Halo, Sobat Gensoed!
Apa kabar, Sob? Semoga selalu dalam keadaan baik dan tetap semangat menjalani aktivitas, ya!
Saatnya menyapa akhir pekan dengan menambah wawasan! Weekly Report kembali hadir menyajikan berbagai kabar, isu, dan peristiwa yang menjadi perhatian selama sepekan terakhir.
Yuk, langsung saja kita simak bersama!
Banjir Bandang Landa Tapanuli Tengah! Ratusan Warga Terdampak

Sumber: detikcom
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara sejak hari Jumat (17/07) sore memicu banjir bandang yang merendam permukiman warga. Curah hujan tinggi membuat tanggul darurat Sungai Aek Silaga Laga di Kelurahan Sipange jebol. Kondisi ini semakin parah ketika pada keesokan harinya, Sabtu (18/07), sungai kembali meluap dan air menerjang wilayah yang lebih luas.
Waduh, separah apa dampak banjir ini, Min?
Banjir ini berdampak pada tujuh kelurahan di empat kecamatan, yakni Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik. Sekitar 300 jiwa terdampak, dengan ketinggian air sempat mencapai pinggang orang dewasa. Sebanyak 145 warga Kelurahan Sipange bahkan harus mengungsi ke Gedung Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Sipange sejak malam kejadian.
Bagaimana dengan penanganannya di lapangan?
Begitu banjir terjadi, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah bersama tim gabungan langsung bergerak mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman. Dapur umum pun didirikan di aula Gereja HKBP Sipange untuk memenuhi kebutuhan makan warga yang terdampak.
Kabar baiknya, per Minggu (19/07) pagi, banjir dilaporkan mulai berangsur surut dan warga sudah mulai membersihkan rumah masing-masing. Meski begitu, personel BPBD masih bersiaga di lokasi untuk terus mendata kerugian yang ditimbulkan.
Kira-kira, apakah ada potensi banjir susulan?
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dinamika cuaca meski saat ini tengah memasuki musim kemarau. Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatra Utara masih berpeluang diguyur hujan ringan dalam beberapa hari ke depan akibat aktivitas gelombang atmosfer, belokan angin (shearline) di Samudra Hindia barat Sumatra, serta suhu permukaan laut yang masih hangat.
Semoga proses pemulihan berjalan lancar dan tidak ada lagi korban maupun kerugian tambahan, ya, Sob!
Perluas Peluang Studi ke Jerman: Unsoed Gelar Sosialisasi Beasiswa DAAD Indonesia

Sumber: unsoed.ac.id
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui International Relations Office (IRO) menggandeng Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) Indonesia untuk menyelenggarakan sosialisasi Beasiswa DAAD secara dalam jaringan (daring) melalui Webex pada hari Senin (20/07). Kegiatan ini digelar untuk memperkenalkan berbagai peluang studi, riset, dan kolaborasi akademik di Jerman kepada mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan Unsoed.
Memangnya, apa saja, sih, yang dibahas dalam sosialisasi ini?
Perwakilan DAAD Indonesia, Dwi Novaldi, memaparkan keunggulan sistem pendidikan tinggi Jerman yang dikenal kuat di bidang inovasi teknologi, lengkap dengan sekitar 2.500 program studi berbahasa Inggris dan biaya pendidikan yang relatif terjangkau. Peserta juga dibekali informasi mengenai karakteristik kampus di Jerman, mekanisme penerimaan mahasiswa internasional, hingga skema pendanaan untuk jenjang magister, doktor, dan riset akademisi. Informasi tersebut mencakup bidang Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) maupun ilmu sosial, kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, pendidikan, seni, serta arsitektur.
Direktur IRO Unsoed, Dr. Agus Haryanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini kembali digelar tahun ini setelah tahun lalu, sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan DAAD yang kembali memilih Unsoed sebagai tuan rumah. Ia berharap sosialisasi ini menjadi pemantik agar semakin banyak alumni Unsoed yang berhasil meraih beasiswa DAAD ke depannya.
Wah, keren banget! Lalu, bagaimana dengan antusiasme pesertanya?
Sesi diskusi berlangsung dengan interaktif, lho, Sob! Berbagai pertanyaan bermunculan, mulai dari mekanisme pendaftaran, peluang berkarier di Jerman setelah lulus, persyaratan Letter of Acceptance (LoA), ketentuan beasiswa program doktor, hingga kesempatan bagi mahasiswa bidang ilmu sosial dan non-STEM. Tim DAAD Indonesia pun mengingatkan bahwa setiap program memiliki mekanisme seleksi dan persyaratan berbeda, sehingga calon pelamar perlu mempelajari informasi resmi sesuai program yang diminati.
Wow, jangan sampai peluang besar ini terlewat, ya, Sob. Siapa tahu, ini jadi kesempatan Sobat untuk belajar sampai ke luar negeri!
Cukup Bayar Parkir, Surutnya Sungai Serayu Jadi Wisata Dadakan Banyumas

Sumber: kompas.com
Surutnya aliran Sungai Serayu di Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, menghadirkan suasana yang berbeda dari biasanya. Kondisi tersebut membuat hamparan bebatuan yang biasanya tertutup air menjadi terlihat jelas dan menarik perhatian masyarakat untuk datang menikmati kawasan sungai.
Kenapa, sih, Sungai Serayu tiba-tiba saja ramai dikunjungi?
Area wadas cinta carik sungai ini dimanfaatkan pengunjung untuk berbagai kegiatan, mulai dari bermain air, bersantai, memancing, hingga mengabadikan momen melalui foto dan video. Enggak heran, sih, Sob, karena formasi bebatuan besar yang biasanya tenggelam kini menjadi spot berfoto yang unik. Kondisi sungai yang dangkal juga membuat lokasi ini menjadi pilihan rekreasi sederhana bagi masyarakat sekitar.
Lalu, kalau ingin berkunjung ke sana, berapa biaya yang perlu disiapkan, Min?
Tenang, Sob, kantong enggak akan jebol! Pengunjung dapat datang tanpa membayar tiket masuk. Biaya yang perlu dikeluarkan hanya berupa parkir sebesar Rp1.000. Selain itu, ramainya kunjungan turut membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk menjajakan berbagai makanan dan minuman di sekitar lokasi.
Menarik, ya, Sobat! Surutnya Sungai Serayu menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung sekaligus memberikan peluang bagi masyarakat sekitar.
Penulis: Azizah Fatma Haifa Chairunnisa & Febriane Prasella