(Sumber: UmBelen)

Jurus? Mau bela diri?

Enggak, Lur šŸ™ Jadi, ada delapan daerah di Jawa Tengah sing berstatus zona merah nih, dan delapan daerah tersebut adalah Kabupaten Kudus, Demak, Pati, Jepara, Tegal, Brebes, Grobogan, dan Sragen. Meski gubernur sendiri belum mengetahui perkembangan terkini yang pasti pada Kabupaten Sragen dan Wonogiri, pemerintah enggan menetapkan kasus siaga untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Terus jurusnya mana, Lur?

Jurusnya ini bersumber sekang Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, ia mengajak masyarakat makin waspada dengan lonjakan kasus di berbagai daerah. Ia juga mewajibkan para pendatang untuk melakukan swab terutama pada wilayah sing berstatus zona merah. ā€œPenularan corona di Wonogiri dan Sragen itu kan karena hajatan di Kudus. Makanya tolong dikurangi dulu lah kegiatan-kegiatan semacam itu,” ujarnya.

Kalo mau mengunjungi daerah zona merah gimana, Lur?

Untuk setiap daerah syaratnya sama dan standar kok, Lur! Namun, khusus di wilayah Kabupaten Solo, setiap individu pelaku perjalanan lintas kota/kabupaten/provinsi sing menginap di Kota Solo, wajib membawa hasil uji negatif swab PCR atau swab antigen paling lama 2 x 24 jam, saat masuk hotel/losmen/guest house/sebutan lainnya akan diperiksa olehĀ Satgas Jogo Tonggo. Nah, untuk setiap penginapannya harus memiliki prosedur sing ketat dan tamu yang menginap harus membawa surat hasil tes swab antigen atau PCR.

Ribet juga ya, Lur

Iya! tapi ini demi kepentingan bersama juga kok! Nanti saat kalian mengunjungi zona merah kiye, akan ana swab acak di titik-titik tertentu. Soalnya, kemarin saat ada swab di Pasar Klewer, ana warga luar kota yang ternyata positif, dan akhirnya pemerintah memutuskan untuk memasifkan ke titik-titik lain. Jadi, yuk kita sama-sama jaga prokes saat berada di manapun ya, Lur!


Penulis : Ammatulloh Nur Bhaethy

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *