Category: Press Release

Serikat Masyarakat Bergerak Banyumas Gelar Diskusi Online Bersama YLBHI

Posted: 25 April 2020
Comments: 0






Purwokerto, BEM Unsoed -Aliansi Semarak (Serikat Masyarakat Bergerak) yang merupakan aliansi masyarakat Banyumas Raya yang menolak RUU Omnibus Law, kemarin menggelar diskusi bersama YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia) secara online di tengah wabah COVID-19. Agenda ini diselengarakan pada dua waktu berbeda, yaitu pada Senin (10/04) dan Selasa (11/04) pukul 15.30. Agenda diskusi disiarkan secara live melalui akun Instagram BEM Unsoed dan YLBHI.





Diskusi pertama diadakan mengangkat tema "Kebijakan Pemerintah Menerapkan PSBB Bukan Karantina Wilayah" yang diisi langsung oleh ketua YLBHI, Asfinawati sebagai narasumber dan Ahmed dari FMN (Front Mahasiswa Nasional) sebagai moderator. Kebijakan PSBB yang diambil dirasa kurang tepat karena jika diterapkan, maka tidak ada tanggungjawab dari pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rakyatnya.





“Seharusnya [keputusan yang diambil] harus kita dengar juga dari praktisi kesehatan masyarakat, bukan ekonomi. Ini menarik karena ada tarik-menarik mengenai menyelamatkan nyawa seseorang tapi dengan tidak menjamin kebutuhan orang tersebut,” ujar Asfinawati.





Keesokan harinya pada jam yang sama, diskusi kedua digelar dengan tema "DPR Tetap Melanjutkan RUU Bemasalah di Tengah Wabah Covid-19". Diskusi kedua diisi oleh Muhamad Isnur, advokasi YLBHI sebagai narasumber, dan Afdhal Yuriz dari BEM Unsoed sebagai moderator. Muhammad Isnur mengungkapkan, bahwa pada masa pandemi seperti ini seharusnya DPR mengoptimalkan tanggap darurat untuk melindungi kesehatan dan nyawa rakyat.





“DPR ini seharusnya berfungsi controlling, budgeting, dan fokus membahas pengamatan dan penanganan pandemi. Ini secara resmi belum dengar apa kontrol DPR ke pemerintah dan apa evaluasinya. Fungsi budgeting, kita ambil contoh misalnya realokasi anggaran untuk fokus penanganan COVID-19. Tapi nyatanya, DPR ini malah ngotot bahas RUU bermasalah nan kontroversial termasuk Omnibus Law,” tambah Muhammad Isnur.





Kegiatan diskusi kali ini bertujuan untuk  menambah wawasan kita tentang kebijakan PSBB dan RUU bermasalah. Harapannya, wabah COVID-19 ini tidak menurukan semangat kita untuk terus bergerak mengawasi pemerintah dan  mengagalkan RUU Omnibus Law.





Hidup mahasiswa!





Hidup rakyat Indonesia!










Penulis : Dzaki Azhar





Editor : Chrisdian Provita Bella


Tags: , , , ,

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.