Halo, Sobat Gensoed!

Familiar dengan istilah “My mine guwah” atau “Nobar bareng”? Hmm … kalau di tongkrongan, sih, enggak masalah pakai kalimat-kalimat boros seperti itu. Akan tetapi, hati-hati saja jadi kebiasaan dalam kepenulisan, Sob! 

Medkraf BEM Unsoed secara eksklusif menghadirkan Nulispedia untuk berbagi ilmu kepada Sobat Gensoed semua. Sudah siap belajar bersama? Yuk, kita simak pembahasannya~

Jika sudah familiar dengan fenomena pemborosan kata dalam percakapan sehari-hari, kurang afdol kalau Sobat belum mengenal definisi dan fungsi dari si pemborosan kata alias pleonasme.

Hah, pleonasme itu apa, Min?

Pleonasme adalah majas atau gaya bahasa yang mempergunakan kata-kata lebih banyak daripada yang diperlukan untuk menyampaikan sebuah gagasan. Lalu, suatu acuan dapat dikatakan pleonasme apabila kata yang berlebihan itu dihilangkan, arti pada kata atau kalimat tersebut tetap utuh. Nah, biasanya pemborosan kata ini digunakan untuk mempertegas pesan penutur, tetapi penggunaan majas ini akan membuat kalimat menjadi tidak efektif dan bertele-tele bahkan menimbulkan kebingungan. 

Bentuk-bentuk pleonasme itu seperti apa saja, sih?

a. Penggunaan dua kata sinonim secara bersamaan

Contoh: 

Kalian wajib harus tahu makanan di sini! ❌

Kalian wajib tahu makanan di sini! ✔️

Kalian harus tahu makanan di sini!  ✔️

b. Bentuk jamak yang dinyatakan dua kali

Contoh: 

Para netizen-netizen yang budiman harap tenang. ❌

Para netizen yang budiman harap tenang. ✔️

Netizen-netizen yang budiman harap tenang. ✔️

c. Menambah keterangan kata/unsur yang sudah jelas maknanya

Contoh:

“Aku coba recall ulang, ya.” ujar Gani sekenanya. ❌

“Aku coba ingatkan ulang, ya.” ujar Gani sekenanya. ✔️

“Aku coba recall, ya.” ujar Gani sekenanya. ✔️

d. Pengulangan unsur pada singkatan/akronim

Contoh: 

Ririn hadir di acara bukber bersama teman sekelasnya. ❌

Ririn hadir di acara buka bersama teman sekelasnya. ✔️

e. Pengulangan keterangan kata umum pada unsur kata khususnya

Contoh:

Halaman rumah Via dihiasi dengan berbagai jenis bunga, seperti bunga mawar, bunga melati, bunga anggrek, dan masih banyak lagi. ❌

Halaman rumah Via dihiasi dengan berbagai jenis bunga, seperti mawar, melati, anggrek, dan masih banyak lagi. ✔️

Nah, sekarang sudah paham, kan, Sob? Ibarat hemat pangkal kaya, kalimat hemat juga anti-sia-sia~ Yuk, kurangi penggunaan kata yang berlebihan baik dalam percakapan maupun penulisan supaya pesan yang kita sampaikan mudah dipahami. 

Sampai jumpa di Nulispedia selanjutnya, Sobat!


Penulis: Maya Widya Hapsari