Halo, Sobat Gensoed! Bagaimana liburannya? Tidak terasa kita sudah memasuki bulan Agustus, ya. Yuk, bangun semangat untuk menyambut semester baru! Supaya semangat, Weekly Report kembali hadir menemani akhir pekan Sobat, nih. Langsung saja kita simak bersama~


Terdampak Gempa dari Rusia: BMKG Cabut Status Peringatan Dini Tsunami di Indonesia

(Sumber: kompas.com)

Pada hari Rabu (30/07) gempa bumi sebesar magnitudo (M) 8,7 mengguncang Semenanjung Kamchatka Timur Jauh Rusia pukul 06.24 WIB. Nah, Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi ini merupakan jenis dangkal dengan mekanisme naik (thrust fault) akibat aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench). 

Gempa dahsyat ini sempat memicu tsunami di beberapa wilayah sekitar Rusia, lho! Mulai dari Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, Guam, hingga Indonesia. Oleh sebab itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami di daerah timur Indonesia.

Waduh, mengerikan banget, Min

Sejak peringatan dini tsunami di Indonesia disampaikan, BMKG mencatat hingga per pukul 08.30 WIB, terdapat 7 gempa susulan dengan gempa terbesar mencapai M 6,9 dan terkecilnya M 5,4. BMKG langsung menghimbau masyarakat pesisir di sepuluh wilayah, meliputi Talaud, Gorontalo, Halmahera Utara, Manokwari, Rajaampat, Biaknumfor, Supiori, Sorong bagian utara, Jayapura, serta Sarmi untuk menjauhi area dekat pantai. 

Masih dengan status waspada, BMKG mencatat 13 wilayah mengalami tsunami minor akibat gempa Rusia. Beruntungnya, tinggi tsunami tersebut tidak lebih dari 0,5 meter sehingga tidak ada kerusakan fatal yang ditimbulkan.

Sampai kapan status waspada ini berlangsung, Min?

Di hari yang sama, peringatan dini tsunami di Indonesia dinyatakan telah berakhir pukul 22.42 WIB, Sobat. BMKG menyampaikan bahwa seluruh catatan tsunami atau marigram di Indonesia sudah mengecil, energi yang dihasilkan oleh gempa bumi ini juga sudah berkurang. Meskipun begitu, Mimin harap Sobat selalu waspada dan menyiapkan persediaan siap siaga, ya!


Setelah Resmi Dilantik, IMI Banyumas Periode 2025-2030 Agendakan Aspal GOR Satria

(Sumber: beritabalap.com)

Kepengurusan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Banyumas periode 2025-2030 resmi dilantik pada Senin (28/07) di pendopo Si Panji, Purwokerto. Kerennya, kepengurusan baru yang dipimpin oleh Subagyo, S.Pd, M.Si. sebagai ketua umum, mengagendakan pengaspalan GOR Satria yang sudah melahirkan banyak atlet roda dua dan roda empat di kancah nasional hingga Asia.

Jadi penasaran, siapa saja, sih, atletnya?

Mulai dari Azevedo Ardani, Reza Hanum, hingga sang juara Asia kebanggaan Banyumas, Wahyu Aji Trilaksana. Menariknya, di dalam kepengurusan IMI Banyumas periode ini juga turut melibatkan atlet senior Banyumas, seperti Iwan Bawor, Wawan Bawor, Arma Yoga, Adrian Septianto hingga Rico Tegar Wibowo sang ketua harian. Termasuk beberapa tokoh otomotif senior hingga pejabat penting yang mengisi kepengurusan IMI Banyumas periode 2025-2030, seperti sang ketua umum IMI Banyumas yang baru saja dilantik oleh Dedi Satria Budiman, Ketua Harian Pengurus Provinsi (Pengprov) IMI Jawa Tengah dan disaksikan langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono yang juga ternyata menjabat sebagai ketua DPRD Banyumas periode 2024–2029.

‎”Dengan potensi yang sudah ada di Banyumas dan sinergitas pejabat daerah di dalamnya, saya optimis jika IMI Banyumas bisa lebih berkembang lagi. Target terdekat kami adalah pengaspalan ulang area GOR Satria agar bisa dimaksimalkan untuk kegiatan otomotif roda dua dan roda empat. Kita targetkan bulan September tahun ini sudah beres karena Banyumas juga akan segera berpartisipasi di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2026,” ucap Subagyo dalam sambutannya.


Akui adanya Kekerasan Seksual, Dekan FISIP Unsoed Nyatakan Dukungan terkait Pemecatan Guru Besar

(Sumber: tribunnews.com)

Ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (FISIP Unsoed) melakukan aksi solidaritas pada Senin (28/07) untuk mendesak sikap tegas dari fakultas terkait adanya dugaan tindakan kekerasan seksual.

Setelah adanya perdebatan antara mahasiswa aksi dengan pihak fakultas, akhirnya Dekan FISIP, Prof. Slamet Riyadi menyetujui untuk menandatangani surat pernyataan yang dibuat oleh mahasiswa FISIP dan menyatakan dukungan sanksi bagi guru besar terduga pelaku kekerasan seksual. 

Apa isi surat pernyataan tersebut, Min?

Surat pernyataan yang dibuat oleh mahasiswa aksi memuat pernyataan tegas bahwa FISIP Unsoed mengecam keras tindakan kekerasan seksual, mengakui adanya pelanggaran berat oleh salah satu dosen terhadap mahasiswi, dan menyatakan dukungan atas pencabutan seluruh hak akademik serta pengeluaran terduga pelaku dari kampus secara permanen. Pernyataan ini juga menegaskan komitmen fakultas dalam menciptakan ruang akademik yang aman, bermartabat, serta mendukung proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.


Penulis: Imam Malik Sudira & Maya Widya Hapsari