Dua tiga ketemu oppa, happy weekend sobat Dhipa! Yep it’s the last weekend before you finally masuk perkuliahan lagi. Holiday is over, but don’t be sad honey, Dhipa disini membawa berita-berita yang bakal membuat kamu happy. So, let’s get started!

Keren! Mahasiswa FEB Unsoed Raih Prestasi International Competition Entrepreneurship Business Inovation (ICEBIV) 2022

(Sumber: unsoed.ac.id)

Sobat Dhipa! Mahasiswa Unsoed raih prestasi lagi, nih. Kira-kira apa ya?

Dhipa spill ya, begini gaes informasinya. Tiga mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed mengikuti ajang kompetisi Internasional yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi Mara (UiTM) secara online. Nah ternyata, mereka berhasil mengukir prestasi lho dalam kancah “International Competition Entrepreneurship Business Inovation (ICEBIV) 2022.Mantap banget kan!

Hmm, jadi penasaran siapa aja orangnya. Terus, kok bisa seperti itu, Dhip?

Tentu saja bisa dong! Mengutip dari unsoed.ac.id, mahasiswa tersebut yaitu Wafiqah Az Zahra (Manajemen Internasional 2018), Malvin Imantaka Abidin (Manajemen Internasional 2021), dan Niken Ayu Prameswari (Manajemen Internasional 2021) yang merupakan tim Readyssert dari Galeri Investasi FEB Unsoed dengan mendapatkan bronze medal dalam kompetisi tersebut.

Kompetisi ICEBIV ini dilakukan pada bulan Juli 2022, di mana terdapat tiga tahapan penilaian secara online. Tim dari Unsoed membuat Readyssert yakni sebuah ide bisnis aplikasi startup penjualan roti dan kue dari berbagai hotel di Purwokerto yang sudah tidak laku, akan tetapi produknya masih berkualitas. Tentunya, hal ini dapat mengurangi dampak pembuangan sampah dari sektor pariwisata yaitu hotel-hotel, sehingga tim readyssert terinspirasi dari banyaknya sampah yang terbuang dan berusaha untuk menciptakan ide yang bisa meminimalisir masalah tersebut.

Ide yang menarik! Pembina timnya siapa si, Dhip? Terus tanggapannya gimana, nih? Pastinya bangga banget ya?

Pembina tim yang sekaligus menjadi Kepala Galeri Investasi FEB Unsoed yaitu Dr. Rio Dhani Laksana, M.Sc,CFP., mengungkapkan bahwa tim readyssert mempunyai prestasi yang cukup membanggakan, khususnya karena kompetisi ini dilakukan secara internasional. Tim readyssert dapat mengalahkan ratusan ide bisnis startup dari berbagai kampus negara-negara lain yang bersifat Internasional. Beliau juga berharap, kedepannya mahasiswa FEB Unsoed bisa sukses kembali di berbagai kompetisi tingkat Internasional.

Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, M.Sc., Ph.D selaku Dekan FEB Unsoed juga berharap dengan adanya prestasi ini, mahasiswa FEB Unsoed akan lebih banyak lagi yang mendapatkan prestasi dan sukses dalam kompetisi tingkat Internasional kedepannya.


Selamat! Mahasiswa FK Unsoed Raih Prestasi di Regional Medical Olympiad (RMO)

Kali ini ada informasi prestasi dari mahasiswa Unsoed lagi, lho. Mari kita simak!

Mengutip dari unsoed.ac.id, delegasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed mengharumkan nama almameter nih, Dhip dalam ajang Regional Medical Olympiad (RMO) 2022 yang diselenggarakan pada tanggal 2 – 3 Agustus secara luring oleh tuan rumah dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

RMO sendiri adalah olimpiade kedokteran tahunan yang dilakukan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) dengan mencakup 3 wilayah, yaitu regio Solo, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, dan Kalimantan. Nah, setiap peserta dari mahasiswa Kedokteran akan beradu keterampilan, wawasan, dan kecakapan dalam cabang-cabang yang diperlombakan dalam ajang ini, di mana RMO pada tahun 2022 bertemakan “Serotonin: Synergy of Youth in Improving Nation’s Health.”

Wow, amazing! Apa aja ya juaranya dan siapa orangnya? Kasih tau dong, Dhip!

Tenang aja gaess, Dhipa kasih tau kok. Delegasi FK Unsoed yang bernama Dwi Atmi Hasriningrum (2019) dan Diva Azka Fidinillah (2020) berhasil meraih juara 2 dalam cabang Genitourinary, serta atas nama Ahmad Husein Haekal Alkaff (2019) dan Faiq Muhammad Ammar (2019) berhasil meraih juara 3 dalam cabang Musculosceletal.

Bukan hanya itu saja lho Sobat Dhipa. Delegasi FK Unsoed yang lainnya juga berhasil menjadi semifinalis dalam cabang Cardiorespiratory atas nama Aniyq Mahirah (2019) dan Hamzah Maulana (2020), serta semifinalis dalam cabang Neuropsychiatry yang bernama Rani Puspita Purnarengganis (2019) dan Shoofiyah Rihhadatul Aisy (2019).

Mantap banget pokoknya! Kira-kira prosesnya susah ga, Dhip?

Menurut Dwi Atmi Hasriningrum, perjuangan delegasi ini dimulai dari babak penyisihan yang menggunakan ujian Multiple Choice Question (MCQ) di institusi masing-masing secara daring. Nah, dari babak penyisihan ini dipilih tujuh tim terbaik yang dapat melanjutkan tahap semifinal dan diberangkatkan ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. “Empat tim dari FK Unsoed berhasil lolos dalam babak semifinal yakni cabang Cardiorespiratory, Genitourinary, Musculosceletal, dan Neuropsychiatry,” jelasnya.

Babak semifinal sendiri terdiri dari ujian Student Oral Case Analysis-Public Health (SOCA-PH) dan Objective Structured Practical Examination (OSPE) yang mana akan dipilih tiga tim terbaik dari setiap cabang untuk melanjutkan babak final. Babak final tersebut pun terdiri dari ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dan Lomba Cepat Tepat (LCT).

Setelah kompetisi ini, seluruh delegasi cabang lomba pun bersiap dalam olimpiade yang tak kalah bergengsi yakni Indonesian International Medical Olympiad (IMO) pada bulan Oktober yang merupakan olimpiade kedokteran tingkat nasional.


Yeay! Gensoed Talks Hadirkan Najwa Shihab

(Sumber: unsoed.ac.id)

Woah, Najwa Shihab jadi Pembicara Di Gensoed Talks

Really cool right? Siapa hayo yang kemarin ikut streaming lewat youtube atau langsung nonton di Graha? Yap! Jadi, Mba Nana pada (9/8) diundang untuk menjadi pembicara di Gensoed Talks pada rangkaian acara Soedirman Student Summit (S3) 2022. Jurnalis yang juga merupakan tuan rumah Mata Najwa sekaligus pendiri “Narasi” ini hadir secara online melalui zoom meeting.

Keren! Ceritain dong Dhip, gimana pas acaranya?

Begini sob, S3 sendiri kan adalah acara yang diadakan limited for Mahasiswa Baru. Nah, dihadapan sekitar 5000an maba, Mba nana bilang bahwa mereka, yakni angkatan tahun 2022 adalah angkatan yang istimewa. Kenapa disebut istimewa? Karena telah berhasil melalui beberapa hal, salah satunya adalah masa pandemic, di mana segala sesuatunya dilaksanakan secara online mulai dari belajar sampai ujiannya. Keistimewaan lain yang membedakan angkatan ini dengan angkatan lainnya adalah kepemilikan atas tingkat awareness yang lebih tinggi terhadap climate crisis atau krisis iklim.

Hmm, krisis iklim is something you should pay more attention

Mba Nana bilang setelah pulih dari wabah aka Covid-19 period, kita masih punya PR lain nih, yakni krisis iklim. Kalian ngerasa gak sih sob? Beberapa waktu belakangan ini cuaca semakin gak menentu dan cenderung panas banget. Nah, itu adalah salah satu dampak dari krisis iklim. Mba Nana menyampaikan bahwa ada banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran oleh generasi sekarang dalam menghadapi masalah ini. Kata Mba Nana, selain percaya pada sains, kita juga harus sadar bahwa batas-batas antar bangsa dan negara tidak lagi penting ketika menghadapi musuh bersama. Musuh bersama yang dimaksud tidak lain tidak bukan yakni krisis iklim yang sudah ada di depan mata dan juga sudah kita rasakan bersama-sama.

OK Dhip got it, terus terus…

Terus Mba Nana said about passion dan 3 hal besar. Yupsy! Passion. She said that passion itu adalah hal yang harus diusahakan dan passion adalah hasil bukan tujuan. Dalam mencapai impian dan membuatnya dapat terwujud, there are 3 hal besar yang harus dilakukan, yakni bermimpi besar, berpikir besar dan bertindak besar. “Saatnya kita memikirkan, memimpikan, dan mengambil tindakan besar, dan semuanya dimulai selangkah demi selangkah. Setiap capaian besar itu berawal dari pencapaian-pencapaian kecil dan untuk membuat mimpi terwujud harus ada tindakan,” pungkas Mba Nana.

Dhipa jadi semakin termotivasi buat berani bermimpi besar tinggi plus mewujudkannya juga. Gimana nih dengan Sobat Dhipa? Semoga sama yaa! Dhipa pun ada closing quotes nih dari Ir. Soekarno yaitu “Gantungkan cita-cita mu setinggi langit. Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang.”


Penulis: Arsa Safria Zahra & Harjanti Handayani

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *