Category: Press Release

Surat Cinta Mahasiswa Telah Sampai ke Rektorat

Posted: 20 April 2020
Comments: 0






Purwokerto, BEM Unsoed ㅡ 10 April 2020 lalu BEM Unsoed membuat petisi Surat Cinta Mahasiswa yang mendesak Rektorat terkait realokasi UKT untuk kuota internet, keringanan UKT bagi mahasiswa yang perekonomiannya terdampak oleh COVID-19 dan mahasiswa akhir yang kelulusannya terhambat, serta evaluasi perkuliahan dalam jaringan.
Sampai tanggal 17 April 2020, petisi tersebut telah ditandatagani sebanyak 974 mahasiswa.





Melalui Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM Unsoed 2020, hasil petisi online tersebut dihimpun dalam dokumen “RILIS HASIL PETISI ONLINE #CoronaUnsoedKemana: Realokasi UKT Untuk SEMUA MAHASISWA!”. Dokumen tersebut telah diserahkan langsung oleh Presiden BEM Unsoed 2020, Lugas Ichtiar, kepada pihak Rektorat Unsoed hari ini (20/04).





Adanya petisi Surat Cinta Mahasiswa merupakan wadah bagi mahasiswa Unsoed untuk menyalurkan aspirasi dan menuntut keadilan pihak kampus untuk memberikan hak yang sama. Salah satunya adalah kebijakan subsidi kuota, yang dinilai masih kurang tepat karena pemberlakuan kuliah dalam jaringan dirasakan oleh semua mahasiswa, sehingga kebijakan tersebut juga sudah seharusnya didistribusikan secara merata.






Banyak dari mahasiswa yang turut memberikan komentar pada laman petisi tersebut, salah satunya adalah pengguna dengan nama akun Galuh Fajardini. “Saya susah payah bayar UKT semester ini dan akhirnya telat bayar, tapi karena COVID-19 semuanya berubah. Saya ingin transparansi UKT dan subsidi untuk semua golongan mahasiswa, karena kami semua tidak menikmati fasilitas kampus selama kuliah online ini,” tulisnya.





Lebih lanjut, Wisnu Ludhi dari Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa mengatakan, "Banyak mahasiswa yang mengadu di sosial media milik Adkesma, terutama tentang surat edaran rektor terkait pemberian subsidi kuota. Contohya, ada mahasiswa yang tidak mendapat subsidi karena dia merupakan mahasiswa UKT golongan 2 ke atas tetapi sebetulnya dia lebih membutuhkan bantuan tersebut. Tetapi rektorat seakan menutup mata dan hanya melihat mahasiswa yang mampu atau tidak berdasarkam kluster golongan UKT saja.”





Selain subsidi kuota, aspirasi mahasiswa lainnya juga dihimpun oleh Kementerian Adkesma dan melahirkan empat standing point berikut:
1. Melaksanakan penuh himbauan Kemendikbud (Ditjen Dikti) yang tertuang dalam Surat Edaran No. 302/E.E2/KR/2020.
1. 2. Merealokasikan dana UKT ataupun pos anggaran lain untuk memberikan bantuan kuota internet sebagai penunjang perkuliahan daring, serta bantuan logistik dan kesehatan bagi Mahasiswa yang masih tertahan di sekitaran Kampus.
1. 3. Memberikan pembebasan atau keringanan UKT disemester depan bagi Mahasiswa yang perekonimian keluarganya terdampak oleh wabah. COVID-19 dan Mahasiswa semester akhir yang terhambat skripsi ataupun kelulusannya.
1. 4. Melakukan evaluasi perkuliahan daring yang outputnya berupa penerbitan SOP atau petunjuk pelaksanakan yang didalamnya termasuk mengatur beban tugas atau kuis yang tidak membebani Mahasiswa secara berlebihan.





Dokumen lengkap hasil petisi online ini bisa diakses di bit.ly/HasilSuratCintaMahasiswa





Setelah hasil petisi ini diberikan kepada pihak Rektorat, besar harapan kami agar pihak rektorat bersedia menggelar audiensi dan berdialog bersama kawan-kawan mahasiswa.
Terima kasih kepada seluruh mahasiswa Unsoed yang telah berpartisipasi, mari kita kawal terus tindaklanjutnya agar  kebijakan yang dibuat lebih tepat bagi semua!










Penulis : Dzaki Azhar
Editor : Chrisdian Provita Bella


Tags: , ,

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.