Category: BETTER : BEM Newsletter

BETTER #57: Istilah Baru, Artinya Sama atau Beda?

Posted: 15 Juli 2020
Comments: 0


Sumber: Titro.id




Hei lur, ada yang baru nih!





Ada istilah yang diganti loh, ayo merapat!





Apa tuh? Coba cerita!





Jadi, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 mengenai pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19.





Nah, kepriwe kue?





Dikutip pada lembaran Kepmenkes, Selasa (14/7) diketahui bahwa istilah ODP (orang dalam pengawasan), PDP (pasien dalam pengawasan), dan OTG (orang tanpa gejala) diganti menjadi istilah yang baru.





Lah diganti jadi apa lur?





Definisi operasional kasus Covid-19 diganti menjadi kasus suspek, kasus probable, kasus konfirmasi, dan kontak erat. Bingung ya? Jadi gini:





  • PDP jadi kasus suspek
  • ODP jadi kontak erat
  • OTG jadi kasus konfirmasi tanpa gejala




Loh uwis? Gak ada lagi?





Jadi, aku jelasin aja ya karena ini akeh lur! Perhatiin baik-baik ya!





  1. Kasus suspek. Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir pergi ke daerah transmisi lokal atau pernah kontak dengan kasus konfirmasi (probable) Covid-19.
  2. Kasus probable. Suspek yang mempuyai ISPA berat dan meninggal dengan gambaran klinis kalau dirinya positif corona, tapi belum ada hasil pemeriksaan rapid test dan PCR.
  3. Kasus konfirmasi. Kasus dimana seseorang dinyatakan positif corona dengan hasil RT-PCR. Dibagi jadi dua: kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) dan kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik)
  4. Kontak erat. Orang yang pernah kontak dengan kasus probable atau konfirmasi Covid-19. Kontak disini maksudnya tatap muka dalam radius 1 meter, jangka waktu 15 menit atau lebih, atau sentuhan fisik.
  5. Pelaku perjalanan. Orang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri (domestik) maupun luar negeri dalam 14 hari terakhir.
  6. Discarded. Pasien sembuh. Orang dengan kasus suspek, setelah pemeriksaan RT-PCR dinyatakan negatif dua kali berturut-turut dalam 24 jam. Istilah ini berlaku bagi orang dengan status kontak erat yang sudah mengarantina dirinya sendiri selama 14 hari.




Banyak ya lur! Sampai bingung.





Tenang, menurut Kepala Departemen Epidemiologi UI, pergantian istilah ini dampaknya cuma ke data kasus ODP dan PDP yang selama ini dipisah. Sekarang kasus ODP dan PDP dijadikan satu, yaitu kasus suspek.





Jadi, buat kawan-kawan gak usah bingung, yang penting kita semua jaga kesehatan dan selalu pakai masker saat bepergian yaa! Semangat!!





Penulis : Sifahannisa









BETTER (BEM Newsletter) adalah layanan berita terkini mengenai Unsoed, isu-isu nasional, dan internasional. Dikemas dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, BETTER bakal hadir setiap hari Senin-Kamis biar kamu update informasi selalu!





Punya saran dan masukan untuk BETTER? Tulis disini ya!


Tags: , ,

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.