Halo, Sobat Gensoed! Apa kabarnya hari ini? Semoga sehat selalu dan tetap semangat menjalani aktivitas dan kesibukannya, ya. Mimin kembali menyuguhkan tulisan bermanfaat untuk Sobat Gensoed semua, tetapi kali ini berbeda, lho!

Medkraf BEM Unsoed secara eksklusif menyajikan Nulispedia sebagai ajang berbagi kepada Sobat Gensoed tentang bahasa Indonesia dan tata bahasanya. Sudah siap belajar bersama? Yuk, kita mulai pembahasannya!

Sobat Gensoed pasti tidak asing dengan penulisan bilangan dalam kalimat, kan? Yap, pasti tidak asing karena pada narasi tertentu, bilangan biasa digunakan sebagai penunjuk jumlah atau kuantitas.

Min, emang kenapa dengan penyebutan jumlah bilangan? Memangnya ada aturan untuk menulis bilangan dalam sebuah teks?

Pasti, dong! Sobat Gensoed tak perlu khawatir, karena pada Nulispedia edisi 8 ini, kita akan belajar penggunaan angka/bilangan bersama, lho. Yuk, disimak!

A. Bilangan yang mendapat akhiran –an

Contoh:

  • Tahun ‘50-an (Benar)
  • Tahun ‘50an (Salah)

B. Bilangan yang dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan

Contoh:

  • Ayah memesan tiga ratus ekor ayam (Benar)
  • Di antara 50 anggota yang hadir, 30 orang setuju dan 20 orang tidak setuju (Benar)
  • Ayah memesan 300 ekor ayam (Salah)
  • Di antara lima puluh anggota yang hadir, tiga puluh orang setuju, dan 20 orang tidak setuju (Salah)

C. Lebih dari dua kata harus menggunakan angka

Contoh:

  • Lima belas orang tewas. (Dua kata) (Benar)
  • Pak Andi mengundang 250 orang tamu. (Lebih dari dua kata) (Benar)
  • 15 orang tewas. (Salah)
  • Pak Andi mengundang dua ratus lima puluh orang tamu. (Salah)

D. Bilangan utuh yang besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca

Contoh:

  • Penduduk Indonesia berjumlah lebih dari 200 juta orang. (Benar)
  • Penduduk Indonesia berjumlah lebih dari 200.000.000 orang. (Salah)

E. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks, kecuali di dalam dokumen resmi.

Contoh:

  • Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp900.500,50 (sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen). (Benar)
  • Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp900.500,50. (Salah)

Bagaimana, nih, Sobat Gensoed? Sudah paham atau belum? Sudah ya pastinya. Oke demikian beberapa aturan penggunaan bilangan pada teks yang harus mulai diterapkan dalam kehidupan berkomunikasi sehari-hari Sobat Gensoed, ya! Sampai jumpa di edisi berikutnya~