Pergi pagi bawa dupa, happy weekend sobat Dhipa! Jumpa lagi dengan weekly report edisi ke-23 yang akan membersamai kamu di pertengahan bulan Agustus ini dengan informasi menarik dan pastinya up to date. So, let’s check it out!

Resmi! Universitas Jenderal Soedirman Buka Prodi Baru Magister Ilmu Politik

(Sumber: unsoed.ac.id)

Lengkapnya gimana, Dhip?

Jadi, Program Studi Magister Ilmu Politik secara resmi diluncurkan oleh Dr. Wahyuningrat selaku Dekan FISIP Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersamaan dengan Seminar Nasional yang berbicara mengenai dinamika politik pedesaan di era disrupsi serta menghadirkan akademisi pakar studi desa sebagai pembicara yaitu Dr. Sutoro Eko dan dosen Ilmu Politik Dr. Khairu R. Sobandi.

Siapa aja yang hadir di acara ini Dhip?

Seminar sekaligus peresmian program magister ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi seperti KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum), dan kepala desa.

Wah, spill pesan apa aja yang dikemukakan selama seminar dong, Dhip!

Salah satu pesan yang disampaikan pada saat seminar oleh Dr. Sutoro Eko, yaitu mengajak setiap kalangan akademisi serta mahasiswa, untuk mendorong kemajuan dan perkembangan ilmu politik agar tidak hanya terpaku pada buku, tetapi juga aspek luar seperti kajian lapangan di daerah pedesaan. Hal tersebut dianggap dapat menambah pengetahuan dengan membawa cara berpikir keluar dari kajian yang hanya bersifat teknokratik.


Dukung UMKM Naik Kelas, Halal Center UNSOED Sinergi dengan Program KKN

(Sumber: unsoed.ac.id)

Udah tau belum Dhip, Halal Center Unsoed bersama KKN Unsoed mendukung sertifikasi halal produk UMKM, lho!

Sebagaimana yang disebutkan dalam UU No.33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal pasal 4 “Produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikasi halal”. Halal Center Unsoed menggandeng KKN Unsoed untuk mendukung UMKM memproses sertifikasi halal produknya lho, Dhip. Sertifikasi halal merupakan sebuah jaminan kehalalan suatu produk yang akan dikonsumsi masyarakat di Indonesia.

Wah keren banget yah Dhip. Kira-kira daerah mana saja ya Dhip sasaran dari program ini?

Daerah sasaran yang akan menerima program sertifikasi halal merupakan desa yang memiliki program kerja KKN terkait pendampingan UMKM. Sertifikasi halal self-declare tersebar di empat kabupaten termasuk Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, dan Kebumen.

Lalu, gimana kontribusi mahasiswa KKN Unsoed dalam mendukung upaya tersebut nih, Dhip?

Peran mahasiswa KKN Unsoed dalam program ini menjadi pihak yang mendorong UMKM untuk melakukan pendaftaran sertifikasi halal dengan bersinergi bersama Halal Center Unsoed melalui proses pendampingan dan verifikasi lapang.

Pendampingan meliputi pelatihan bagi mahasiswa KKN dalam pembuatan Manual Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), verifikasi dan validasi serta kunjungan lapang dari Halal Center jika diperlukan. Kegiatan ini memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan UMKM di desa KKN, terutama dalam persiapan dokumentasi dan implementasi SJPH sebagai persiapan pendaftaran sertifikasi halal self-declare pada tahun 2022 ini. Verifikasi lapang dilakukan dengan mengunjungi UMKM di desa KKN, diikuti dengan konsultasi dan perbaikan implementasi di lapangan.


Updated! Polisi Amankan Sejumlah Anggota Geng Motor

(Sumber: Jateng.News)

Setelah masyarakat Banyumas sempat dibuat resah karena adanya sekelompok geng motor yang menimbulkan kerusuhan, akhirnya muncul titik terang bahwa beberapa diantaranya telah diamankan Polresta Banyumas.

Duh, kronologinya gimana, Dhip?

Jadi, beberapa waktu lalu, di Banyumas telah terjadi hal-hal yang kurang menyenangkan karena adanya rombongan geng motor yang membuat kerusuhan dengan membawa senjata tajam. Aksi para pelaku yang melancarkan kerusakan serta dugaan penganiayaan terhadap salah satu korban sekaligus saksi di sekitar tempat kejadian di daerah Banyumas menggunakan senjata tajam terekam CCTV. Hal tersebut menjadi barang bukti bagi Poresta untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Wah, serem juga ya, Dhip. Terus langkah selanjutnya gimana, Dhip?

Sejauh ini, dilansir jateng.news pada 16 Agustus 2022 Polresta setempat telah mengamankan 16 orang dan masih ada beberapa orang yang berstatus buron. Pihak kepolisian juga masih mengumpulkan keterang saksi dan barang bukti yang dapat mengidentifikasi identitas pelaku.

So, tetap berhati-hati ya sobat Dhipa. Selalu waspada dan jangan lupa berdoa!


Penulis: Fathimah Afra Salsabila & Amanah Sasi Yuliyana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *