Halo, Sobat Gensoed! Bagaimana kabarnya? Semoga kalian selalu semangat dalam perkuliahan, ya Sobat! Seperti biasa, setiap weekend Mimin membawakan berita-berita terhangat nih untuk kalian. Yuk, langsung kita simak!

Selamat! Mahasiswa Berbakat Ini Raih Gelar Sarjana Tanpa Skripsi, Buktikan Kreativitasnya

(Sumber: Tribunjateng.com)

Wih, keren banget ya, Min ada mahasiswa yang lulus tanpa skripsi. Siapa tuh, Min?

Yap! Mahasiswa yang lulus tanpa melewati rangkaian skripsi ialah Intan Amalia Hasana, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Kak Intan berhasil meraih predikat mahasiswa pertama tanpa skripsi dikarenakan ia memiliki usaha yang bernama I.Project (Wedding and Engangement Package) merupakan bidang kreativitas yang dirintis Intan sejak tahun 2021.

Hmm, kok bisa ya kak Intan memiliki pemikiran untuk merintis usaha sedari belia?

Berawal dari angan-angan kak Intan untuk memiliki usaha, hingga berhasil pada tahap menjadi seorang founder, tentu bukanlah hal yang mudah ya, Sobat Gensoed. Kak Intan harus menjalani masa-masa sulitnya yakni tidak memiliki modal untuk merintis usaha. Namun, tekadnya yang kuat, membuat kak Intan mengumpulkan modal dengan menjadi beauty influencer di brand Oriflame. Setelah terkumpul, kak Intan mulai membangun bisnisnya dari modal pribadi.

Kira-kira, apa ya tanggapan dari kak Intan terkait dirinya yang menjadi mahasiswa pertama di Unsoed yang lulus tanpa skripsi?

Kak Intan mengatakan bahwa ini merupakan suatu kebanggaan dan merasa sangat terbantu dengan adanya program tugas akhir non-skripsi. “Saya benar-benar excited setiap mengikuti prosesnya. Saya dapat menyelesaikan laporan dengan cepat. Selain itu, saat seminar lebih percaya diri karena saya mempresentasikan usaha sendiri,” ujar Intan.


Virus Mpox Serang Kesehatan Masyarakat? Yuk, Kenali Cara Penularannya!

(Suber: Kompas.tv)

Iya! Sobat tidak salah baca kalau virus Mpox atau yang kerap dikenal dengan cacar monyet sudah menyerang kesehatan masyarakat Indonesia. Virus ini bahkan sudah menyerang sejak tahun 2022 hingga saat ini. Pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyatakan, sudah terdapat 88 kasus cacar monyet atau Mpox di Indonesia.

Wow, seram banget ya! Let’s go, Mimin spill cara-cara penyebarannya!

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa cacar monyet dapat menular melalui kontak langsung dan tidak langsung. Kontak langsung yang kerap menjadi budaya masyarakat Indonesia salah satunya adalah berjabat tangan. Hal tersebut memerlukan perhatian dan kewaspadaan yang cukup dari masyarakat Indonesia sendiri, seperti dengan siapa mereka berjabat tangan.

Penularan secara tidak langsung juga dapat terjadi melalui benda yang tercemar dari pasien Mpox, namun penularan tersebut membutuhkan kontak erat yang berlangsung cukup lama. Oleh karena itu, anggota keluarga yang tinggal satu rumah atau memiliki kontak erat dengan penderita akan memiliki resiko lebih besar untuk tertular.

Cacar monyet ini sudah ada obatnya belum, sih Min?

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menghimbau agar masyarakat tidak terlalu khawatir karena cacar monyet bisa diobati. Dilansir dari Kompas.tv, beliau mengatakan, “Kasus di Indonesia lebih banyak varian clade IIB, ini bisa diobati dan memiliki tingkat fatalitas yang kecil sekali, semua yang sakit di Indonesia bisa sembuh, jadi enggak usah khawatir. Apalagi sudah ada vaksinnya.” Oleh karena itu, Sobat harus jaga kesehatan dan lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan orang lain ya!


Keren! Tim PPKO Unsoed Sukses Hidupkan Kembali Warisan Budaya Banyumas!

(Sumber: TribunJateng.com)

Tahu enggak sih, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Universitas Jenderal Soedirman (PPKO Unsoed) berhasil mendirikan Desa Budaya di Kabupaten Banyumas, tepatnya di Desa Kaliori. Kabarnya desa tersebut memiliki potensi budaya yang kuat, namun kurang terangkat.

Hmm, kira-kira alasan apa ya yang mendasari berdirinya program ini?

Program ini berdiri untuk menjaga dan mengembangkan warisan kebudayaan yang kaya akan nilai sejarah dan tradisi. Melalui tujuan tersebut, Tim PPKO Unsoed menjalin kerja sama dengan masyarakat setempat untuk menggali dan memperkenalkan kembali kesenian, tradisi, dan kearifan lokal yang hampir terlupakan.

Salah satu mitra dari masyarakat yang berperan dalam program ini adalah Pemuda Teras Serayu. Pemuda Teras Serayu adalah sebuah komunitas yang berpusat di daerah aliran Sungai Serayu dan telah memainkan peran penting dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal.Dilansir dari TribunJateng.com, Ketua Tim PPKO Unsoed, Mazaya Amalia mengatakan bahwa program kerja yang diangkat berupa pelestarian Tarian Lengger dan Ketoprak Banyumas yang hampir hilang tergerus zaman. Pelestarian dilakukan dengan memberi pelatihan Ketoprak Banyumas dan Lengger kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD).

Eitss, ada yang lebih keren lagi, nih! Mau tahu enggak?

Oke Mimin kasih tahu ya, keberhasilan program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk diantaranya pemerintah daerah dan akademisi karena program ini dianggap sebagai langkah konkret dalam pelestarian budaya lokal di tengah gempuran modernisasi. Keren banget ya!


Penulis: Anindya Zahra dan Diva Tabriizka