Hai hai haiii, balik lagi nih di Weekly Report ke-36. Ga kerasa udah weekend lagi yaa:(, eitss tapi jangan sedih dulu!! Ada yang spesial nih, buat temenin weekend kalian, penasaran kan? Let’s check it out!!
Dua Guru Besar Faperta Unsoed ikuti Side Event KTT G20, Global Food Security Forum 2022. Kok Bisa?

Kabar membanggakan datang dari Faperta Unsoed, nih!!
Adanya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Bali, terdapat acara sampingan (side events) juga, lho dengan tema Global Food Security Forum Bali 2022. Tujuan dari program tersebut untuk mengembangkan cetak biru (blue-print) lintas sektor yang komprehensif agar krisis pangan dapat diatasi dan ketahanan global terhadap krisis pangan di masa depan dapat ditingkatkan.
Lalu, siapa aja yang ikut berpatisipasi dalam acara ini, Dhip??
Acara Food Security Forum Bali 2022 ini, dihadiri oleh perwakilan delegasi dari 19 negara yang mengikuti rangkaian acara KTT G20 di Bali. Hal paling membanggakan lagi, dua Guru Besar Unsoed pun turut hadir memenuhi undangan acara tersebut, yaitu Guru Besar bidang Pemuliaan Tanaman dan Ilmu Penyakit Tanaman dari Fakultas Pertanian Unsoed, yakni Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D. dan Prof. Ir. Loekas Soesanto, M.S., Ph.D.
Wow, keren banget ya!
Emangnya, mereka bahas apa aja sih??
Acara Food Security Forum Bali 2022 ini, membahas tentang ketahanan pangan dunia dan tantangan yang dihadapi seperti ledakan penduduk dunia, perubahan iklim global, perang yang melibatkan negara lumbung pangan dunia, serta beberapa isu lain terkait ketersediaan air dan adanya sampah/limbah makanan yang berlebihan. Secara umum, forum menyepakati bahwa ketahanan pangan adalah masalah global yang sangat penting dan strategis. Pembahasan kali ini juga berfokus pada ketahanan pangan dan juga mengarah pada bagaimana setiap keluarga di muka bumi ini mampu mengakses pangan secara cukup baik jumlah dan mutu.
Keren! Unsoed Jadi Tuan Rumah Wakil Dekan Akademik FIB Se-Indonesia

Lur, ada berita dari Unsoed, nih! Mau tau ga?
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unsoed menjadi tuan rumah dalam forum pertemuan Wakil Dekan Akademik FIB se-Indonesia, lho. Tema yang diusung dalam program ini yaitu “Para Pejuang Akademik, Bangga Meningkatkan Akademik Bangsa!” dengan total yang hadir dalam acara tersebut sejumlah tujuh belas Wakil Dekan Bidang Akademik FIB se-Indonesia.
Mantap! Kira-kira yang hadir dari universitas mana aja nih, Dhip?
Mengutip dari unsoed.ac.id, yang hadir dalam pimpinan FIB se-Indonesia yaitu Universitas Airlangga (Jawa Timur), Universitas Brawijaya (Malang, Jawa Timur), Universitas Diponegoro (Semarang, Jawa Tengah), Universitas Sebelas Maret (Jawa Tengah), Universitas Padjadjaran (Jawa Barat), Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta), Universitas Andalas (Sumatera Barat), Universitas Sumatera Utara, Universitas Udayana (Bali), Universitas Mahasaraswati (Bali), Universitas Jambi, Universitas Sam Ratulangi (Sulawesi Utara), Universitas Tadulaku (Sulawesi Tengah), Universitas Khairun (Maluku Utara), dan Universitas Mulawarman (Kalimantan Timur).
Widiww….spill tanggapan dari Wakil Dekan Bidang Akademik FIB Unsoed juga dong, Dhip!
Oke gaess, tenang aja. Dr. Ely Triasih Rahayu selaku tuan rumah mengungkapkan bahwa tujuan dari pertemuan ini untuk memfasilitasi implementasi kegiatan MBKM Pertukaran Mahasiswa pada semester genap yang berjalan tahun 2022/2023. Beliau juga berharap adanya pembelajaran lintas kampus dapat memperkuat persaudaraan lintas budaya dan memperluas wawasan mahasiswa mengenai ke-Bhinneka Tungga Ika-an.
Bupati Banyumas Jadi Pembicara dalam Konferensi Perubahan Iklim (COP27) di Mesir, lho!

What happend, Lur?
Sukses mengelola sampah hingga tak perlu lagi ada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) konvensional seperti di daerah-daerah lain, menjadi prestasi bagi Achmad Husein Bupati Banyumas. Kesuksesan tersebut juga menjadikannya salah satu pembicara di acara bergengsi, loh.
Wiih acara bergengsi apa ya Dipha? Spill spill!!!!
Tak main-main sedulur Banyumas, Husein turut berpartisipasi dalam Konferensi Perubahan Iklim (COP27) di Sharm El-Sheikh, Mesir, yang berlangsung pada 6-18 November 2022. He was one of the speakers di acara tersebut.
Tell me more!!!
Husein bercerita, upayanya mengubah pengeloaan sampah itu bermula dari peristiwa protes masyarakat Banyumas terkait problem sampah ketika Husein sedang cuti pada tahun 2018.
I see, terus apa yang menarik dari solusi pengelolaan sampah yang dilakukan Husein?
Now… Banyumas bisa dikatakan tak ada lagi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) konvensional. Pasalnya, sampah dari masyarakat habis diproses di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) serta TPA Berbasis Lingkungan dan Edukasi.
Then, sampah diproses sesuai dengan jenisnya hingga dapat menghasilkan nilai ekonomis bagi masyarakat di sekitarnya. Beberapa produk hasil pengelolaan sampah antara lain, pupuk dari sampah organik hingga sampah anorganik seperti plastik diolah menjadi paving blok, genteng, dan campuran aspal.
Dipha acungi jempol untuk kekreativan Bupati Banyumas dalam penanganan sampah.
Penulis: Shakila Jasmine & Arsa Safria Zahra