa patah hati dengan proses hukum ini, Nadiem menegaskan tidak menyesal pernah bergabung di pemerintahan demi masa depan Indonesia dan berharap sistem peradilan bisa berjalan lebih terbuka.

​Nah, perkembangan kasus ini tentunya menjadi perhatian besar bagi kita semua, ya. Tetap kawal jalannya persidangan agar sistem hukum di Indonesia dapat berjalan dengan transparan dan seadil-adilnya, Sobat!


Penulis: Angely Puspita Sari & Febriane Prasella