Halo, Sobat Gensoed! Bagaimana perkuliahannya? Sudah hampir tengah semester nih, semoga lancar terus ya perkuliahannya. Mimin di sini bawa berita terpanas minggu ini nih, Sobat! Yuk, langsung kita simak!
Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran, Badan Geologi Tetapkan Status Siaga!

Sobat, sudah melihat banyaknya peringatan yang dikeluarkan minggu ini?
Dalam minggu ini, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah mengeluarkan sebanyak empat kali peringatan bahaya dengan jarak jangkauan terjauh untuk muntahan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 1,3 kilometer (km) pada sore hari Rabu (18/09) pukul 14.52 WIB. APG ini meluncur dengan amplitudo maksimal 43 milimeter (mm), durasi 132 detik, dengan jarak luncur 1.300 meter ke arah Barat Daya atau ke arah Kali Bebeng.
Waduh, bagaimana tanggapan dari BPPTKG mengenai aktivitas ini?
Melalui hasil pengamatan visual dan instrumental BPPTKG disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi, yakni berupa aktivitas erupsi efusif sehingga status aktivitas ditetapkan dalam tingkat SIAGA (Level 3). Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor Tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sementara lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Dengan status aktivitas yang ditetapkan, masyarakat diharapkan mewaspadai bahaya lahar dan APG terutama saat hujan di sekitar Gunung Merapi, tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Tetap waspada dan ikuti arahan terkini mengenai status aktivitas Gunung Merapi melalui sumber yang terpercaya ya, Sobat Gensoed!
Selamat Wisuda! Universitas Jenderal Soedirman Meluluskan 2.208 Wisudawan dan Wisudawati dalam Wisuda ke-154

Pada tanggal 17–18 September 2024, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melaksanakan Sidang Terbuka Senat Wisuda Doktoral ke-25, Magister ke-86, Profesi ke-69, Sarjana ke-154, dan Diploma Tiga ke-133. Wisuda ini dilaksanakan di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman. Sebanyak 2.208 wisudawan dan wisudawati yang terdiri dari 13 Doktor (S-3), 211 Magister (S-2), 1.632 Sarjana (S-1), dan 237 Ahli Madya (D-3) diluluskan. Tak hanya itu, sebanyak 1.091 lulusan dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude, lho!
Selama dua hari, wisuda dari fakultas apa saja tuh, Min?
Wisuda ini dilaksanakan selama dua hari, dimana hari pertama atau hari Selasa (17/08) terdapat pelaksanaan wisuda dari Pascasarjana, Fakultas Pertanian, Fakultas Biologi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, dan Fakultas Kedokteran. Pada hari Rabu (18/09) terlaksana wisuda dari Fakultas Peternakan, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Dalam rangkaian acara wisuda ada penampilan apa saja sih, Min?
Acara dimeriahkan dengan adanya penampilan dari Paduan Suara Gita Buana Soedirman, diikuti dengan prosesi wisuda dan janji alumni yang diikuti seluruh wisudawan dan wisudawati beserta sambutan-sambutan dari rektorat, perwakilan wisudawan, dan keluarga alumni Universitas Jenderal Soedirman. Acara ini berjalan dengan lancar dan berakhir dengan penuh rasa bangga dari wisudawan/wisudawati atas berhasilnya lulus dari gelar yang didapat menuju awal perjalanan yang baru.
Ajakan bagi Masyarakat untuk Rawat Bumi dan Lestarikan Budaya Melalui Jerami Fest 3

Duh, hari gini Sobat masih bingung apa hiburan budaya lokal yang menarik?
Tenang saja, ikut Mimin cari tahu lewat festival budaya Jerami Fest 3, yuk! Seperti namanya, masyarakat Desa Pangebatan menjadikan jerami hasil panen raya padi sebagai ornamen dominan pertunjukan seni budaya yang menarik. Selain itu, sisa jerami diolah menjadi tubuh dari boneka cowongan yang kepalanya dibuat dari tempurung kelapa. Pelaksanaannya kali ini membawakan tema “Merawat Bumi, Merawat Kebudayaan” untuk mengangkat budaya agraris masyarakat desa setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, lho!
Uniknya! Kapan Jerami Fest 3 ini diadakan, Min?
Rangkaiannya dilaksanakan berhari-hari mulai 17 September hingga 01 Oktober 2024 di Lapangan Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas. Sudah menjadi tahun ke-3 festival ini diberlangsungkan dan diharapkan dapat terus berlanjut sebagai festival tahunan. More impressive, festival ini merupakan inisiatif murni dari berbagai pihak yang tanpa pamrih dalam pelaksanaan. Diharapkan melalui festival ini dapat melestarikan budaya tradisional, memberikan putaran ekonomi wilayah, dan mengangkat desa untuk lebih berkreasi hingga taraf internasional. Panutan, deh!
Memangnya ada penampilan apa sih yang mengesankan?
Sebagai pembuka, rombongan seniman mengarak seorang gadis yang memerankan sosok Putri Jerami sebagai ikon festival. Festival ini dimeriahkan bersama 1.000 penari asal Desa Pangebatan dengan tarian kolosal khas masing-masing, seniman, hingga pelajar SMPN 2 Karanglewas yang memberikan penampilan. Selain pentas seni, ada Pasar Malam juga dong pasti! Pihaknya melibatkan lebih dari 300 UMKM sekitar Kecamatan Karanglewas.
Penulis: Kellia Dyvia A. & Adelia Leony A.