Halo sedulur Gensoed! Balik lagi sama Dhipa di ujung minggu yang penuh kegembiraan. Dhipa pastinya bawa kabar yang kece nih. Tanpa berlama-lama, yuk meluncuurr!

Hari Susu Nusantara, Fapet Unsoed Bagi-Bagi Susu Sapi Gratis

(Sumber: Kementerian Media Kreatif dan Aplikatif)

Kabar pertama datang dari Fakultas Peternakan, nih. Pada Minggu (6/11) Fapet bagi-bagi susu gratis, lho. Sobat Gensoed ada yang ikut dan kebagian susu nggak nih?

Memangnya dalam rangka apa sih Fapet bagi-bagi susu, Dhip?

Fapet atau lebih tepatnya Panitia Hari Susu Nusantara 2022 bagi-bagi susu sapi gratis ini untuk memperingati Hari Susu Nusantara yang sebenarnya itu pada tanggal 1 Juni. Rangkaian acaranya juga udah dimulai dari bulan Juni, tapi puncaknya itu kemarin waktu 6 November, Lur. Acara dimulai dari pukul 8.30 WIB sampai semua cup susu habis dan dilanjut penutupan acara pada pukul 12.30 WIB

Wow, denger-denger ada 10.000 cup susu yang dibagiin, ya? Terus bagi-baginya kemarin di mana aja sih, Dhip?

Yes, bener banget! Dan itu jadi jumlah bagi-bagi susu terbanyak se-Indonesia, lho. Untuk lokasi bagi-bagi susunya kemarin itu ada 5 titik, Lur. Lokasinya ada di depan Fakultas Peternakan Unsoed, depan Rektorat Unsoed, Gor Soesilo Soedarman, Gor Satria, dan di sekitar Jalan Kampus. For your information, masyarakat umum antusias banget lho buat acara bagi-bagi susu gratis ini. Stok susu udah habis tapi masih banyak warga yang datang. Keren deh.

And, then?

Nah, selain untuk memperingati Hari Susu Nusantara, tujuan diadakannya bagi-bagi susu sapi gratis ini juga untuk memberi edukasi untuk masyarakat Banyumas khususnya Purwokerto akan pentingnya minum susu nih, Gensoed. “Untuk mengingatkan kembali kepada para masyarakat khususnya Banyumas dan Purwokerto ini pentingnya minum susu untuk kehidupan sehari-hari. Tentunya susu kan punya kandungan protein dan lain-lain yang baik buat kesehatan kita,” ungkap Aila, volunteer Hari Susu Nusantara 2022.  

Wah, seru banget ya. Tahun depan wajib ikut nih yang belum sempat kebagian susu sapi gratis!

Seru, dong. Semoga tahun depan Fapet bisa nyediain lebih banyak cup susu lagi ya mengingat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi!

Oke, Lur. Setelah kabar dari Unsoed, kita geser dikit buat liat kabar terbaru dari Banyumas nih. Let’s go ke berita selanjutnya ~


Ratusan Seniman Siap Tampil di Pentas Lanang Lenggeran Banyumas, Gensoed… Are You Excited for Watch It?

(Sumber: iNewsJateng.id)

Ana apa sih, Dipha?

Pandemi Covid-19 memang sempat membuat ketar-ketir para seniman di Banyumas Raya, pasalnya pemerintah membatasi adanya pagelaran karena membuat kerumunan. Nah pascapandemi Covid-19, akhirnya akan ada lagi pertunjukkan kesenian bertajuk “Pentas Lanang Lenggeran” di Lapangan Desa Pandak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (19/11) malam.

Siapa yang menginisiasi pagelaran “Pentas Lanang Lenggeran?

Pagelaran ini diinisiasi oleh Yayasan Budaya Langgengsari kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) sebagai upaya pemulihan kembali ekonomi nasional melalui sektor budaya pascapandemi Covid-19.

Wiih keren, ya Diph?

Yapss, Lur… selain diapresiasi dan didukung oleh Kemendikbud Ristek, pagelaran tersebut juga menghadirkan 100 seniman lengger mulai dari lengger lanang, penari perempuan, hingga pemain calung akan tampil dalam acara tersebut.

Anything else??

Fyi, lengger lanang merupakan tarian tradisional dari Banyumas yang melibatkan lintas gender karena penarinya laki-laki yang berpenampilan seperti perempuan. Kata lengger sendiri diambil dari kata “leng” dan “jengger” yang berarti laki-laki dianggap perempuan.

Dilansir dari Kumparan.com (2022) pada masa sebelum kemerdekaan, adanya lennger lanang bertujuan untuk mengelabuhi laki-laki yang terkadang melakukan hal-hal yang tidak pantas kepada penari wanita, yaitu memasukkan gergaji atau uang ke dalam kemben.

Kesenian unik ini masih bertahan hingga sekarang. So, Gensoed sebagai generasi muda pecinta kesenian, langsung saja merapat menonton kesenian unik Banyumas yaitu “Pentas Lanang Lenggeran” ke Lapangan Desa Pandak.

Setelah bahas kesenian, yuk kita beralih ke percuanan!! Kakak-kakak alumni Unsoed yang kerjanya di Banyumas, perlu simak nih…..


Upah Minimum 2023 Ditetapkan 21 November 2022, Apa Kabar UMK Banyumas 5 Tahun Terakhir?

(Sumber: Kementerian Media Kreatif dan Aplikatif)

Serba serbi naik mulai dari persembakoan hingga perbensinan, akankah UMK Banyumas juga sebanding dengan kenaikkan tersebut, Diph?

Waitt, Lur, pengumumannya masih tanggal 21 November 2022. Before we go on, Dipha akan jelaskan seputar UMK dulu. UMK atau Upah Minimum Kabupaten merupakan standar upah bulanan terendah yang berlaku di kabupaten. Nah Upah Minimum sendiri yang menetapkan yaitu Gubernur berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Aturan tersebut turunan dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Secara filosofi, upah minimum ditetapkan sebagai perlindungan hak-hak dari para pekerja atau buruh.

I’m curious, apa pertimbangan gubernur ketika menetapkan UMK?

Pertimbangan dari upah minimum yaitu pertumbuhan ekonomi dan inflasi daerah yang bersangkutan. Gubernur bisa menetapkan UMK dengan syarat rata-rata pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota yang bersangkutan selama tiga tahun terakhir dari data yang tersedia pada periode yang sama, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi.

Last… apa kabar UMK Banyumas 5 tahun terakhir?

Dilansir dari tribunjateng.com (2022), inilah UMK Banyumas 5 tahun terakhir:

  1. UMK Kabupaten Banyumas 2022, Rp 1.983.261,84;
  2. UMK Kabupaten Banyumas 2021, Rp 1.970.000;
  3. UMK Kabupaten Banyumas 2020, Rp 1.900.000;
  4. UMK Kabupaten Banyumas 2019, Rp 1.750.000;
  5. UMK Kabupaten Banyumas 2018, Rp 1.589.000.

HOW ABOUT UMK 2023???????


Penulis: Annisa Nurul Hakim & Nafisha Rizky Dhiaz Zachrie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *