Selamat siang Gensoed yang sedang menikmati Weekendnya!!! Weekend kalian nggak akan seru kalau belum ditemani Dipha kan, Lur? Oleh karena itu, Dipha yang asik dan informatif akan menemani Gensoed dengan membawa Weekly Report edisi #24.

Inovasi Baru Pembuatan Antibakteri Pseudomonas Aeruginosa oleh Tim PKM Unsoed

Lur, ada informasi menarik tentang inovasi pembuatan antibakteri,nih. Yuk kita simak!

Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Unsoed yang dipimpin oleh Zaskia Alifia bersama anggotanya Nurianah Tri Puji Astuti, Misbachul Syururu R, dan Rizqi Afifah serta dibimbing oleh Bapak Anung Riapanitra, Ph.D. melakukan penelitian mengenai antibakteri. Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2019 membuat banyak sekali pasien dirawat di rumah sakit, yang mana penderitanya rentan terkena infeksi, khususnya oleh bakteri Pseudomonas Aeruginosa. 

Pengobatan infeksi ini termasuk sulit, sebab bakteri Pseudomonas Aeruginosa berkembang biak secara terus menerus, bermutasi, dan kuat terhadap antibiotik. Bakteri tersebut juga dapat dengan mudah ditemukan di air, tanah, dan benda lain seperti peralatan medis, sehingga dibutuhkan antibakteri yang jitu untuk mengurangi populasi bakteri.

Terus, gimana tuh cara buatnya Dhip?

Mengutip dari unsoed.ac.id, tim PKM ini dari jurusan kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam membuat inovasi baru dalam pembuatan foto-antibakteri Pseudomonas Aeruginosa dengan bantuan logam semikonduktor Bismuth Vanadat (BiVO4) yang diberikan ekstrak Nigella sativa. Bismuth Vanadat sudah terbukti mempunyai kinerja fotokatalitik yang sangat baik di bawah penyinaran sinar tampak.

Ukuran BiVO4 juga termasuk dalam skala nanopartikel yang nanopartikel ini sebagai metode praktis ramah lingkungan untuk pengganti berbagai macam metode fisik dan kimia yang tidak ramah lingkungan. Struktur dari nano sendiri bisa dibuat dari bahan logam (semi konduktor) yang dibantu dengan substrat.

Ooo, begitu ya. Lalu, apalagi nih Dhip?

Menurut Zaskia Alifia selaku ketua tim, penelitian ini diawali dengan mengekstrak Nigella sativa yang digunakan dalam sintesis Bismuth Vanadat sebagai bioreduktor. BiVO4 yang sudah dibuat itu, kemudian diujikan melalui media yang mengandung bakteri Pseudomonas Aeruginosa agar mengetahui bagaimana keefektivitasnya. Zaskia Alifia juga mengungkapkan bahwa penelitian yang telah dilakukan ini menunjukkan aktivitas antimikroba yang sangat baik, sehingga bisa dianggap sebagai nanoantibiotik untuk masa depan.


Delegasi UNSOED Purwokerto Melaju Ke PEKSIMINAS 2022

(Sumber: Unsoed.ac.id)

Tahu ngga sih, Lur? Delegasi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berhasil menjadi yang terbaik dalam ajang Peksimida yang dilaksanakan pada 19-21 Agustus 2022 loh!

Pada tangkai lomba Dangdut Putra, dan Pop Putri. Adalah Yiyi Fikri Nurizki (Matematika F.MIPA) berhasil menyabet juara 1 pada kategori Dangdut Putra, dan Rachel Sinaga (Ilmu Komunikasi FISIP)yang berhasil meraih juara 1 kategori Pop Putri.

Wah keren ya, Lur … 

Nggak main-main nih Lur, keduanya berhasil menyisihkan puluhan peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta se-Jawa Tengah. Dengan keberhasilannya menjadi Juara 1, Yiyi Fikri Nurizki, dan Rachel Sinaga akan mewakili kontingen Jawa Tengah untuk berlaga di ajang PEKSIMINAS 2022 yang akan dilaksanakan di Universitas Brawijaya Malang pada bulan Oktober 2022 mendatang.

Gimana ya perasaannya ka Fikri jadi Juara 1, yuk kita simak Lur!

Yiyi Fikri Nurizki menyampaikan kesan selama mengikuti perlombaan merasa sangat banyak pressure karena nama yang saya bawa bukan pribadi tapi saya membawa nama Unsoed. “Dan sekarang setelah juara 1, pressure saya semakin berat karena setelah ini saya akan berlomba lagi atas nama Jawa Tengah. Tapi sejauh ini saya sangat menikmati  prosesnya dan merasa senang juga karena 1 step saya bisa mambawa nama Unsoed juara”, ungkapnya.

Terus gimana ya Lur persiapan menghadapi PEKSIMINAS ini?

Fikri mengatakan persiapannya akan saya samakan seperti halnya pada saat saya akan mengikuti PEKSIMIDA kemarin yaitu dengan selalu berlatih rutin. “Tetapi mungkin untuk sekarang intensitas latihannya akan ditambah lagi mengingat waktu ke PEKSIMINAS juga bukan waktu yang sebentar”, ujarnya.

Tadikan udah ka Fikri, kalau ka Rachel gimana ya perasaannya Lur?

Sementara itu, Rachel Sinaga mengungkapkan syukurnya bisa ikut perlombaan di tingkat mahasiswa dan Puji Tuhan meraih kesempatan ke nasional, setelah beberapa kali mencoba ajang yang serupa tapi di SMA (gagal) tidak sampai tingkat nasional. Terkait persiapan menghadapi PEKSIMINAS, Rachel akan mempesiapkan lebih matang lagi agar dapat meraih juara di PEKSIMINAS 2022.

(Sumber: Unsoed.ac.id)

Terakhir dari Kepala Biro Akademik dan Kemahsiswaan Unsoed Dra.Krisnhoe Maya Woelandari MM, juga  menyampaikan rasa syukur, delegasi Unsoed berhasil mewakili Jawa Tengah dalam lomba Dangdut Putra dan Pop Putri pada PEKSIMINAS 2022. “Unsoed akan memberikan dukungan penuh mulai dari persiapan hingga pelaksanaan PEKSIMINAS 2022”, ungkap Kepala Biro.

Wah, Dipha ucapkan congrats ya buat ka Fikri dan ka Rachel, semangat buat PEKSIMINAS tingkat nasionalnya …


Kasus DBD Banyumas Melonjak, Gensoed Perlu Hati-hati!!

(Sumber: TribunBanyumas.com)

Kasus apa yang melonjak, Diph?
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) lagi naik nih, Lur, di Banyumas. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Banyumas, dr. Arif Sugiono menyampaikan dari Januari hingga Juli 2022 terdapat 241 kasus DBD. Bahkan beliau juga mengatakan dari 241 kasus itu, 9 diantaranya meninggal dunia.

We have to be careful Gensoed!
Iyaa benar, Lur. We have to be careful! Jangan meremehkan, karena jumlah kasus DBD tersebut diperkirakan akan terus bertambah. Jumlah kasus DBD di akhir tahun 2022 juga berpotensi lebih tinggi dibandingkan tahun 2021.

So, upaya pencegahan yang harus Gensoed lakukan gimana Dipha???
Good question!! Himbauan dari Dinkes Banyumas sendiri, nih, masyarakat Banyumas diupayakan lebih menggencarkan lagi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) penyebab DBD, yakni kegiatan pemberantasan
untuk menekan kasus yang lebih tinggi. Arif mengatakan PSN ini sangat efektif untuk menekan kasus DBD.

Fyi, PSN merupakan gerakan memberantas sarang nyamuk dengan melakukan 3M Plus (menguras, menutup, dan mendaur ulang/menyingkirkan). Gensoed perlu tahu juga “plusnya” apa saja! Plusnya ini meliputi:

  1. Menaburkan bubuk larvasida (bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dbersihkan.
  2. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk.
  3. Menggunakan kelambu saat tidur.
  4. Menaruh ikan di penampungan air.
  5. Menanam tanaman pengusir nyamuk.

Itu dia gerakan PSN Plus yang tengah digencarkan Dinkes Banyumas. Jangan hanya membaca saja ya, Lur! Dipha harap Gensoed dapat menerapkan Gerakan PSN di lingkungannya masing-masing, sebagai upaya hidup lebih sehat.


Putri Utamaningtyas dan Annisa Nurul Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *