Hari Minggu gini enaknya jalan-jalan ke Bogor… sambil baca Weekly Report! Apa kabar, semua! Akhirnya ya lur, kita memasuki WIB atau Waktu Indonesia bagian Bertamasya hihihihi. Teman-teman Dhipa sudah libur belum? Semoga waktu libur ini bisa kita manfaatkan untuk healing sejenak ya! Salah satunya dengan relax sambil baca Weekly Report edisi #18 ini nihh. Selain mendapat insight mengenai Unsoed, edisi ini juga menyajikan rekomendasi tempat liburan di Banyumas untuk teman-teman kunjungi! Without further ado, enjoy your reading~

BK Unsoed Gelar Talk Show Bertemakan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi

Sumber : unsoed.ac.id

Wahh menarik banget tema talk show-nya! Gak teman lah kita Dhip kalau gak di-spill

Lah kok malah kamu yang nanya?! Ya sudah deh, ini Dhipa kasih tau tentang acaranya! Huft minta jelasinnya kok sambil ngancem… Anyways, talk show ini adalah acara yang diselenggarakan oleh Bimbingan & Konseling Universitas Jenderal Soedirman (BK Unsoed). Setelah berhasil menyelenggarakan dua seri talk show, di talk show seri ketiga ini, BK Unsoed mengangkat judul “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggir”. Talk show ini disiarkan secara daring pada hari Selasa tanggal 12 Juli silam melalui Zoom Meeting.

Oiya Dhip, ada gak sih alasan khusus memilih tema tentang kekerasan seksual, terutama di perguruan tinggi?

Jadi begindang- ehh begini, seiringan dengan Peraturan Rektor Unsoed Nomor 38 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanganan kekerasan Seksual di Unsoed, Ketua BK Unsoed, Prof. Dr. Ir. Datta Dewi Purwantini M.S. berkata bahwa melalui talk show ini, BK Unsoed turut berpartisipasi dalam mensosialisasikan Peraturan Rektor Unsoed tersebut mengingat isu kekerasan seksual sedang ramai dibicarakan di ruang publik.

Siapa aja nih Dhip insan-insan hebat yang hadir di talk show-nya?

Tentunya ada banyak, dongg. Pertama-tama, ada Dr. Mintarti, M.Si., Ibu Dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), sebagai moderator dari talk show ini. Lalu, tiga narasumber telah dihadirkan untuk memberikan para audience informasi yang bermanfaat, yaitu Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Tri Wuryaningsih, M.Si, sebagai pembicara 1 aspek pendampingan; Ketua Unit Layanan dan Pengaduan Kekerasan Pusat Penelitian Gender, Anak, dan Pelayanan Masyarakat (PPGAPM) LPPM, Dr. Riris Ardhanariswari, S.H., M.H., sebagai pembicara 2 aspek hukum; Psikolog BK Unsoed, Ibu Rahmawati Wulansari, S. Psi., M. Si., sebagai pembicara 3 aspek dampak psikologi.

Keren-keren euy pembicaranya! Terus, hal apa saja yang disosialisasikan terkait isu kekerasan seksual di talk show ini, Dhip?

Ibu Ketua BK Unsoed menuturkan bahwa dengan kemungkinan terjadinya kekerasan seksual di sekitar kita, mungkin masih ada sivitas akademika yang belum memahami langkah untuk menangani dan mencegah hal tersebut. Oleh karena itu, sebagai sahabat mahasiswa, BK Unsoed menjalankan fungsinya dalam menyebarluaskan informasi terkait Peraturan Rektor Unsoed dan memberi wadah untuk orang-orang yang ingin berdiskusi dengan narasumber yang kompeten dalam bidangnya melalui talk show ini.

Selain itu, informasi mengenai definisi-definisi kekerasan seksual juga dipaparkan. Salah satunya adalah menurut Peraturan Rektor No. 38 Tahun 2021 yang sebelumnya telah disebutkan, yaitu Kekerasan Seksual adalah setiap perbuatan merendahkan, menghina, melecehkan, dan/atau menyerang tubuh, dan/atau fungsi reproduksi, seseorang, karena ketimpangan relasi kuasa, dan/atau gender, yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan psikis dan/atau fisik termasuk yang mengganggu kesehatan reproduksi seseorang dan hilang kesempatan melaksanakan pendidikan tinggi dengan aman dan optimal.

Tak hanya definisi-definisi, faktor-faktor penyebab kekerasan seksual pun juga turut disajikan di talk show tersebut, diantaranya adalah tidak maraknya concent culture atau meminta izin, patriarki dan ketidakseimbangan gender, stigma negatif masyarakat, belum ada aturan jelas terkait permasalahan ini, dan victim blaming atau menyalahkan korban.

Woww Talk show-nya informatif sekali ya! Oke deh, kalau begitu aku kasih lagi Weekly Report ini ke Dhipa. Monggo Dhipa…


Halo, Gensoed! Dipha bawa kabar baik nih dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed yang akan menjalin Kerjasama dengan PT. Pegadaian.

Sumber: unsoed.ac.id

Wah, dalam rangka apa nih?

Jadi, kerjasama ini dibangun antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed dengan PT. Pegadaian Kantor Area Purwokerto dalam rangka memperluas wadah potensi mahasiswa FEB Unsoed, untuk dapat mempersiapkan keterampilan yang dibutuhkan sebelum masuk dunia kerja melalui realisasi program magang seperti MBKM.

Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, M.Sc.,Ph.D sebagai Dekan FEB Unsoed dalam sambutannya, menyampaikan harapan bahwa dengan diadakannya kerjasama tersebut, mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan terutama pada unit bisnis mengenai pemahaman selera konsumen dan mengetahui persepsi masyarakat terhadap pegadaian melalui riset untuk memenuhi kebutuhan Final Project.

M. Aries Aviani selaku Deputi Bisnis PT. Pegadaian Purwokerto juga menyampaikan, bahwa akan dilaksanakan seleksi dalam memilih mahasiswa yang berkompeten untuk mengikuti program magang MBKM di PT. Pegadaian.

Terus siapa aja yang hadir dalam proses penandatanganan jalinan kerjasamanya?

Well, proses penandatanganan perjanjian kerjasama dihadiri oleh Dekan FEB Unsoed, Deputi Bisnis Pegadaian Area Purwokerto, Kepala Departemen Gadai Area Purwokerto, Kepala departemen Non Gadai, Marketing Executive serta Koordinator dan Sub Koordinator FEB Unsoed.

Wah, semoga kerjasama antara FEB Unsoed dan PT. Pegadaian dapat menguntungkan kedua belah pihak serta berjalan dengan baik ya.


Halo sobat Dhipa! akhirnya nih yang ditunggu-tunggu, edisi liburan dari weekly report. Kali ini Dhipa bawa informasi mengenai rekomendasi tempat di Banyumas, nih! simak informasi berikut ya!

Sumber: IDN Times

Wah, rekomendasinya dimana nih?

So, tempatnya itu ada di kaki Gunung Slamet namanya Bukit Tranggulasih. Destinasi wisata yang satu ini emang ga pernah sepi pengunjung, terutama pada hari libur. Letaknya yang berada di ketinggian 750 mdpl membuat wisatawan yang berkunjung dapat melihat pemandangan kota purwokerto serta keindahan waktu matahari terbit dan tenggelam.

Keren! kasih deskripsi lebih lanjut Dhip

Oke, kondisi udaranya yang sejuk menjadikan tempat yang satu ini sering digunakan wisatawan untuk berkemah atau sekedar rekreasi dan berswafoto. Jam operasional yang diterapkan di Bukti Tranggulasih yaitu setiap hari Senin sampai Minggu selama 24 jam. Hanya dengan mengeluarkan biaya tiket sebesar Rp.5.000 per orang, kita sudah bisa menikmati pemandangan yang menyegarkan di berbagai sudut Bukit Tranggulasih.

So, gimana? Bukit Tranggulasih cocok nih buat masuk list destinasi wisata selama liburan.


Penulis: Shadine Azalia Viranda & Fathimah Afra Salsabila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *