Halo, Sobat Gensoed!

Sudah tahu belum, Sob? Judul itu seperti ‘pintu utama’ yang menentukan seseorang akan mampir untuk baca tulisan kita atau enggak, lho. Akan tetapi, kenapa, ya, kita masih sering bingung ketika menentukan sebuah judul? Apakah menggunakan kalimat formal atau nonformal? Harus kapital apa huruf kecil? Jawabannya tergantung jenis karya yang akan Sobat buat!

Kementerian Media Kreatif dan Aplikatif (Medkraf) BEM Unsoed secara eksklusif menghadirkan Nulispedia untuk berbagi ilmu kepada Sobat Gensoed semua. Sudah siap belajar bersama? Yuk, kita simak pembahasannya~

Maksud dari pemilihan judul sesuai jenis karya yang kita buat, bagaimana, sih? Jadi, setiap karya memiliki identitasnya masing-masing, guna menentukan bagaimana karya tersebut diterima oleh pembacanya. Penasaran enggak, sih, apa saja jenis-jenis judul yang ada di dalam sebuah tulisan? Simak baik-baik, ya, Sob! 

  1. Judul Karya Ilmiah

Judul karya ilmiah harus lugas, jelas, spesifik, dan menggambarkan variabel atau topik yang diteliti tanpa menggunakan bahasa kiasan. Aturan penulisannya Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), yaitu:

  1. Setiap awal kata harus ditulis huruf kapital (title case) kecuali kata penghubung, seperti dan, ke, dari, untuk, pada, sebagai.
  2. Istilah asing atau nama ilmiah ditulis dengan huruf miring (italic).
  3. Tanpa tanda baca akhir, seperti titik (.).
  4. Penulisan kata depan di dipisah. 

Contoh benar:

“Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Urin Sapi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens) di Desa Sumbang”

 Contoh salah:

“Pengaruh pemberian pupuk organik cair urin sapi terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens) di desa sumbang” 

  1. Judul Puisi

Judul puisi cenderung singkat, puitis, abstrak, dan mengandalkan kekuatan metafora untuk memicu imajinasi pembaca. Karakteristiknya yaitu,

  1. Respentatif (langsung)
  2. Metaforis/simbolis adalah menggunakan perumpamaan yang bermakna tersirat
  3. Menggunakan keterangan waktu
  4. Judul berupa potongan kalimat puitis untuk membangun narasi awal

Contoh benar:

“Sketsa Sunyi di Teras Nenek”

Contoh salah:

“Catatan Harianku Saat Aku Duduk Sendiri Menunggu Hujan Reda Depan Teras Rumah Nenek” 

  1. Judul Cerita Fiksi (Novel/Roman) 

Judul cerita fiksi dibuat untuk menggugah rasa ingin tahu (intriguing), mencerminkan konflik utama, atau mengambil nama karakter penting. Memiliki karakteristik yaitu,

  1. Menggunakan nama karakter utama
  2. Menggunakan nama tempat
  3. Metafora/simbolik yaitu, menggunakan kiasan puitis yang melambangkan konflik di dalam cerita
  4. Kontradiksi/unik yaitu, menggabungkan dua kata yang bertolak belakang untuk memicu rasa ingin tahu 

Contoh benar:

“Mengejar Pagi di Nadi Jakarta”

Contoh salah:

“Kisah Perjuangan Anak Desa Miskin yang Pergi ke Jakarta untuk Kuliah Lalu Sukses Menjadi CEO Perusahaan”

  1. Judul Artikel/Esai Populer 

Judul artikel atau esai dibuat persuasif, menarik perhatian (catchy), dan terkadang berupa pertanyaan untuk memicu pemikiran pembaca. Gaya judulnya yaitu,

  1. Gaya edukatif atau panduan (how to)
  2. Gaya berbasis angka
  3. Gaya provokatif/sebuah pertanyaan
  4. Gaya klikbait yang sehat (curiosity gap)

Contoh benar:

“Sering Ngantuk Setelah Makan Nasi? Waspadai 5 Gejala Ini”

Contoh salah:

“Jangan Makan Nasi Lagi! Bahayanya Bisa Langsung Membunuhmu dalam Semalam!”

Selain itu, ada juga beberapa syarat dalam pembuatan judul, yaitu tidak bertele-tele, menarik, tidak bermakna ganda, dan menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Bagaimana, nih, Sob? Sudah teratasi, kan, rasa bingungnya? Jadi, jangan asal-asalan lagi dalam pembuatan judul, ya!

Sampai jumpa di Nulispedia edisi selanjutnya!


Penulis: Aulia Intan Maharani & Fitriana Oktavia

PENULIS / KONTRIBUTOR

Media Kreatif dan Aplikatif

Diterbitkan pada 12 October 2026