Category: Press Release

Diskusi Online: Darurat Demokrasi Kampus Itu Nyata

Posted: 5 Agustus 2020
Comments: 0


Pemaparan materi oleh Kirana Anjani dari Lokataru Foundation.
(Sumber: Kementerian Kajian dan Aksi Strategis)




BEM Unsoed - Kementerian Kajian dan Aksi Strategis BEM Unsoed mengadakan diskusi online dengan tema “Darurat Demokrasi Kampus Itu Nyata“. Diskusi ini dilaksanakan secara online melalui Google Meet pada Kamis (30/7) pukul 19.30-22.00 WIB.





Diskusi ini diselenggarakan sebagai upaya edukasi terhadap berbagai kasus tindakan anti demokrasi yang terjadi di beberapa kampus. Kasus yang terbaru adalah ketika kawan-kawan mahasiwa di Universitas Nasional mendapat SK DO dan skorsing hanya karena mereka menyelenggarakan aksi. Selain itu, diskusi ini juga dapat menjadi ruang dialektis mahasiswa untuk mengasah nalar kritisnya.





Diskusi online kali ini mengundang empat pembicara yang berasal dari kalangan akademisi, peneliti, dan praktisi yang kompeten di bidangnya, diantaranya:





  1. Kirana Anjani (Lokataru Foundation)
  2. Dr. Robertus Robet (Dosen FIS UNJ),
  3. Jenny Sirait (LBH Jakarta)
  4. Manunggal K Wardaya, S.H., LLM (Dosen FH Unsoed)








Diskusi dibuka oleh moderator Bagus Hadikusuma, Staff Kastrat BEM Unsoed, dan dilanjutkan pemaparan oleh masing-masing narasumber. Dalam sesi diskusi ini, Kirana Anjani dari Lokataro Foundation mengungkapkan bahwa darurat demokrasi tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa. Riset Lokataru sebelumnya mengungkapkan bahwa
peneliti dan dosen juga mengalami hal tersebut melalui pembatasan metode pembelajaran, topik penelitian, biaya penelitian, dan topik bahasan tertentu.





Dr. Robertus Robet juga mengungkapkan, "Secara alamiah memang mahasiswa selalu mendapatkan tekanan-tekanan dari rezim manapun yang sedang berkuasa, namun semua itu tidak perlu membuat mahasiswa ciut karena sejarah
membuktikan bahwa mahasiswa masih bisa memberikan impact yang besar dalam perubahan politik di Indonesia. Mahasiswa dipresepsikan sebagai orang yang dapat meneruskan masa depan dengan menggerakkan perubahan."





Pembicara selanjutnya, Jenny Sirait dari LBH Jakarta membahas mengenai mahasiswa, kampus, dan demokrasi. "Gerakan mahasiswa sudah menjadi tonggak perubahan atau perguliran rezim. Kekuatan besar itu berangkat dari kampus," ujarnya.





Student movement atau pergerakan mahasiswa dibahas oleh Dosen FH Unsoed, Manunggal K. Wardaya. Beliau mengungkapkan bahwa pihak kampus harus merespon secara cepat tuntutan mahasiswa mengenai keringanan biaya
perkuliahan di masa pandemi saat ini. Mungkin dalam hukum, mahasiswa terikat perjanjian dengan pihak kampus mengenai ketentuan pembayaran biaya perkuliahan, namun diatas hukum terdapat moral dimana logika saat pandemi seperti ini semua elemen terdampak ekonominya sehingga sangat dimaklumi jika mahasiswa meminta keringanan biaya perkuliahan.





Notulensi lengkap pada diskusi online Darurat Demokrasi Kampus ini dapat diakses selengkapnya pada: bit.ly/NotulensiDaruratDemokrasiKampus





Setelah semua narasumber menyampaikan materinya, selanjutnya dibuka sesi tanya jawab untuk peserta diskusi. Diskusi berjalan dengan lancar dan interaktif. Baik peserta dan pembicara sangat antusias dengan bahasan diskusi ini.










Penulis: Dzaki Azhar





Editor: Chrisdian Provita Bella


Tags: , ,

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.