Category: BETTER : BEM Newsletter

BETTER #103: Turut Berduka Cita ...

Posted: 6 Oktober 2020
Comments: 0


Sumber: cnnindonesia.com




Eh, ada kabar duka dari siapa, Lur?





DPR-RI dan Pemerintah Indonesia.





Emang ada anggota DPR atau pemerintah yang berpulang?





Bukan, Lur. Tapi, hati nurani dan akal sehat mereka yang telah berpulang ke akhirat.





Kemarin, Senin (5/10) berlangsung sidang paripurna sing dipimpin oleh Wakil Ketua DPR-RI Aziz Syamsuddin. Nggo sing urung ngerti, paripurna kuwe merupakan rapat besar dan final mengenai UU yang dihadiri oleh semua anggota DPR. Sebenarnya, sidang akan dilangsungkan pada tanggal 8 Oktober mendatang, namun karena jumlah kasus Covid-19 yang terus naik termasuk di gedung DPR, maka sidang paripurna ini dimajukan.





Terus apa bae sing dibahas?





Banyak! Beberapa agenda sing dibahas kiye, menimbulkan pro dan kontra. Mulai dari kerja sama Indonesia dengan Swedia, pemberian kewarganegaraan nggo empat orang calon WNI, nganti pembahasan tingkat II Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker).





Nah ini yang bikin heboh, Lur! Saat pembahasan RUU Ciptaker berlangsung, hampir seluruh fraksi menyatakan kesetujuannya terhadap UU ini kecuali Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dengan demikian, resmilah RUU Ciptaker menjadi aturan hukum yang berlaku! Padahal, sejak awal RUU Ciptaker telah mendapat banyak penolakan dari berbagai elemen masyarakat.





Kenangapa sih UU ini kontroversial banget?





Menurut kelompok buruh, aktivis, pengamat dan mereka yang tidak setuju dengan aturan baru ini, RUU Ciptaker dinilai banyak menghilangkan hak-hak pekerja dan terlalu kapitalistik. Pasal-pasal yang dinilai memiliki kerancuan antara lain:





  1. Mengenai Kedaulatan Pangan. Pada aturan sebelumnya, diatur bahwa pemerintah dilarang mengimpor komoditas pertanian jika stok dalam negeri masih cukup. Sedangkan pada RUU Ciptaker yang baru, disebutkan bahwa stok pangan pemerintah dapat berasal dari produksi dalam negeri maupun impor. Dikhawatirkan, akan ada pihak yang melemahkan posisi para petani Indonesia.
  2. Mengenai Kerja Kontrak. Pada aturan sebelumnya, diatur bahwa kerja kontrak dilakukan hanya sekali dan dalam jangka waktu 2 tahun, setelahnya berhak diangkat menjadi pekerja tetap. Namun, pada aturan baru ini kebijakan tersebut dihapus dan akan sangat mungkin jika kamu akan menjadi pekerja kontrak seumur hidup.
  3. Mengenai Karyawan Outsourching. Dimana recruitment satu ini juga bisa berlangsung seumur hidup untuk semua jenis pekerjaan. Pada aturan sebelumnya, hanya karyawan penunjang saja yang bisa melakukan outsourching. Lalu, mengapa hal ini menjadi masalah bagi para buruh? Karena jika mereka kehilangan pekerjaannya, lantas siapa yang akan membayar Jaminan Kehilangan Pekerjaan para karyawan?
  4. Mengenai Upah Minimum. Lagi-lagi aturan yang telah ditetapkan dan dirasa adil dihapus. Isi dari aturan sebelumnya disebutkan bahwa pengusaha dilarang membayar karyawannya di bawah upah minimum. Nah, jika aturan ini dihapus maka akan menyebabkan pemberian gaji sekepenake pengusaha.
  5. Mengenai Penghapusan Pesangon. RUU Ciptaker menghapus aturan pemberian pesangon yang merupakan hak bagi karyawan. Dalam aturan sebelumnya, disebutkan bahwa karyawan berhak menerima pesangon walaupun perusahaannya mengalami kerugian selama 2 tahun berturut-turut (dalam kondisi ini, persahaan boleh melakukan PHK), namun lagi-lagi aturan tersebut dihapuskan.
  6. Mengenai PHK. Dalam aturan baru ini, perusahaan diperbolehkan untuk memberhentikan pekerjanya karena alasan efisiensi. Tentunya hal ini menimbulkan banyak kontra karena dinilai akan membuat para karyawan sering putus kerja dengan alasan efisiensi.




Kalau banyak hal negatifnya, berarti rakyat boleh protes, dong!





Menurut Ketua DPR-RI, Puan Maharani, nek undang-undang kiye dinilai masyarakat urung sempurna, maka sebagai negara hukum, terbuka ruang untuk menyempurnakan undang-undang tersebut melalui mekanisme yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.





Jadi bakal ada aksi nih? Kan, masih pandemi :(





Iya. Rencanane, kelompok buruh akan melakukan aksi mogok di berbagai daerah, bahkan Presiden Serikat Pekerja Indonesia, Mirah Sumirat, berkata bahwa akan ada mogok nasional yang kira-kira berlangsung pada tanggal 6-8 Oktober dan diikuti oleh 2 juta buruh dari 10 ribu perusahaan di 25 provinsi.





Kita doakan semoga pihak-pihak yang terlibat aksi, selalu dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Juga semoga DPR-RI dan Pemerintah Indonesia, dapat mengambil keputusan yang bijak di tengah pandemi yang belum berakhir ini.





Penulis : Ammatulloh Nur Bhaethy










Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama filenya adalah better-1.png




BETTER (BEM Newsletter) adalah layanan berita terkini mengenai Unsoed, isu-isu nasional, dan internasional. Dikemas dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, BETTER bakal hadir setiap hari Senin-Kamis biar kamu update informasi selalu!





Punya saran dan masukan untuk BETTER? Tulis disini ya!


Tags: ,

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.