Halo, Sobat Gensoed!
Apa yang terlintas di benak Sobat jika mendengar istilah tanda kurung? Pasti hanya berbentuk (…), ya? Padahal, dalam kaidah bahasa Indonesia, tanda kurung itu tidak hanya satu jenis, lho, Sob! Ada beberapa jenis tanda kurung yang punya aturan penggunaan berbeda. Kalau asal pakai, makna tulisan bisa berubah dan membingungkan pembaca.
Kementerian Media Kreatif dan Aplikatif (Medkraf) BEM Unsoed secara eksklusif menghadirkan Nulispedia untuk berbagi ilmu kepada Sobat Gensoed semua. Sudah siap belajar bersama? Yuk, kita simak pembahasannya~
Tanda kurung bukan sekadar pelengkap tulisan. Keberadaannya membantu pembaca memahami penjelasan, informasi tambahan, dan simbol tertentu. Yuk, langsung berkenalan dengan ragam tanda kurung berikut ini agar tidak tertukar lagi!
1. Tanda Kurung (…)
Nah, ini dia jenis tanda kurung yang paling sering Sobat temui. Tanda kurung memiliki beberapa fungsi utama, yaitu:
● Untuk Penjelasan Tambahan
Contoh: Seminar tersebut akan menghadirkan alumni berprestasi (lulusan terbaik tahun 2021) sebagai pembicara.
● Untuk Singkatan atau Kepanjangan
Contoh: Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (BEM Unsoed) mengadakan pelatihan kepenulisan.
● Untuk Nomor, Huruf, atau Perincian
Contoh:
Persiapkan hal berikut:
(1) Kartu peserta
(2) Alat tulis
(3) Identitas diri
2. Tanda Kurung Siku […]
Tanda kurung siku lebih sering digunakan dalam kutipan, Sob. Biasanya, tanda kurung siku muncul dalam penulisan ilmiah, penyuntingan naskah, atau kutipan.
● Untuk Menandai Bagian yang Diperbaiki dalam Kutipan
Digunakan apabila terdapat kesalahan penulisan pada kutipan asli, kemudian penulis memberikan perbaikan atau penjelasan.
Contoh: Sang atlet berlari sangat kencang menuju garis [a]khir. (Huruf a ditambahkan karena naskah asli kurang).
● Untuk Kurung Bertingkat
Mengapit keterangan di dalam kalimat penjelas yang sudah berada di dalam tanda kurung.
Contoh: Persamaan kedua metode itu (perbedaannya dibicarakan di Bab II [lihat halaman 35]) akan dibahas pada bab berikutnya.
3. Tanda Kurung Kurawal {…}
Kalau Sobat sering menemukan tanda kurung kurawal di pelajaran matematika atau pemrograman, itu tandanya Sobat tidak salah lihat! Tanda kurung kurawal memang sering digunakan di pelajaran Matematika materi Himpunan ataupun untuk kode blok pemrograman.
● Dalam Matematika
Contoh: Himpunan bilangan genap kurang dari 10 adalah {2, 4, 6, 8}.
Sobat tahu enggak, sih? Sering kali kita masih salah menggunakan tanda kurung hanya karena ingin membuat tulisan terlihat lebih menarik. Misalnya:
❌ Seluruh peserta (WAJIB) mengikuti sesi pengarahan sebelum acara dimulai.
Jika kata WAJIB menjadi penekanan utama, penggunaan tanda kurung jadi kurang tepat karena informasi tersebut bukanlah keterangan tambahan.
Lalu, bagaimana penggunaan yang benar, Min?
Gunakan tanda kurung jika memang berfungsi sebagai penjelas, singkatan, atau informasi tambahan.
✔️ Seluruh peserta wajib mengikuti sesi pengarahan (briefing) sebelum acara dimulai.
Ingat ya, Sob! Jangan gunakan tanda kurung hanya untuk membuat suatu kata tampak menonjol. Gunakan sesuai fungsinya agar tulisan tetap efektif dan sesuai kaidah kepenulisan.
Sini Mimin bisikin rangkumannya supaya Sobat mudah mengingatnya!
- Tanda Kurung (…): Untuk keterangan tambahan, singkatan, dan penomoran.
- Tanda Kurung Siku […]: Untuk penjelasan, penyuntingan dalam kutipan, dan kurung bertingkat.
- Tanda Kurung Kurawal {…}: Untuk himpunan dalam matematika dan blok kode dalam pemrograman.
Bagaimana, nih, Sob? Sekarang sudah tahu, dong, tanda kurung itu ternyata ada banyak jenisnya. Yuk, mulai gunakan setiap jenis tanda kurung sesuai dengan fungsinya agar tulisan Sobat makin rapi, jelas, dan sesuai dengan kepenulisan!
Sampai jumpa di Nulispedia edisi selanjutnya!
Penulis: Hafshoh Sirin