Yeay it’s finally Sunday! Yep, kamu telah berhasil melewati minggu pertama di bulan Agustus!! You did well babies (◍•ᴗ•◍)❤ Sebagai apresiasi kerja keras kamu di awal bulan ini, let’s talk about happiest news today, shall we? Berita minggu ini, dijamin bakal bikin kamu full senyum, lho! Let’s go!

Kabar baik! Harga kebutuhan pokok di Banyumas mulai turun

(Sumber: jatengtribunnews.com)

Asik! Bisa masak hemat lagi, dong, Dhipa?

Yashh, benar sekali, untuk kalian sobat Dhipa yang biasa memasak, congrats! Kalian sudah bisa berbelanja kebutuhan pokok dengan harga yang hampir menyentuh normal lagi. Meskipun harga yang turun belum kembali 100% seperti harga semula, secara bertahap akan terus menurun, kok! Jangan khawatir yaaa~

(Sumber: wartabahari.com)

Emangnya turun jadi berapa, tuh?

Meninjau dari para penjual di Pasar Manis pada (5/8) penurunan harga terjadi pada komoditas cabai merah besar dari Rp85.000 per kilogram menjadi Rp75.000/kg, cabai merah keriting turun dari Rp85.000/kg menjadi Rp80.000/kg, cabai rawit hijau turun dari Rp60.000/kg menjadi Rp55.000/kg, bawang putih turun dari Rp33.000/kg menjadi Rp31.000/kg, sedangkan bawang merah mengalami penurunan paling lambat dan masih bertahan di kisaran Rp55.000/kg setelah turun dari Rp60.000/kg sejak beberapa hari. Selain pada cabai dan bawang, penurunan harga terjadi pula pada daging ayam ras yang turun dari Rp37.000/kg menjadi Rp36.000/kg dan telur ayam ras dari Rp27.500/kg menjadi Rp26.000/kg.

Alhamdulillah~ Tapi kepo, deh. Kenapa kemarin sempat naik, ya?

Mengutip dari jateng.antaranews.com, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Rony Hartawan, mengatakan kenaikan harga komoditas cabai, bawang merah, serta daging ayam ras yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir berdampak terhadap inflasi pada bulan Juli 2022 di Purwokerto. Menurut beliau, salah satu faktor pendorong inflasi bulan Juli adalah kenaikan harga nasi dengan lauk di tengah kenaikan harga bahan, termasuk kenaikan harga produk hortikultura akibat pengaruh perubahan cuaca serta kenaikan harga daging ayam ras akibat harga pakan.

(Sumber: radarbanyumas.co.id)

Oh gitu… Lantas, faktor apa yang menjadikan harganya kembali menurun stabil?

Simple nya sih, karena harga yang melonjak, permintaan pasar kian menurun dan membuat para penjual mengalami kerugian. Long story short, mereka akhirnya menurunkan harga untuk menarik perhatian pembeli. And ya, berhasil! Faktor lain seperti pasokan yang kembali lancar membuat bahan tersebut bisa dibilang melimpah dan persaingan harga menjadi turun. Jika sobat Dhipa tau, bulan ini juga merupakan bukan Sura, loh. Yang mana tidak ada warga yang menggelar hajatan, sehingga konsumennya hanya rumah tangga, dan ini merupakan faktor yang cukup besar terkait permintaan konsumen.

Emang kenapa kalo bulan Sura, Dhip?

Sssttt, I’ll tell you in another Weekly, stay tuned, don’t miss it, or you’ll regret it :p Sekarang waktunya kita move on ke berita baik selanjutnya, yuk! Next~


Lur, Tim pemberdayaan Universitas Jenderal Soedirman mendapat apresiasi dari Bupati Tegal Dra. Hj Umi Azizah. Yuk kita simak!

(Sumber: Unsoed.ac.id)

Tim Pemberdayaan melaksanakan Penelitian Dasar Kompetitif Nasional (PDKN) dengan tema “green economy” dalam bentuk kegiatan pemberdayaan warga Desa Kalibakung, Kecamatan Balapulang berupa budidaya tanaman dan produk herbal.

Terus bagaimana, ya, harapan kedepannya?

Diharapkan, kemitraan antara Unit Pelaksana Teknis Daerah – Wisata Kesehatan Jamu (UPTD WKJ) Kalibakung, dengan masyarakat sekitar dan Unsoed akan terus berlanjut bisa bersinergi dan mandiri dalam mengembangkan tanaman dan produk herbal. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Tegal, saya mengucapkan terima kasih dengan kegiatan pemberdayaan yang dilakukan Tim PDKN Unsoed di Desa Kalibakung ini. Saya memuji dan salut bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat sekali,” ujar Bupati Dra.Umi Azizah saat menutup kegiatan Pemberdayaan Budidaya Tanaman Herbal di UPTD WKJ Kalibakung, Rabu (3/8).

Kalau di lihat-lihat, banyak juga, nih, yang hadir diacara tersebut, siapa aja ya?

Hadir dalam acara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unsoed Prof. Dr. Rifda Naufalin SP., M.Si, Ketua Tim Pemberdayaan Unsoed Dr. Adhi Iman Sulaiman, S.IP., M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dr. Ruszaeni, SH, M.Mr, Kepala UPTD WKJ Kalibakung Umi Diah Arti, S.KM, Camat beserta Muspika Balapulang , Kepala Desa Kalibakung Mujiyono, ST MH dan peserta pelatihan pemberdayaan tanaman herbal.

(Sumber: unsoed.ac.id)

Kegiatan pelatihan pemberdayaan tanaman dan produk herbal digelar sejak Jumat (15/7) hingga Rabu (3/8), dalam bentuk teori maupun praktek di lapangan, diikuti 27 orang. Yakni 15 orang dari unsur PKK, Posyandu dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dari generasi muda Desa Kalibakung, 5 orang dari UPTD Klinik WKJ dan 5 orang mahasiswa Unsoed.

Terus gimana, nih, tanggapan dari Bupati Tegal ya, Lur?

Bupati Tegal Umi Azizah meyakini, ke depan pengobatan herbal akan berkembang dan diminati masyarakat. Hal ini seiring isu global dan gaya hidup kembali ke alam atau back to nature menjadi tren saat ini sehingga masyarakat kembali memanfaatkan berbagai bahan alami, termasuk pengobatan dengan tumbuhan obat atau herbal. Namun, banyak kalangan di masyarakat yang belum memiliki informasi yang cukup tentang tanaman berkhasiat obat. “Ini menjadi tantangan bagi Pemkab Tegal dan WKJ Kalibakung, untuk terus mensosialisasikan manfaat tanaman obat bagi masyarakat,” tandas Umi Azizah.

Bupati Umi Azizah menegaskan, UPTD WKJ Kalibakung sebagai satu-satunya di Jawa-Tengah dan merupakan proyek unggulan Pemerintah Kabupaten Tegal, ke depan akan dimaksimalkan perannya. Selama ini, diakui keberadaan UPTD WKJ Kalibakung kurang dikenal luas oleh masyarakat, dan masyarakat sekitar belum diberdayakan untuk memasok berbagai kebutuhan tanaman obat, seperti temulawak, jahe, kumis kucing, kunyit, kencur, sereh, lengkuas, kapulaga dan sebagainya.

Nah, gimana tuh kebutuhan tanaman obat UPTD WKJ Kalibakung?

65 persen berupa simplisa atau tanaman obat yang sudah dikeringkan dipasok dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat (B2P2TOOT) Tawangmangu-Karanganyar, dan 35 persen sisanya menanam sendiri.

Ada ajakan juga nih Lur dari Bupati Tegal…

Bupati mengajak kepada para petani di Kalibakung khususnya, berminat membudidayakan tanaman jamu dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah atau kebun menjadi lahan pertanian holtikultura dan tanaman herbal. Budidaya tanaman jamu atau empon-empon ini, selain melindungi keanekaragaman hayati dan menjaga kearifan lokal, juga bisa mendatangkan keuntungan ekonomi dari penjualan bahan mentah tanaman herbal maupun yang sudah berupa simplisia.

“Untuk itu saya minta WKJ Kalibakung bisa menampung dan membeli hasil panen dari mitra binaannya ini, sehingga ketergantungan kita pada pasokan bahan jamu yang dibeli dari sejumlah pasar tradisional di Kota Solo seperti Pasar Gede ataupun petani di Karanganyar bisa dikurangi,” ujarnya.

Selanjutnya Ketua Tim Pemberdayaan Unsoed, Dr. Adhi Iman Sulaiman, S.IP., M.Si juga menyampaikan nih, Lur…

Bahwa selama pelatihan peserta mendapatkan materi secara teori maupun praktek. Untuk teori, para peserta diberi pengetahuan tentang jenis-jenis tanaman obat keluarga, minuman herbal, simplisia herbal (bahan herbal yang sudah dikeringkan), dan tips peliputan berita produk unggulan dan kawasan wisata sebagai promosi pemasaran.

Untuk materi praktek, diantaranya peserta diajari membuat produk minyak herbal, minuman serta serbuk herbal,sabun cuci tangan dan sabun lantai dari herbal, membuat produk simplisia serbuk herbal, praktek fotografi dan pembuatan video promosi untuk dipublikasikan melalui media massa dan media sosial seperti instagram dan facebook.

Para instruktur dalam kegiatan ini juga nggak main-main, lhoo…

Yaitu pihak-pihak yang kompeten di bidangnya. Yakni dari Klinik WKJ Kalibakung, Ketua Perkumpulan Profesi Kesehatan Tradisional Ramuan Jamu Nasional (PP Kestrajamnas), Fakultas Farmasi Unsoed, Fakultas Pertanian Unsoed, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu dan jurnalis.

Terakhir, Pak Adhi menjelaskan target kegiatan pemberdayaan tahun 2022 ini untuk meningkatkan motivasi dan inspirasi bagi peserta akan manfaat tanaman dan produk herbal, minimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan kelompok sebagai kemandirian kesehatan. Kedepanya diharapkan bisa menjadi mitra untuk memasok bahan herbal ke WKJ Kalibakung yang dapat memberikan nilai tambah bagi usaha ekonomi masyarakat. “Kemudian target lainnya membentuk kelembagaan kelompok budidaya dan produk herbal di masyarakat yang perlu berkelanjutan,” ujar Pak Adhi Iman Sulaiman yang juga dosen Fisip Unsoed ini.


Prestasi membanggakan lagi-lagi diraih sama delegasi Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unsoed nih, Lur, keren banget ya …

Kali ini delegasi KSR PMI Unsoed Naufal Azhar Fa’iq (Jurusan Hubungan Internasional Angkatan 2019) yang juga merupakan Komandan KSR PMI Unsoed berhasil meraih Juara 1 Lomba Esai Kebencanaan Manajemen Tanggap Darurat Bencana KSR PMI Unit Perguruan Tinggi Se-Indonesia. Ajang nasional ini diselenggarakan oleh KSR PMI UNIT Universitas Negeri Jakarta pada 20 – 27 Juli 2022.

Bisa dapet juara, kira-kira persiapannya apa aja ya, Lur?

Naufal Azhar Fa’iq mengatakan terkait persiapan yang dilakukan dalam menghadapi lomba yaitu menentukan dan menghubungi mentor lomba. Mentor lomba merupakan pihak PMI Kabupaten Banyumas dan merupakan Anggota KSR PMI Unit Unsoed. “Setelah itu, melakukan diskusi dengan mentor terkait dengan bahasan lomba untuk menentukan topik yang akan diangkat dalam esai. Lalu, mematangkan konsep dan topik yang akan dibahas dalam esai sebelum memulai penulisan esai”, urainya.

Ditambahkannya bahwa Lomba esai ini termasuk dalam rangkaian kegiatan Pelatihan Manajemen Tanggap Darurat Bencana KSR PMI Unit Perguruan Tinggi Se-Indonesia yang diselenggarakan KSR PMI Unit UNJ. Lomba ini dilaksanakan dengan 2 kali tahap. Tahap yang pertama yaitu pengumpulan naskah esai dan dilanjutkan dengan tahap wawancara. Setelah itu, dilakukan penjurian dan pengumuman juara.

“Saya sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu baik dalam persiapan maupun penulisan esai ini. Semoga dengan gelar juara ini dapat menjadi motivasi bagi anggota KSR PMI Unit Unsoed untuk selalu berperan aktif diberbagai kegiatan dan perlombaan sebagai sarana untuk menambah pengalaman dan pelajaran serta mengharumkan nama baik Universitas Jenderal Soedirman di tingkat nasional”, pungkasnya.

Wah, keren banget, ya. Semoga kita juga bisa menorehkan prestasi seperti mereka, ya, Lur, aamiin


Penulis: Ammatulloh Nur Bhaethy & Putri Utamaningtyas

Bagikan