Hai sobat Dhipa! Minggu ini, Dhipa akan membawakan berita ter-update spesial untuk kamu, lho! Jangan sampai, nih, kamu nggak up to date tentang berita yang sedang hangat saat ini. Oleh karena itu, yuk, disimak!

Sudah tahu belum? Dr. Condro Wibowo menjadi Visiting Lecturer di Nong Lam University Ho Chi Minh City Vietnam, lho!

(Sumber: unsoed.ac.id)

Sobat Dhipa, kali ini ada info menarik mengenai dosen, nih!

Kampus tercinta kita ini, Universitas Jenderal Soedirman semakin diakui eksistensinya. Hal ini terbukti dari adanya salah satu dosen Unsoed yang menjadi invited lecturer di Nong Lam University, Vietnam. Beliau adalah Dr. Condro Wibowo selaku Dosen Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Unsoed.

Keren banget, ya! Kok bisa seperti itu, ya, Dhip?

Mengutip dari unsoed.ac.id, begini Lur ceritanya. Dr. Condro Wibowo kembali dipercaya oleh Nong Lam University untuk mengajar Advanced Program on Food Technology di Faculty of Chemical Engineering and Food Technology. Beliau tentunya melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya, sehingga tahun ini dipercaya kembali untuk mengajar di NLU yang mana dua angkatan secara bersamaan (DH18TP dan DH19TP).

Advanced Program on Food Technology di NLU merupakan program khusus kelas internasional  dengan menggunakan standar pembelajaran yang ditetapkan oleh University of California, Davis (US Davis) Amerika Serikat. Pemilihan dosen yang mengajar dalam program ini diseleksi melalui hasil diskusi antara Tim Advanced Education Program Nong Lam University beserta pihak UC Davis Amerika dan berdasarkan rekam jejak masing-masing dosen. Setelah dua kali menjadi invited lecturer, biasanyaakan diganti, nih, dengan dosen yang lain, tetapi Dr. Condro Wibowo masih diberikan kepercayaan sampai saat ini. Wow, hebat banget kan?

(Sumber: unsoed.ac.id)

Dr. Condro pun sebagai invited lecturer, menyampaikan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan silabus. Penyampaian meteri pada program reguler dilakukan selama satu semester dengan empat kali tatap muka disetiap harinya, yang masing-masing selama 90 menit. Beliau mengatakan bahwa dalam satu hari terdapat tatap muka selama 6 jam, sehingga materi untuk satu semester disampaikan semua dalam 20 kali tatap muka yang jangka waktunya 30 jam.

Bukan hanya itu saja, Dr. Condro pun mengungkapkan kesannya ketika mengajar di Advance on Food Technology di Faculty of Food Science and Technology Nong Lam University yaitu secara luring pada tahun 2022 proses pembelajarannya berjalan dengan tertib, para mahasiswa serius melaksanakan tugas terstruktur, dan berperan aktif dalam mengikuti perkuliahan.

Mantap banget ya Sobat Dhipa untuk Pak Dosen Dr. Condro Wibowo ini. Semoga Universitas Jenderal Soedirman semakin maju lagi ke depannya.


Pertama di Indonesia, Jagad Lengger Festival Bertempat di Banyumas

(Sumber: purwokerto.inews.id)

Wah, yang bener, nih?

Beneran, Lur! No hoax, nih! Jagad Lengger Festival (JLF) ini, merupakan festival pertama di Indonesia yang mengkhususkan pada pelestarian seni tradisi lengger yang berasal dari Banyumas. Festival ini mengangkat tema “Ngunthili & Napak Tilas Tradisi Lengger” dengan tujuan membaca perkembangan tradisi lengger mulai dari dahulu, hari ini, dan hari yang akan datang. JLF sendiri berlangsung selama tiga hari yaitu pada Sabtu (26/6) hingga Senin (27/6) dan bertempat di Pendhapa Si Panji, Kecamatan Banyumas.

Kira-kira rangkaian acaranya apa saja, tuh, Dhip?

Selama tiga hari, JLF akan menyajikan berbagai macam program, lho, masing-masing memiliki fokusnya tersendiri yang dibungkus dalam berbagai acara, seperti seminar, pemutaran film, diskusi, hingga pertunjukan. Akan ada lima narasumber yang akan mengisi program seminar dengan bahasan hal ihwal lengger, yaitu Otniel Tasman, Garin Nugroho, Ahmad Tohari, Rene Lysloff, dan Budiman Sudjatmiko. Seminar ini, akan diselenggarakan tiap pagi lho, jadi jangan lewatkan kesempatan emas ini, ya!

Selain itu, terdapat program pameran arsip video perkembangan lengger dan arsip dari Sukendar, Nyi Kunes, Rasito, Dariah, dan lainnya yang merupakan para pegiat tradisi lengger. Pada JLF juga akan diadakan pemutaran tiga film gratis, salah satunya Kucumbu Tubuh Indahku (2019) karya Garin Nugroho. Lalu, pada hari terakhir festival, akan diselenggarakan penampilan lengger kontemporer dari Seblaka Sesutane dan Otniel Dance Community, serta peluncuran buku ‘Lengger Agamaku’ karya Otniel Tasman.

(liputan6.com)

Keren banget! Pasti acara ini punya tujuan yang nggak kalah keren, kan?

Benar sekali, Lur! Salah satu pembicara, yaitu Otniel Tasman juga mengatakan bahwa “Mestinya di suatu hari, tidak ada lagi pertanyaan, jane lengger kue lanang apa wadon (Sebenarnya lengger itu laki-laki apa perempuan). Itu adalah hal yang bagi saya bisa dibilang tidak penting, karena lengger ya lengger,” jelasnya. Lengger sendiri juga merupakan seni tradisi pertunjukan tari berkarakter feminim, yang umumnya ditarikan oleh laki-laki.

Pada perkembangannya, lengger kian terbuka untuk ditarikan oleh siapa saja juga dapat ditarikan oleh semua gender. Otniel Tasman  juga menambahkan bahwa “Tubuh penari lengger itu menyimpan banyak wacana. Kita bisa obrolkan lengger dari isu estetika, isu lingkungan, isu gender, dan banyak lainnya. Kami membuat Jagad Lengger Festival sebagai upaya pelestarian tradisi asli Banyumas yang sangat luhur,” jadi dapat disimpulkan bahwa JLF ini memiliki salah satu tujuan untuk meluruskan pandangan masyarakat mengenai pengertian lengger yang sebenarnya.

(Sumber: purwokerto.inews.id)

Terdapat pula penayangan secara eksklusif film dokumenter yang menceritakan kisah perjalanan Sadam, bocah laki-laki yang di kemudian hari menjadi seorang penari lengger ternama dari Banyumas bernama Dariah. Bowo Leksono, yang merupakan sutradara dari film tersebut juga menjelaskan tujuan dari pembuatan film ini adalah sebagai dokumentasi bagi generasi muda sehingga nantinya mereka dapat melihat dan turut merasakan apa yang pernah terjadi di masa silam.

Selain berfokus pada JFL, di Pendhapa Si Panji juga terdapat berbagai stand-stand UMKM menarik yang berjejer di sekitarnya. Mereka menyajikan berbagai macam stand mulai dari kuliner tradisional, pakaian, jasa lukis, hingga permainan tradisional masa kecil yang kini jarang ditemui. Jadi, jangan ragu-ragu untuk datang ke sini, ya! Jangan lupa pula untuk menjaga kebersihan di tempat sekitar agar saat kamu menikmati JFL, kamu akan lebih nyaman nantinya!


Pembentukan DLM dan Inisiasi BEM FIB untuk Pertama Kali

(Sumber: Instagram @dlmfibunsoed

Lur, ada info baru nih!

Seperti yang Sobat Dhipa ketahui bersama, peran Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pada setiap fakultas sangatlah penting. Organisasi tersebut akan membantu seluruh kegiatan yang ada di fakultas masing-masing. Apabila kedua organisasi ini tidak ada, maka proses kegiatannya akan sulit untuk berjalan.

Nah, salah satu fakultas yang belum memiliki BEM yaitu Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Maka dari itu, pada hari Sabtu (11/6) dibentuklah DLM dan inisiasi BEM FIB untuk pertama kali yang bertempat di Aula Gedung D Fakultas Ilmu Budaya Unsoed.

Kira-kira, siapa yang terpilih menjadi Presbem dan Ketua DLM nih Dip?

Oke Sobat Dhipa, jadi gini, penetapan Presiden BEM dan Ketua DLM kan melalui Musyawarah Luar Biasa (Muslub) DLM FIB. Hasilnya, atas nama Wahyu Andi Pratama terpilih menjadi Presiden BEM FIB 2022 dan atas nama Daninda Wardana terpilih menjadi Ketua DLM FIB 2022, gaess. Yeay, selamat ya kak!

Terus, pemilihannya gimana tuh?

Berdasarkan wawancara dengan Kak Ainul Fikri Saintiany, selaku mantan Ketua DLM FIB periode 2021, pemilihan Presbem dan Ketua DLM FIB 2022 dilakukan melalui Musyawarah Luar Biasa (Muslub) yang diselenggarakan oleh DLM FIB. Hal ini dikarenakan belum siapnya DLM FIB melaksanakan Pemilihan Raya (Pemira) di tahun ini, sehingga dipilihlah jalan kedua melalui Musyawarah Luar Biasa yang diikuti oleh seluruh KBMFIB. Apabila dipaksakan melalui Pemira, maka pemilihan Presbem FIB tidak akan pernah tercapai.

Seperti itu ya gaes ya, semoga kakak-kakak yang telah terpilih tersebut mampu mengemban amanah dengan baik dan membuat FIB semakin berjaya. Sekali lagi, congrats kak!


Penulis: Arsa Safira Zahra & Ammatulloh Nur Bhaethy

5 thoughts on “Weekly Report #15”
  1. Как избежать дубликатов номеров в своих документах, Как избежать повторений номеров в работе, Что такое дубликаты номеров и как их избежать, Полезные рекомендации по пронумерации документов, Зачем важно избегать дубликатов номеров, Частые причины появления одинаковых номеров, Примеры правильной нумерации, Эффективные методы обнаружения дубликатов номеров, Как исправить повторения номеров, Как реагировать на повторения номеров, Как избежать дубликатов номеров при публикации документов, Советы по созданию уникальных номеров, Как использовать номера умнее, чтобы избежать дубликатов, Как документировать процесс нумерации для предотвращения дубликатов номеров, Причины и последствия дублирования номеров в тексте, Способы использования технологий для предотвращения дубликатов, Советы по избеганию штрафов за повторения номеров, Эффективные методы защиты от дубликатов номеров, Секреты успешного избежания дубликатов номеров.
    дубликаты номеров москва https://dublikat-nomerov.ru/ .

Tinggalkan Balasan ke judi bola keduanya mustahil mendapatkan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *