Oleh Muhammad Arif Maulana (F1A023006), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum atau biasa disebut dengan PTN-BH bisa diibaratkan seperti pedang bermata dua. Terdapat beberapa keuntungan untuk PTN yang sudah berstatus sebagai PTN-BH salah satunya yaitu Perguruan Tinggi Negeri mendapatkan hak otonom penuh untuk bisa menjalankan rumah tangganya sendiri dan campur tangan pemerintah sangatlah minim dalam pengambilan keputusan-keputusan di PTN tersebut. Tujuan dari itu semua yaitu agar perguruan tinggi bisa lebih cepat untuk berkembang dan berinovasi. Dengan memiliki otonom yang penuh dengan itu, perguruan tinggi bisa membuka program studi baru, juga bisa menutup program studi yang sekiranya tidak lagi dibutuhkan serta mengatur keuangan dan kepegawaiannya sendiri. Urusan keuangan inilah yang menjadi pekerjaan rumah, apakah bisa transparan? Tidak ada yang ditutup-tutupi dalam pengelolaan keuangannya.
Namun di balik keuntungan-keuntungan tersebut, terselip beberapa kelemahan, mulai dari pemerintah yang mengurangi dana subsidi PTN, serta kelemahan yang paling dirasakan dan merugikan mahasiswa adalah terjadi peningkatan biaya kuliah di PTN-BH yang membuat kesan PTN-BH ini cenderung memihak kepada masyarakat yang ekonominya sudah menengah ke atas, tetapi tidak untuk masyarakat ekonomi rendah yang mempunyai tekad dan keinginan untuk menempuh perguruan tinggi. Hal itu tentu saja dapat menjadi penghalang bagi generasi muda bangsa ini untuk mengakses pendidikan setinggi-tingginya bagi masyarakat ekonomi rendah.
Selain itu, jika kita melihat fasilitas Unsoed sekarang sepertinya masih banyak yang kurang. Hal yang sering kita rasakan apalagi bagi pejalan kaki yaitu Unsoed tidak memiliki trotoar untuk mahasiswa yang dalam berangkat dan pulang kuliah jalan kaki. Mahasiswa harus berjalan kaki di pinggir jalan besar. Berbagai dengan pengendara motor dan mobil yang sangat membahayakan bagi mereka, apalagi pada saat jam-jam sibuk ketika kendaraan sangat ramai. Fasilitas lain yang masih kurang yaitu tentang banyak sekali jalan yang rusak parah di fakultas-fakultas kampus Unsoed yang sangat memerlukan perbaikan.
Penerimaan mahasiswa baru yang meningkat drastis dari tahun sebelumnya juga menjadi masalah bagi mahasiswa. Mahasiswa merasakan kurang nyaman belajar di kelas akibat kapasitas ruangan yang tidak sepadan dengan jumlah mahasiswa.