Hallo, semuanya! Gimana puasanya, ni? Semoga tetap lancar ya, karena beberapa hari lagi lebaran akan segera tiba. Seperti biasanya, BEM Unsoed kembali lagi membawakan berita-berita terbaru dan tentunya membuat kita menjadi up to date. So, ikuti terus website ini dan share juga agar banyak yang mengerti. Salam literasi!

FISIP Gelar Pemilihan Mahasiswa Berprestasi 2022

(Sumber: fisip.unsoed.ac.id)

Berita terkini datang dari FISIP, nih. Yuk kita simak bareng – bareng!

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman, gelar Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) pada hari Rabu (20/4). Kegiatan seleksi Pilmapres ini, diadakan di Ruang Auditorium lantai tiga Gedung Utama FISIP dan diikuti oleh dua belas peserta dari lima jurusan, yaitu Aulia Hakqi Nafis, Ahmad Nur Kholis, Aulia Putri Maharani, Lidya Monica, Daniella Monica, Sellina Shofia, Febby Nur Fauzy, Divandra Putri, Deden Abdul Kohar, Muh. Hanan Fahrezi, Jupi Supriatna, dan I Putu Arya Aditia Utama.

Ternyata ada Pilmapres, Lur! Terus siapa yang menang ya?

Pemenang Pilmapres FISIP 2022 yaitu Jupi Supriatna dari Jurusan Hubungan Internasional sebagai Juara 1, I Putu Arya Aditia Utama dari Jurusan Hubungan Internasional sebagai Juara 2, dan Divandra Putri Luvithania dari Jurusan Ilmu Komunikasi sebagai Juara 3. Dengan adanya seleksi Pilmapres ini dapat dinyatakan bahwa Jupi Supriatna akan mewakili FISIP dalam Pilmapres tingkat universitas.

Terus gimana ya Lur, tanggapan Ibu Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP?

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Tri Wuryaningsih menyampaikan bahwa semua peserta adalah mahasiswa FISIP yang hebat-hebat. “Siapa pun yang akhirnya menang merupakan wakil dari FISIP,” lanjut Dr. Tri Wuryaningsih, “bukan lagi dari jurusan tertentu.” FISIP mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang dan peserta yang mengikuti Pilmapres.

Wah, keren ya. Selamat untuk para pemenang!


Peresmian Auditorium Unsoed Menjadi Graha Widyatama Profesor Rubijanto Misman

(Sumber: unsoed.ac.id)

Sudah tahu belum? Auditorium Unsoed berubah nama, loh!

Pada hari Kamis (21/4), Universitas Jenderal Soedirman meresmikan nama baru untuk auditoriumnya, gaes. Awalnya kan bernama Auditorium Graha Widyatama, nah sekarang sudah menjadi Auditorium Graha Widyatama Profesor Rubiyanto Misman. Jadi, jangan sampai lupa ya 🙂

Oke, Lur! Kira-kira alasannya kenapa, tuh?

Mengutip dari unsoed.ac.id, Rektor Unsoed Prof.Dr.Ir Suwarto, MS mengatakan bahwa almameter Unsoed dapat tumbuh dan berkembang seperti sekarang ini karena jasa dari para penduhulunya dan pemimpinnya. Di mana, telah memaksimalkan berbagai upaya dalam menghadapi berbagai situasi dengan tetap memberikan yang terbaik, serta mewariskan institusi ini kepada kita semua agar digunakan sebagai sarana dalam berkontribusi untuk kehidupan.

Nah, salah satu pendahulu terbaik dari Universitas Jenderal Soedirman yaitu Almarhum Profesor Rubijanto Misman. Pada masa kepemimpinannya tahun 1997-2005, Unsoed mengalami banyak perubahan, Lur. Mulai dari sarana dan prasarana, tenaga pendidik, jenis program studi, mahasiswa, dan sumberdaya yang lain. Selain itu, almamater ini juga semakin dikenal hingga ke belahan dunia dengan ciri khasnya. Wah, keren banget kan?

Eitss, tunggu dulu…

Bukan hanya itu saja, sosok almarhum juga dikenal begitu hangat, ramah kepada siapapun, dan perhatian kepada keluarga besar Unsoed serta sivitas akademika. Maka dari itu, Auditorium Graha Widyatama berubah nama menjadi Graha Widyatama Profesor Rubijanto Misman. Hal ini sebagai bukti penghargaan, tanda cinta, dan tanda hormat kepada beliau yang telah melakukan banyak kontribusi pada Unsoed.

Duh, sayang banget ya Lur, kita semua belum bisa bertemu dengan beliau. Tetapi intinya, kita sangat berterimakasih pada sosok Almarhum Profesor Rubijanto Misman. Semua jasamu akan selalu kami kenang, Pak.


Universitas Jenderal Soedirman Mengukuhkan Dua Profesor FMIPA

Tahu nggak, Lur? Universitas Jenderal Soedirman mengukuhkan dua orang Profesor, loh!

Pengukuhan guru besar dilaksanakan pada Kamis (21/4) secara daring dan luring yang terbatas di Gedung Auditorium Graha Widyatama. Kedua profesor yang dikukuhkan yaitu Prof. Dr. Idha Sihwaningrum, M.Sc.St dalam bidang Ilmu Matematika dan Prof. Wahyu Tri Cahyanto, M.Si.,Ph.D dalam bidang Ilmu Komputasi Fisika Material. Dengan Pengukuhan tersebut, dapat dinyatakan bahwa Prof. Idha Sihwaningrum dan Prof. Wahyu Tri Cahyanto tercatat sebagai professor ke-84 dan ke-85 di Universitas Jenderal Soedirman yang sekaligus menjadi professor kedua dan ketiga di lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsoed.

Terus gimana ya Lur, tanggapan Pak Rektor?

Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Suwarto, MS. dalam sambutannya menyampaikan, kampus atau perguruan tinggi memiliki kewajiban mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan budaya akademik serta mengembangkan IPTEK yang peka terhadap kehidupan sosial budaya yang ada. Amanah dan kewajiban tersebut yang selanjutnya diartikulasikan dalam kontribusi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Terutama melalui produktivitas almamater, baik dari aspek penyiapan sumberdaya manusia yang unggul dan berdaya saing sekaligus mutu riset yang inovatif dan solutif bagi kehidupan. Rektor menyampaikan bahwa hal-hal yang telah disampaikan dari kedua profesor baru di Unsoed ini, sesungguhnya merefleksikan paradigma menuntut berubah secara cepat dan kebaruan. “Mewujudkan hal itu kita perlu mengokohkan pengetahuan dan kampus harus jadi rumah bagi inovasi.  Perguruan tinggi harus banyak berkontribusi bagi masyarakat terutama dunia kerja,” ungkapnya. 

Lanjut! Kita simak yuk, orasi ilmiah dari Prof. Dr. Idha Sihwaningrum, M.Sc.St

Prof. Idha Sihwaningrum dalam Orasi Ilmiahnya membawakan judul “Estimasi Untuk Potensial Riesz di Ruang Morrey.” Dalam penelitian Matematika, ada beberapa cara yang dilakukan, antara lain: menyelesaikan suatu persoalan baru; menyajikan bukti yang berbeda untuk suatu teorema; memberikan syarat yang lebih lunak; memberikan counter example; memodifikasi hasil yang telah ada; memperumum hasil yang telah ada. Perumuman dari solusi persamaan Poisson dikenal dengan nama operator integral fraksional (atau potensial Riesz, karena Riesz (1949) memperkenalkan potensial ini sebagai pengembangan dari potensial Newton).

Nilai dari integral tersebut tidak dihitung secara eksak, tetapi dapat dihitung secara hampiran menggunakan metode numerik. Nilai hampiran dijamin ada apabila potential Riesz memenuhi estimasi (atau ketaksamaan) tipe kuat. Estimasi lain yang menggambarkan ukuran dari distribusi fungsi yang terlibat pada potensial Riesz adalah estimasi (atau ketaksamaan) tipe lemah. Estimasi (lemah maupun kuat) untuk potensial Riesz di ruang Lebesgue atas ruang Euclid menggunakan ukuran doubling pertama kali dikaji oleh Hardy dan Littlewood (1927; 1932), dan kemudian dikaji ulang oleh Sobolev (1938). Oleh karena itu, estimasi tersebut dikenal dengan nama estimasi Hardy-Littlewood-Sobolev.

(Sumber: jateng.tribunnews.com)

Mantap! Matematika banget, ya Lur. Jadi penasaran sama fisikanya, nih! Lanjut orasi ilmiah dari Prof. Wahyu Tri Cahyanto, M.Si.,Ph.D.

Prof. Wahyu Tri Cahyanto menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Kontribusi Komputasi Material dalam Optimalisasi Fungsi Sumber Daya Alam Lokal.” Topik yang disampaikan menyangkut peran komputasi fisika material dalam upaya mengoptimumkan fungsi dan manfaat dari sumber daya alam lokal yang sudah disediakan Sang Pencipta. Jenis material yang tersedia di alam secara garis besar dapat digolongkan menjadi material anorganik yang meliputi logam, mineral, dan senyawa-senyawa organik-logam (organometallic), material organik yang meliputi senyawa yang mengandung unsur Carbon (C), serta material hibrid organik dan anorganik, seperti material lempung (clay), silika, maupun bioglass. Material tersebut tentunya banyak dijumpai di Indonesia, atau bahkan di sekitar kita.

Sumber daya alam yang tersedia sudah selayaknya disyukuri keberadaannya. Langkah untuk bersyukur adalah dengan memanfaatkan sebijak mungkin. Optimalisasi sumber daya alam dari segi fungsi maupun ekonomi adalah suatu hal yang niscaya harus dilakukan. Komputasi material merupakan salah satu bagian dari upaya untuk meningkatkan nilai SDA yang tersedia. “Komputasi material diharapkan terus memberikan sumbangan terhadap peningkatan produk rekayasa teknologi. Dengan simulasi, pemahaman dan verifikasi fungsi material dapat diperoleh. Melalui desain material, upaya memperoleh produk dengan spesifikasi yang diinginkan dapat dicapai. Menggunakan prinsip-prinsip komputasi material yang tepat, maka waktu dan biaya untuk memprediksi dan merancang material substitusi dapat lebih hemat,” ungkap Prof. Wahyu.

Keren ya, Lur! Kita jadi ikut belajar juga, nih. Semoga kita bisa mengikuti jejak baik kedua Profesor dari FMIPA ini ya, aamiin.


Penulis: Putri Utaminingtyas & Arsa Safria Zahra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *