Halo, Sobat Gensoed! Bagaimana kabar kalian di hari-hari yang sering hujan ini? Semoga selalu dalam keadaan baik ya, Sobat. Weekly Report kali ini akan menemani kalian sembari menunggu hujan reda dengan berita-berita terbaru, nih. Yuk langsung disimak!
Panas? Siap-Siap Indonesia Mulai Memasuki Musim Kemarau

(Sumber: Www.okezone.news)
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa pada bulan April hingga Juni 2025, sebanyak 57,7 persen wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau. Wilayah yang termasuk ke dalam 57,7 persen ini antara lain adalah Sumatera, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Sementara itu, sebagian wilayah lainnya masih berada dalam masa peralihan musim atau biasa disebut musim pancaroba.
Dampak dari musim pancaroba ini apa tuh, Min?
Musim pancaroba adalah peralihan dari musim hujan ke kemarau ataupun sebaliknya. Dampaknya, pada pagi sampai siang hari cuaca akan panas, lalu hujan berintensitas sedang hingga lebat pada sore hingga malam hari. Hal ini membuat perbedaan suhu yang drastis dari siang ke malam sehingga orang-orang cenderung mudah sakit karenanya.
Kalau begitu, biar nggak mudah sakit gimana dong?
Mempertimbangkan dinamika atmosfer yang bersifat fluktuatif dan dapat berubah secara tiba-tiba, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah-langkah antisipatif untuk memitigasi potensi dampak dari cuaca ekstrem ini. Langkah-lanngkah tersebut mencakup pemeliharaan kondisi kesehatan, pemenuhan kebutuhan cairan tubuh, dan pembatasan aktivitas di luar ruangan yang langsung terpapar sinar matahari, terutama pada saat siang hari. Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk selalu memantau prakiraan cuaca terkini untuk mengantisipasi hujan bercurah sedang hingga lebat di daerah yang masih dalam musim pancaroba.
Selalu jaga kesehatan kalian ya, Sobat.
Study Tour Dihapus, Lebih Baik Healing di Banyumas Saja!

(Sumber: Www.kompas.com)
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berencana untuk mengkaji ulang kebijakan yang melarang kegiatan study tour di instansi pendidikan, khususnya di Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, mengungkapkan bahwa aturan terkait study tour akan dievaluasi dengan mempertimbangkan pro dan kontra yang ada. Terlepas adanya faktor biaya yang terkadang memberatkan orang tua, kegiatan tersebut dinilai memiliki manfaat bagi pelajar.
Melalui study tour, pelajar berkesempatan untuk mengetahui destinasi wisata di kota atau provinsi lain yang selama ini belum mereka ketahui. Dalam proses pengkajian ini, Pemprov Jateng akan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan, Pariwisata (Disporapar), serta Dinas Perhubungan (Dishub). Yasin menambahkan bahwa dalam waktu dekat, Pemprov Jateng akan menyiapkan strategi-strategi untuk merumuskan kebijakan tersebut.
Kira-kira strategi apa yang disiapkan oleh Pemprov Jateng, Min?
Program Edutrip Dishub merupakan salah satu contoh program yang diinisiasi oleh Dishub dengan memanfaatkan layanan bus Trans Jateng di sepanjang koridor yang beroperasi. Disporapar juga diharapkan dapat mengemas pariwisata berbasis edu-wisata berkolaborasi dengan Disdikbud. Yasin menekankan bahwa kesiapan dan kelayakan armada bus harus menjadi perhatian semua pihak, baik pemerintah maupun biro perjalanan wisata untuk memastikan armada tersebut layak jalan.
Meskipun demikian, Yasin menekankan bahwa kegiatan study tour tidak boleh membebani keuangan orang tua murid. Ia telah menerima sejumlah masukan dari masyarakat terkait keberatan mengenai penyelenggaraan study tour yang memberatkan. Untuk itu, Yasin meminta Disdikbud Provinsi Jateng untuk membuka kanal aduan guna mencegah potensi pungutan liar (pungli) atau praktik mencari keuntungan pribadi yang berkedok study tour.
Unsoed Menjadi Tuan Rumah Pelaksanaan Entrepreneur Hub Bersama UMKM Lokal

(Sumber: rri.co.id)
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menjadi tuan rumah pelaksanaan Entrepreneur Hub Terpadu Banyumas 2025, yaitu sebuah program kolaboratif yang bertujuan mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis teknologi dan kreativitas.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Helvi Yuni Moraza, yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas Biologi Unsoed. Dengan mengusung tema “Entrepreneur Journey – Scaling UP,” kegiatan ini sebagai agenda perdana Kementerian UMKM di tahun 2025 dalam upaya mempercepat pertumbuhan wirausaha di sektor riil.
Rektor Unsoed Prof.Dr.Ir Akhmad Sodiq M.Sc.,Agr.,IPU.,ASEAN Eng menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Wakil Menteri UMKM di Unsoed dan komitmen Unsoed dalam mendukung program pemerintah.
Oiya Min, apa saja sih rangkaian kegiatan ini?
Entrepreneur Hub Terpadu Banyumas 2025 terbagi menjadi dua kegiatan utama, yaitu:
- Pengenalan Entrepreneur Hub Banyumas yang bekerja kerja sama dengan Lazada Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta dengan mengangkat tema “Akselerasi Wirausaha melalui Digitalisasi dan Identitas Produk.”
- Future Preneur Workshop yang diikuti 100 peserta, berfokus pada pembinaan mahasiswa dan calon wirausaha dalam merealisasikan ide bisnis mereka.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza dalam pemaparannya menekankan tiga elemen kunci dalam pengembangan UMKM: pelatihan kewirausahaan, akses pembiayaan, dan perluasan pasar. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi.
Kegiatan Entrepreneur Hub Terpadu Banyumas 2025 merupakan wujud nyata dari semangat kolaborasi lintas sektor yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan dukungan Unsoed sebagai mitra akademik, program ini diharapkan menjadi katalisator dalam mencetak generasi muda yang berani dan inovatif di dunia kewirausahaan.
Wah, keren ya, Sobat. Semoga melalui kegiatan ini, Unsoed semakin maju dan Mendunia!
Penulis: Annisa Diva & Imam Malik Sudira