Category: BETTER : BEM Newsletter

BETTER #182 : Viral Pembubaran, PKL Alun-alun Purwokerto akan Direlokasi

Posted: 14 Juni 2021
Comments: 0


(Sumber : banyumasekspres.id)




Ini yang minggu lalu disemprot disinfektan itu, Lur?





Betul! Sabtu (5/6), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas melakukan aksi pembubaran Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Alun-alun Purwokerto. Tapi, Satpol PP ngebubarin PKL-nya ngga biasa yaitu dengan cara menyemprot cairan disinfektan pada lapak PKL, menggunakan mobil pemadam kebarakan (Damkar).





Nah, selain pedagangnya jadi basah, video pembubaran PKL tersebut juga ramai disebarkan di media sosial. Bupati Banyumas, Achmad Husein kemudian mengundang perwakilan PKL dan sejumlah pejabat kanggo nyari solusi di ruang rapat bupati, Rabu (9/6).





Terus kiye bakal direlokasi ke mana?





Sebelum masuk ke letak relokasinya, mari kita bahas tentang pertemuannya dulu. Pada pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas bilang, kalau tindakan "penertiban" itu tuh dilakukan karena Pemkab Banyumas menilai aktivitas perdagangan PKL memicu kerumunan yang berlebihan, gitu.





Humas Paguyuban PKL Sehati Alun-alun Purwokerto, Pak Sugiyanto, juga turut hadir. Beliau menyampaikan permohonan untuk tetap bisa berdagang sebab sudah mau masuk tahun ajaran baru dan perlu penghasilan untuk anak masuk sekolah.





Pak Bupati akhirnya ambil kesimpulan, dengan mempersilahkan PKL di Alun-alun Purwokerto tetap berjualan pada lokasi tersebut, tapi tidak permanen.





Loh jarene relokasi ...





Sek. Tenang.





Keputusan Pak Bupati kuwe hanya jadi solusi sementara di tengah pandemi. Kata Pak Bupati juga, agar masyakarat tidak menimbulkan kerumunan yang berlebihan, nanti akan diatur lokasinya, jaraknya, serta cara berdagangnya.





Sembari PKL berjualan di lokasi sementara, Pemkab berencana mencari tempat berjualan yang memadai agar tidak memicu kerumunan dan aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa melanggar protokol kesehatan.





Nyong arep mundur disit. Kenapa sih bubarinnya harus disemprot?





Kalau kata Kepala Satpol PP Banyumas, Pak Eko Heru Surono, pembubaran PKL terpaksa dilakukan karena peringatan sing wis diberikan oleh Satpol PP tidak diindahkan. Akibatnya, tindakan pembubaran harus dilaksanakan. Apalagi, PKL di alun-alun dianggap menimbulkan kerumunan di tengah pandemi.





Namun, Pak Sugiyanto, memberikan alasan terkait hal tersebut. Sejak adanya pandemi, para pedagang kaki lima sudah dilarang berjualan sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski sudah ada titik temu yaitu dipersilahkan berjualan sementara, ia tetap meminta pemerintah daerah segera mencari lokasi baru bagi para PKL.





Pemkab Banyumas tengah merancang tempat bagi para PKL. Nantinya, akan tersebar di beberapa titik. Untuk rencana jangka panjang, akan disiapkan di kawasan Jalan Bung Karno.





Moga ada solusi terbaik buat semua pihak, ya ~

Pastinya, Lur. Di kawasan jalan Bung Karno, Pemerintah Daerah memiliki lahan sekitar 40 hektar. Dari jumlah tersebut, 70 persen akan digunakan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH). Menurut Kabid Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas, Wahyudiono mengatakan, terkait tempat baru untuk PKL salah satunya direncanakan pada kawasan kota baru.





Mudah-mudahan cepat terealisasi deh, biar ngga ada agenda semprot-semprotan disinfektan lagi :)










Penulis : Ardi Eka


Tags: ,

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.