Hai Hai, Sobat Gensoed! Bagaimana nih kabar kalian di bulan Oktober ini?

Lagi UTS Min

Waduh! siapa nih yang Ulangan Tengah Semester (UTS) nya belum selesai atau jangan-jangan UTSnya udah selesai cuma tinggal self reward? Kebetulan banget Mimin kembali hadir dengan konten yang insightfull cocok buat menemani waktu luang kalian, nih

Medkraf BEM Unsoed secara eksklusif menyajikan Nulispedia sebagai ajang berbagi kepada Sobat Gensoed semua tentang bahasa Indonesia dan tata bahasanya. Sudah siap belajar bersama? Yuk, kita simak pembahasannya~

Siapa yang masih ingat dengan Nulispedia edisi sebelumnya tentang imbuhan? Nah, pada edisi kali ini kita akan mempelajari materi baru tentang partikel lah, -kah, dan pun. Sudah siap menerima ilmu baru? Oke let’s go

Sebelum masuk ke materi, kira-kira partikel itu apa sih?

Kata partikel biasa disebut sebagai kata tugas. Kata partikel juga biasanya tidak dapat diinfleksikan (perubahan bentuk kata), mengandung makna gramatikal dan tidak mengandung makna leksikal. Singkatnya, kelompok kata yang tergolong sebagai kata partikel adalah kata yang tidak bisa berdiri sendiri. Beberapa kata yang termasuk kata partikel, yaitu ada -lah,-kah, dan pun.

Aturan pertama partikel “-lah” dan “-kah” 

Partikel -lah dan -kah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Jadi, Sobat Gensoed jika ingin menulis kedua kata partikel tersebut tidak perlu dipisahkan dengan spasi maupun tanda hubung sesudah kata yang mendahuluinya.

Contoh partikel “-lah”:

Pergilah

Baiklah 

Buatlah

Jawablah

Datanglah

Contoh partikel “-kah”:

Apakah

Disanakah

Akankah

Manakah

Aturan kedua partikel “pun”

Berbeda dengan partikel -lah, penulisan partikel pun terdapat dua aturan, yaitu dipisah dengan kata yang mendahuluinya dan tidak dipisah. Partikel pun yang ditulis serangkai/tidak dipisah merupakan bentuk kata penghubung. Partikel pun biasanya digunakan untuk menegaskan makna kata yang dirinya, memberikan makna yang berlawanan, atau menunjukkan sesuatu sedang dimulai.

Kata pertikel “pun” dipisah jika ditulis setelah kata benda, kata sifat, kata kerja, dan kata bilangan

Contohnya:

a) Tidak mendapatkan permen, coklat pun tidak masalah

b) Jika kita tidak jadi ke pantai, sekedar jajan di pasar malam pun aku tetap ikut

Kata partikel “pun” ditulis serangkai/tidak pisah jika sudah membentuk kata yang memiliki makna dan baku

Contohnya:

a) Meskipun hujan deras, dia pun tetap pergi ke sekolah

b) Walaupun lelah, dia masih menyelesaikan tugasnya

Nah, setelah tahu aturan penulisan partikel di atas, apakah penulisan Sobat Gensoed sudah benar? Kalau masih ada yang salah, Sobat Gensoed sudah tahu dong letak kesalahannya di mana? Hmmm menarik bukan materi edisi kali ini! Kira-kira Nulispedia edisi selanjutnya akan membahas tentang apa ya? Stay tuned, Sobat!


Penulis : Khazimatul Karimah