Halo, Sobat Gensoed!

Akhirnya, masa liburan yang dinanti telah tiba! Selamat atas dedikasi dan kerja keras Sobat selama satu semester ini. Sebelum sepenuhnya menikmati liburan, Weekly Report hadir kembali dengan rangkuman berita pilihan supaya Sobat harus tetap up to date. Penasaran apa saja beritanya?

Yuk, langsung kita simak bersama! 


Lewat Mimbar Bebas, Aliansi BEM Banyumas Raya Kembali Gaungkan Aspirasi

(Sumber: Kementerian Media Kreatif dan Aplikatif)

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banyumas Raya kembali menggelar Aksi Mimbar Bebas pada hari Jumat (26/06) di Alun-alun Purwokerto. Menariknya, aksi ini tidak hanya diisi dengan orasi politik, tetapi juga menghadirkan pertunjukan musik, teatrikal, lapak baca gratis, hingga pembagian pakaian layak pakai sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

Wah, jadi bukan sekadar demonstrasi biasa, ya, Min?

Betul sekali! Konsep mimbar bebas sengaja dikemas lebih inklusif agar menjadi ruang penyampaian aspirasi sekaligus wadah interaksi dan ekspresi seni yang dapat dinikmati masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut terlibat dalam menyuarakan berbagai persoalan yang dirasakan bersama.

Lalu, apa saja aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut?

Dalam kesempatan tersebut, Aliansi BEM Banyumas Raya menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah. Tuntutan tersebut meliputi penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), penegakan supremasi sipil, perbaikan kondisi ekonomi nasional, hingga desakan agar Presiden serta Wakil Presiden mengundurkan diri.

Semoga aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang berpihak kepada rakyat, ya, Sob. 


Kronologi Penangkapan Taufik Hidayat: DPO Kawal Kasus Penyekapan Wanita Bandung di Majalaya

(Sumber: antaranews.com)

Pelarian Taufik Hidayat (TH), buronan yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang wanita berinisial YTR, akhirnya berakhir. Pada Selasa (23/6) malam, Polisi Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) mengonfirmasi bahwa tersangka berhasil ditangkap petugas di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung.

​Astaga! Bagaimana proses pengejaran tersangka hingga akhirnya tertangkap, Min?

​Proses pengejaran TH terbilang cukup sulit, Sob. Tersangka dikenal licik dan kerap berpindah-pindah tempat persembunyian. Polisi bahkan sempat hampir menggerebek pelaku beberapa hari sebelumnya, tetapi TH berhasil melarikan diri. Tingginya sorotan publik terhadap kasus ini juga sempat memicu kemunculan video hoaks di media sosial yang menarasikan bahwa pelaku sudah ditangkap sebelum polisi benar-benar membekuknya.

​Berdasarkan kabar yang beredar, terdapat sayembara bernilai ratusan juta rupiah juga ya, Min?

​Betul sekali, Sobat. Sebelum tersangka tertangkap, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, sempat menggelar sayembara dengan hadiah uang pribadi sebesar Rp250 juta bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi akurat terkait keberadaan TH. Setelah penangkapan ini, Dedi Mulyadi langsung menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jabar dan seluruh jajaran kepolisian yang telah bergerak cepat.

Memangnya awal mula kasus penyekapan ini bisa terungkap seperti apa, sih, Min?

​Kasus memilukan ini terungkap setelah keluarga korban menerima pesan WhatsApp dari orang tidak dikenal yang mengabarkan bahwa YTR berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena kecelakaan. Namun, saat didatangi, keluarga menemukan YTR dalam kondisi luka berat akibat penganiayaan. Korban ternyata telah hilang kontak sejak tahun 2023 setelah menjalin hubungan asmara dengan TH. Akibat penganiayaan berat tersebut, YTR harus menjalani operasi kepala dan kini menderita kebutaan. Atas perbuatannya, tersangka kini menghadapi proses hukum hingga dijerat dengan Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait penganiayaan berat.

​Semoga proses hukum berjalan dengan adil dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal ya, Sobat!


Wisuda Periode 161 Unsoed? 1.521 Lulusan Siap Menapaki Babak Baru! 

(Sumber: unsoed.ac.id)

Hayo~~~ Sobat tahu tidak?

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) baru saja mewisuda 1.521 lulusan dalam Wisuda Periode ke-161 yang berlangsung pada hari Rabu–Kamis (17–18/06) di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman. Dalam wisuda kali ini, terdapat kabar yang tidak kalah membanggakan, lho, Sob! Sebanyak 1.073 lulusan berhasil meraih predikat cumlaude, sehingga jumlah alumni Unsoed kini mencapai 130.012 orang yang tersebar di berbagai bidang dan profesi.

Wow, bangga sekali! Ada apa lagi dalam prosesi wisuda tersebut, Min?

Dalam sambutannya, Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan hasil dari ketekunan dan perjuangan selama menempuh pendidikan. Tidak hanya itu, beliau juga berpesan agar para lulusan senantiasa memiliki semangat pantang menyerah, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta tetap rendah hati dalam setiap langkah yang ditempuh setelah meninggalkan bangku kuliah.

Lalu, apa makna Wisuda Periode ke-161 ini? 

Bagi para lulusan, wisuda bukan sekadar seremoni penutup masa perkuliahan, melainkan awal dari perjalanan baru untuk mengabdikan ilmu, mengembangkan potensi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Bekal akademik serta pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Unsoed diharapkan menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati! Semoga setiap langkah yang ditempuh senantiasa dipenuhi keberkahan, kesuksesan, dan kemudahan dalam meraih cita-cita, ya!


Penulis: Angely Puspita Sari & Fitriana Oktavia