Category: Press Release

DISKON : Nasib Mahasiswa dan Buruh Dibawah Bayang-Bayang Kebijakan Pemerintah

Posted: 2 Mei 2020
Comments: 0






Purwokerto, BEM Unsoed - Bertepatan dengan peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional, Aliansi Bem se-Unsoed mengadakan diskusi secara online melalui Google Meet dengan tema "Refleksi Hari Buruh : Nasib Mahasiswa dan Buruh Dibawah Bayang-Bayang Kebijakan Pemerintah". Agenda diskusi diadakan pada Senin (01/05) pukul 16.00-17.30 WIB. Diskusi yang dimoderatori oleh Firmanda Danang dari BEM KBMIK Unsoed ini mengundang tiga pembicara dari berbagai kalangan.





Pembicara pertama, Bowo Sugiarto, yang merupakan dosen Ilmu Politik Unsoed menerangkan tentang kolerasi buruh dengan mahasiswa. Bowo menerangkan bahwa mahasiswa sudah seharusnya berjuang dengan buruh, karena sebernanya mahasiswa itu sedang memperjuakan diri sendiri. “Hal ini didasari dengan banyaknya mahasiswa yang menjadi buruh,” tambahnya.





Berlanjut pada pembicara kedua, Muhammad Fajar A.H., selaku Korsu Ekonomi dan Ketenagakerjaan BEM SI yang menjelaskan nasib lapangan pekerjaan bagi mahasiswa di tengah pandemi COVID-19 dan dibawah bayang-bayang RUU Ciptakerja.  Menurutnya, saat ini melamar pekerjaan akan sulit karena pandemi COVID-19 berdampak besar bagi ekonomi. Ini tentu berpotensi menambah angka pengangguran di Indonesia.





“Bahkan menurut Menteri Keuangan, Indonesia akan mengalami defisit yang diperkirakan [berlangsung] hingga 2022. Namun ditengah keadaan seperti ini DPR tetap melanjutkan pembahasan RUU Ciptakerja yang dikenal kontroversial,” ungkap Fajar.





Rahmat Maulana Sidik selaku pembicara ketiga, yang juga merupakan Koordinator Advokasi Indonesia for Global Justice membahas mengenai dampak dan permasalahan ekonomi yang ditimbulkan COVID-19. "Pandemi COVID-19 mengakibatkan krisis multidimensi, termasuk krisis ekonomi yang  berdampak pada menurunnya GDP seluruh negara. Pandemi ini pula yang kemudian mempercepat revolusi industri 4.0, ditandai dengan banyaknya pekerja yang diwajibkan memakai aplikasi tertentu untuk melakukan pekerjaanya secara online," tutup Rahmat.





Melalui diskusi ini, harapannya dapat menambah sudut pandang dalam melihat permasalahan mengenai hak buruh yang semakin tergerus, PHK, berkurangnya lapangan pekerjaan, serta RUU Ciptakerja yang kontroversial.










Penulis : Dzaki Azhar





Editor : Chrisdian Provita Bella


Tags: , , ,

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.