Halo, Sobat Gensoed!
Babak Ujian Tengah Semester (UTS) akhirnya usai juga, nih. Wah, akhirnya kita bisa sedikit bernapas lega dan mengistirahatkan otak yang sudah bekerja keras selama berminggu-minggu ini.
Eits, tapi sebelum Sobat tenggelam terlalu dalam di kasur kesayangan, Mimin sudah menyiapkan rangkuman berita terkini yang menarik dan informatif nih, biar Sobat tetap update di tengah waktu santai. Yuk, langsung kita simak bersama!
Sambut UTBK 2026, Unsoed Matangkan Kesiapan Pengawas Melalui Sosialisasi

(Sumber: puskapik.com)
Ribuan pelajar dari seluruh penjuru Indonesia siap bersaing memperebutkan kursi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK–SNBT) tahun ini. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) selaku Pusat UTBK PTN 351 pun resmi menggelar ujian ini mulai tanggal 21 hingga 30 April 2026, dengan total 18.313 peserta yang terbagi dalam 18 sesi selama 10 hari.
Sematang apa persiapan Unsoed untuk menyambut ribuan peserta ini, Min?
Ternyata persiapannya matang sekali, lho, Sob. Pada Jumat, 17 April 2026, Unsoed menggelar sosialisasi khusus untuk para pengawas di Ruang Konferensi Fakultas Peternakan. Sebanyak 407 pengawas dan 61 Penanggung Jawab Lokasi (PJL) hadir untuk mendapatkan pembekalan teknis sesuai standar operasional dari panitia pusat. Kepala Bagian Akademik, Eko Sumanto, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah syarat mutlak sebelum pengawas terjun ke lapangan.
Untuk pelaksanaannya, Unsoed menyiapkan 21 ruang ujian yang tersebar di 11 lokasi di berbagai fakultas, yaitu Fakultas Peternakan, Fakultas Kedokteran, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Laboratorium Riset, Gedung D Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian, Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa, Laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Gedung D Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta Gedung Integrated Academic Building (IAB) Unsoed. Ujian berlangsung dua sesi per hari, sesi pertama pukul 08.30–10.30 WIB dan sesi kedua pukul 13.30–15.30 WIB. Unsoed juga memfasilitasi 6 orang peserta disabilitas secara khusus agar mereka bisa mengikuti ujian dengan nyaman dan optimal.
Lalu, aturan apa saja, sih, yang perlu diperhatikan oleh peserta?
Ada beberapa aturan penting yang wajib diperhatikan. Peserta wajib melihat lokasi ujian sehari sebelum pelaksanaan dan membawa kartu peserta UTBK 2026. Dokumen resmi berupa fotokopi ijazah yang dilegalisasi bagi lulusan 2024 dan 2025 atau surat keterangan kelas XII bagi lulusan 2026 juga harus disiapkan.
Perlu diingat juga bahwa UTBK hanya dapat diikuti satu kali dalam satu tahun, ya, Sobat. Hasilnya digunakan untuk seleksi masuk PTN jalur SNBT 2026. Di Unsoed sendiri, jalur SNBT membuka 47 program sarjana dan 10 program diploma dengan kuota minimal 40 persen dari total daya tampung.
Wah, semangat ya, untuk seluruh peserta UTBK 2026. Persiapkan diri sebaik mungkin, patuhi semua aturan, dan tunjukkan kemampuan terbaik kalian, ya!
Catat! Jembatan Serayu Banyumas Tutup Mulai 15 Hingga 30 Juli, Ini Jalur Alternatifnya

(Sumber: radarbanyumas.disway.id)
Bagi Sobat yang sering bolak-balik lewat Jembatan Serayu, ada informasi yang super penting, nih! Jembatan yang menghubungkan daerah Kalibagor-Banyumas ini akan direhabilitasi total demi keamanan kita bersama. Konsekuensinya, jembatan ini akan ditutup total selama 45 hari mulai dari tanggal 15 Juni hingga 30 Juli 2026.
Waduh, memang seberapa darurat, sih, Min, sampai harus ditutup total?
Nah, ternyata alasannya karena faktor usia, Sobat! Jembatan ini sudah berdiri selama kurang-lebih 34 tahun, loh. Tentu saja hal tersebut berpengaruh terhadap kualitas pelat Jembatan Serayu yang sudah mulai keropos. Berdasarkan hasil survei, nilainya cuma 3, yang artinya memang sudah ada tanda-tanda “lampu kuning” dan harus segera ditangani. Proyek dengan anggaran sebesar Rp2,6 miliar ini akan mengganti pelat lantai sepanjang 69,30 meter juga memperbaiki struktur lainnya agar semakin kokoh. Akan tetapi, jangan khawatir! Pengerjaannya akan dilakukan selama 24 jam penuh supaya bisa rampung lebih cepat dari target yang ditentukan.
Lalu, kalau mau lewat bagaimana, Min? Ada jalan alternatif enggak, ya?
Tenang, Sobat! Petugas sudah menyiapkan skema pengalihan arus, kok. Untuk kendaraan berat di atas 8 ton, Sobat akan diarahkan melewati jalur Buntu, Menganti, dan Rawalo. Untuk kendaraan ringan akan diarahkan melewati jalur Mandirancan, Pegalongan, hingga Linggamas. Walaupun jalur yang ditempuh harus lebih jauh atau memutar, upaya ini dilakukan demi kebaikan bersama yang lebih besar. Terlebih, pengerjaannya juga akan disesuaikan dengan kalender event di Kota Lama Banyumas supaya enggak terlalu bentrok.
Sabar-sabar dulu ya, Sobat. Lebih baik memutar sedikit sekarang daripada nanti kenapa-kenapa di jalan. Tetap patuhi rambu-rambu dan arahan petugas, ya!
Proyek Giant Sea Wall: Prabowo Instruksikan Mendiktisaintek Lakukan Kolaborasi Dengan Perguruan Tinggi

(Sumber: antaranews.com)
Ada kabar seru, nih, dari dunia pendidikan dan infrastruktur! Presiden Prabowo Subianto baru saja menginstruksikan agar para akademisi dan guru besar dilibatkan secara langsung dalam proyek raksasa Giant Sea Wall di sepanjang Pantura Jawa. Jadi, riset-riset keren dari kampus enggak cuma jadi tumpukan kertas, tetapi bakal langsung dipraktikkan!
Oke! Mungkin Sobat bertanya-tanya, kenapa, sih, pemerintah sampai harus melibatkan para pakar dan guru besar dalam proyek sebesar ini?
Jadi begini ceritanya. Pemerintah menginginkan proyek ambisius ini berjalan lebih efisien dan berbasis data yang kuat. Makanya, para pakar dari berbagai universitas akan dipertemukan secara langsung dengan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ/BOP Pantura Jawa) pekan depan. Dalam pertemuannya, mereka akan menyumbangkan hasil penelitiannya, termasuk keberhasilan riset yang sudah diuji coba di Demak dan Semarang untuk dapat diaplikasikan dalam skala yang lebih besar. Keren banget, kan?
Kira-kira, seberapa besar pengaruh proyek ini bagi masyarakat dan kawasan sekitar kita, Min?
Wah, jangan ditanya lagi! Proyek ini, tuh, diibaratkan sebagai “perisai” untuk menyelamatkan lebih dari 30 juta warga yang tinggal di pesisir utara Jawa dari ancaman abrasi dan banjir rob. Enggak cuma itu, tanggul raksasa ini juga akan melindungi sebanyak 60% kawasan industri nasional kita. Jadi, keterlibatan dosen dan peneliti ini penting banget untuk memastikan percepatan pembangunan yang aman serta tepat sasaran bagi masa depan kita.
Senang, ya, kalau ilmu dari kampus bisa langsung bermanfaat bagi banyak orang. Semoga proyek ini lancar dan pesisir kita semakin aman dari banjir rob, ya, Sobat!
Penulis: Angely Puspita Sari & Azizah Fatma Haifa Chairunnisa