Oleh: Alfan Maulana Akbar, Presiden BEM Unsoed 2022
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengalami perpecahan pada saat Musyawarah Nasional (Munas) ke-XIV Tahun 2021 di Padang, Sumatera Barat. Perpecahan BEM SI pada Munas diawali dengan adanya peserta Munas yang tidak memenuhi syarat administrasi yang kemudian memunculkan perbedaan pandangan apakah peserta tersebut diperbolehkan masuk dalam forum Munas atau tidak. Beberapa kampus memilih untuk keluar dari forum untuk membersamai peserta yang tidak dapat masuk, sedangkan beberapa kampus lainnya memilih untuk tetap bertahan di dalam forum Munas. Delegasi kampus yang keluar dari forum Munas kemudian mengadakan Munas tandingan di Asrama Haji. Perpecahan ini kemudian melahirkan dualisme BEM SI, yaitu BEM SI Rakyat Bangkit yang bertahan di dalam forum dan BEM SI Kerakyatan yang keluar dari forum.
Dalam kondisi dualisme Aliansi BEM SI, BEM Unsoed memilih untuk berposisi di tengah keduanya. BEM Unsoed tidak bergabung ke dalam Aliansi BEM SI mana pun selama tahun 2021 dan kemudian membuat Gerakan Non-Blok (GNB) bersama dengan BEM Institut Pertanian Bogor (IPB) dan BEM Universitas Padjajaran (Unpad). Namun, hal tersebut menjadi kendala bagi BEM Unsoed dalam pergerakan mahasiswa nasional. Oleh karena itu, pada tahun 2022, BEM Unsoed mengambil sikap untuk bergabung dalam Aliansi BEM SI Rakyat Bangkit.
Pengambilan keputusan ini dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan diskusi internal dan meminta pendapat serta pertimbangan dari seluruh BEM Fakultas se-Unsoed. Berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Keluarga Besar Mahasiswa Unsoed (AD/ART KBMU), politik luar negeri BEM Unsoed merupakan hak prerogatif dari Presiden. Walaupun demikian, BEM Unsoed tetap meminta pendapat dan pertimbangan dari organisasi mahasiswa dengan fungsi sosial-politik yang ada di Unsoed, yaitu BEM Fakultas se-Unsoed. Oleh karena itu, Forum Lingkar Presiden BEM se-Unsoed pun diadakan pada tanggal 28 Juli 2022, sebelum BEM Unsoed memutuskan untuk bergabung dalam Aliansi BEM SI. Perilisan resmi mengenai forum tersebut telah dipublikasikan jauh hari sebelum BEM Unsoed bergabung dalam Munas BEM SI Rakyat Bangkit dan dapat diakses melalui tautan berikut. https://blog.bem-unsoed.com/forum-lingkar-presiden-bem-se-unsoed/
Beberapa alasan BEM Unsoed bergabung dalam Aliansi BEM SI Rakyat Bangkit yaitu:
- Mengamati selama 1 tahun setelah Munas BEM SI ke-XIV pada tahun 2021, gerakan BEM SI Rakyat Bangkit terlihat konkret yang dibuktikan dengan beberapa kali mengadakan konsolidasi dan aksi massa merespon berbagai isu yang ada pada saat itu.
- Terdapat upaya dan itikad baik dari Koordinator Pusat BEM SI Rakyat Bangkit untuk menjalin komunikasi dengan BEM Unsoed mulai dari Presiden BEM Unsoed 2021 hingga Presiden BEM Unsoed 2022, sedangkan Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan sama sekali tidak pernah menghubungi Presiden BEM Unsoed 2022.
- Presiden BEM Unsoed 2022 mendapatkan undangan secara resmi untuk bergabung dalam Musyawarah Nasional BEM SI Rakyat Bangkit 2022. Pada saat yang sama, kami tidak mendapatkan undangan resmi untuk mengikuti Musyawarah Nasional BEM SI Kerakyatan 2022.
- BEM Unsoed mendapatkan dukungan dari BEM Fakultas se-Unsoed untuk bebas memilih bergabung dalam Aliansi BEM SI mana pun. Meskipun demikian, poin yang ditekankan bukan soal BEM SI yang mana, tetapi soal memaksimalkan peran di BEM SI mana pun. Oleh karena itu, bentuk dukungan ini ditindaklanjuti dengan bergabungnya BEM Unsoed ke dalam Aliansi BEM SI Rakyat Bangkit untuk kemudian mengambil peran di dalamnya.
BEM Unsoed memandang penting untuk bergabung ke dalam Aliansi BEM SI. Hal ini sejalan dengan isu nasional yang dikawal oleh BEM Unsoed Periode 2022 sehingga perlu pengawalan bersama dengan aliansi mahasiswa nasional. Peran BEM Unsoed dalam Aliansi BEM SI memiliki sejarah panjang, diantaranya pada tahun 2018 BEM Unsoed dipercaya sebagai Koordinator Isu Pendidikan Tinggi, tahun 2019 BEM Unsoed diamanahkan menjadi Koordinator Wilayah Jateng/DIY, dan pada tahun 2020 BEM Unsoed kembali dipercaya sebagai Koordinator Isu Pendidikan Tinggi. Oleh karena itu, perlu dan penting bagi BEM Unsoed untuk bergabung ke dalam Aliansi BEM SI.
Kami berpandangan bahwa kedua Aliansi BEM SI, baik Rakyat Bangkit maupun Kerakyatan, keduanya merupakan wadah pergerakan yang sama-sama baik dengan tujuan untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Hal mengenai keterlibatan pada salah satu dari keduanya perlu dilihat dari kesiapan dan beberapa pertimbangan dari BEM Unsoed maupun BEM Fakultas se-Unsoed. Jangan sampai kita terjebak pada kelompok identitas yang ada di antara kedua Aliansi BEM SI.
Berkaitan dengan kelompok identitias, hal tersebut tidak dimasukkan sekalipun ke dalam pertimbangan BEM Unsoed untuk bergabung ke dalam Aliansi BEM SI. Hal yang paling penting bukan soal identitas BEM Unsoed akan bergabung pada Aliansi BEM SI yang mana, tetapi soal peran dan kontribusi apa saja yang dapat dilakukan oleh BEM Unsoed dalam pergerakan mahasiswa di tingkat nasional demi memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia.
Meskipun saat ini telah bergabung di dalam Aliansi BEM SI Rakyat Bangkit, BEM Unsoed akan selalu menggaungkan upaya persatuan dari kedua Aliansi BEM SI supaya pergerakan mahasiswa nasional dapat semakin kuat dan optimal.
OK, you outline what is a big issue. But, can’t we develop more answers in the private sector?
Great resources and tips for families here.