Halo, Sobat Gensoed!
Pernah enggak, sih, Sobat sedang mengerjakan tugas atau tulisan ilmiah, lalu bingung, “Ini sumbernya ditulis gimana, ya?” Tenang saja, Sob, hal-hal seperti ini memang sering bikin kita ragu saat menulis, ya.
Kementerian Media Kreatif dan Aplikatif (Medkraf) BEM Unsoed secara eksklusif menghadirkan Nulispedia untuk berbagi ilmu kepada Sobat Gensoed semua. Sudah siap belajar bersama? Yuk, kita simak pembahasannya~
Kutipan, sitasi, dan daftar pustaka itu sebenarnya sama atau berbeda, sih? Kalau Sobat masih sering tertukar, sini Mimin bantu jelasin!
Kutipan adalah pengambilan informasi atau gagasan dari sumber lain untuk digunakan dalam tulisan. Kutipan dapat dibedakan menjadi dua, nih, Sob!
1. Kutipan langsung
Mengambil pernyataan dari sumber sama persis seperti aslinya.
“Menulis merupakan kegiatan menuangkan gagasan ke dalam bentuk tulisan” (Nama, 2025, hlm. 10).
2. Kutipan tidak langsung
Menyampaikan kembali gagasan dari sumber lain dengan kalimat sendiri, tanpa mengubah maknanya.
Menulis merupakan kegiatan untuk menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan (Nama, 2025).
Lalu, apa bedanya dengan sitasi?
Jika kutipan adalah gagasan atau pernyataan yang kita ambil, sitasi adalah penanda sumber yang dicantumkan dalam tulisan.
Contohnya:
Penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik (Sari, 2024).
Nah, (Sari, 2024) itulah sitasinya, Sob!
Sobat juga perlu tahu yang terakhir ini, nih!
Daftar pustaka merupakan kumpulan sumber yang digunakan dalam tulisan dan dicantumkan di bagian akhir. Penulisannya juga punya aturan, lho, Sob!
Formatnya bergantung pada gaya sitasi yang digunakan, misalnya:
- American Psychological Association (APA) Style: Banyak digunakan dalam pendidikan dan ilmu sosial.
- Modern Language Association (MLA) Style: Umum digunakan dalam bahasa, sastra, dan humaniora.
- Chicago Style: Banyak digunakan dalam sejarah dan humaniora.
- Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) Style: Sering digunakan dalam bidang teknik dan teknologi.
Selain itu, formatnya juga menyesuaikan jenis sumbernya, seperti buku, jurnal, atau website.
Jadi, sebelum membuat daftar pustaka, pastikan dulu gaya sitasi yang diminta dosen atau digunakan dalam tulisanmu, ya!
Nah, Sobat tahu tidak? Ketiganya saling berkaitan dan penting untuk menghargai sumber serta menghindari plagiarisme. Sobat sekarang sudah paham, kan, perbedaan kutipan, sitasi, dan daftar pustaka? Jangan sampai tertukar lagi, ya!
Sampai jumpa di Nulispedia edisi selanjutnya!
Penulis: Fitriana Oktavia