Halo, Sobat Gensoed! Di tengah kesibukan kuliah bulan ini bukan jadi alasan Sobat untuk ketinggalan berita terbaru, lho! Tenang-tenang, Mimin bakal selalu bisikin Sobat berita terbaru setiap minggunya. Yuk, langsung simak!


Mengenal Paket Stimulus Ekonomi 8+4+5, Jurus Baru Kejar Target Pertumbuhan

(Sumber: bbc.com)

Program ini mencakup 8 inisiatif utama, sebanyak 4 program yang diperpanjang ke 2026, dan 5 program khusus untuk penyerapan tenaga kerja. Nah, salah satu stimulus dalam 8 inisiatif utama adalah diskon 50% iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk pengemudi ojek online, ojek pangkalan, sopir, kurir, serta logistik.

Keren banget, selain itu ada bantuan yang lain enggak, Min?

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan bantuan pangan berupa 10 kg beras selama dua bulan terhadap 18,3 juta keluarga penerima manfaat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan melalui stimulus paket ekonomi ini, pemerintah mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% pada akhir 2025.

“Dengan adanya itu, harapannya belanja pemerintah bisa kita kawal terus. Ya, kita berharap target 5,2% kita bisa capai,” kata Airlangga, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (15/09).

Wah, memangnya pertumbuhan ekonomi saat ini bagaimana, Min?

Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12% pada kuartal II 2025, menunjukkan pemulihan setelah perlambatan ekonomi pada kuartal sebelumnya, yakni 4,87%. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan penggunaan anggaran untuk stimulus ekonomi ini dapat menggerakkan perekonomian tanpa memperlebar defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2025.

Kalau Pak Purbaya fokus dalam program bantuan seperti apa, Min?

Purbaya merujuk program bantuan pangan berupa beras 10 kg selama dua bulan, Oktober—November dengan anggaran paling jumbo. Kebijakan tersebut membutuhkan anggaran sebesar 7 triliun rupiah. Bagaimana menurut Sobat? Programnya sangat membantu bukan?


Jangan Lewatkan Banyumas Aesthetic Kota Lama 2025: Festival Pertunjukan Tradisional

(Sumber: banyumas.tribunnews)

Kota Lama Banyumas kembali menjadi pusat perhatian dengan digelarnya festival seni bertajuk Banyumas Aesthetic Kota Lama 2025 yang berlangsung pada Jumat (12/09)—Kamis (18/09). Festival ini diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB) dengan tujuan mengangkat dan melestarikan seni pertunjukan tradisional khas Banyumas sekaligus mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan Kota Lama. Kegiatan ini diharapkan dapat menghidupkan kembali suasana Kota Lama yang sarat nilai sejarah dan budaya.

Keren banget, ya! Budaya dan ekonomi lokal bisa berjalan beriringan.

Festival ini menghadirkan lima agenda utama yang digelar setiap akhir pekan. Pembukaan festival berlangsung di Jalan Mruyung dengan pertunjukan kerakyatan yang diadakan di depan kafe, menciptakan suasana yang akrab dan interaktif bagi pengunjung. Selanjutnya, pada Jumat (19/09) akan digelar pertunjukan wayang kulit berjudul Jaka Kaiman Krida yang dimainkan oleh dalang muda Ki Bima Setiaji di Bale Adipati Mrapat, Komplek Kantor Kecamatan Banyumas.

Nguri-uri Kabudayan Jawi, Mimin jadi enggak sabar, deh! Kalau Sobat gimana, nih?

Selain itu, festival juga menampilkan pagelaran ketoprak dan festival tari Capat Cipit yang akan digelar pada akhir pekan berikutnya. Penutupan festival diramaikan dengan drama tari Ebeg dan lomba batik kebaya serta batik kasual pada Minggu (28/09). Setiap agenda dirancang untuk menampilkan kekayaan seni tradisional sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk mereka.

Dengan konsep yang menggabungkan seni pertunjukan dan ekonomi kreatif, Banyumas Aesthetic Kota Lama 2025 diharapkan mampu menarik minat masyarakat luas dan wisatawan. Festival ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya serta pengembangan ekonomi lokal dapat berjalan beriringan demi kemajuan Kabupaten Banyumas. Gimana, nih, menurut Sobat? Apakah festival ini perlu lebih sering diadakan?


Munas Kafe Unsoed 2025 Ambil Strategis Majukan Almamater

(Sumber: rri.co.id)

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Kafe Unsoed 2025 sebagai forum strategis untuk memajukan almamater dan memperkuat jaringan mahasiswa serta alumni. Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi sivitas akademika Unsoed untuk berdiskusi dan merumuskan langkah-langkah inovatif dalam pengembangan kampus serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Gokil, sih, kalau menurut Mimin!

Munas Kafe Unsoed 2025 menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan alumni dalam mendukung berbagai program pengembangan akademik serta nonakademik. Diskusi intensif ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menciptakan sinergi yang kuat demi kemajuan kewirausahaan mahasiswa yang dapat berkontribusi pada kemajuan daerah serta nasional.

Super keren! Harapan yang baik dari semua pihak, tapi kira-kira apa tantangan terbesar yang dihadapi, ya?

Selain itu, Munas ini menjadi momentum untuk mempererat solidaritas antarsivitas akademika Unsoed. Dengan memperkuat jaringan dan komunikasi, diharapkan Unsoed dapat lebih adaptif dan progresif dalam menghadapi tantangan zaman serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui inovasi yang ada.

Wah! Peluangnya besar banget, ya! Sobat tertarik ikut berkontribusi enggak, nih?

Melalui Munas Kafe Unsoed 2025, universitas berharap dapat mencetak generasi penerus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan dan kepedulian sosial yang tinggi. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Unsoed menuju masa depan yang lebih gemilang.


Penulis: Angely Puspita Sari & Aura Iklasia Pasha R