Category: BETTER : BEM Newsletter

BETTER #196 : Larangan Salat Iduladha Berjamaah di Zona PPKM Darurat!

Posted: 2 Juli 2021
Comments: 0


(Sumber: CNN Indonesia)




Hah sing bener, Lur, emang ada larangan?





Ya bener dong! Seperti yang kita tau, pemerintah telah resmi menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali mulai dari 3-20 Juli 2021.
Nah, pada hari ini (2/7) Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan dalam konferensi persnya bahwa Salat Iduladha 1442 Hijriah secara berjamaah di fasilitas umum seperti lapangan terbuka atau masjid di daerah yang masuk dalam PPKM Darurat resmi ditiadakan, Lur.





Waduhh … Tapi kita masih bisa beraktivitas nang masjid kan?





Nggak boleh, Lur, karena Yaqut memastikan seluruh aktivitas peribadatan di tempat-tempat ibadah di wilayah yang menerapkan PPKM Darurat akan ditiadakan. Dalam pernyataannya, masyarakat juga dilarang untuk menggelar takbir keliling saat malam jelang Iduladha, baik takbiran secara arak-arakan maupun takbiran di masjid.
Nantinya, surat instruksi khusus akan dikeluarkan untuk mengatur pelaksanaan Salat Iduladha dan kurban 1442 H untuk wilayah yang berada di luar PPKM Darurat.





Emang daerah mana aja sih yang masuk PPKM darurat?





  • PPKM Darurat ini berlaku di kabupaten/kota dengan asesmen situasi pandemi level 3 dan 4 di Pulau Jawa dan Bali. Berikut rinciannya :
  • Level Asesmen 4
    • Banten (Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kota Serang)
    • Jawa Barat (Purwakarta, Kota Tasikmalaya, Kota Sukabumi, Kota Depok, Kota Cirebon, Kota Cimahi, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Banjar, Kota Bandung, Karawang, Bekasi)
    • DKI Jakarta (Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Kepulauan Seribu)
    • Jawa Tengah (Sukoharjo, Rembang, Pati, Kudus, Kota Tegal, Kota Surakarta, Kota Semarang, Kota Magelang, Kota Salatiga, Klaten, Kebumen, Grobogan, Banyumas)
    • DIY (Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul)
    • Jawa Timur (Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Lamongan, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Majang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu)
  • Level Asesmen 3
    • Banten (Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kota Cilegon)
    • Jawa Barat (Kabupaten Sumedang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Subang, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Garut, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung)
    • Jawa Tengah (Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Tegal, Kabupaten Sragen, Kabupaten Semarang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Magelang, Kota Pekalongan, Kabupaten Kendal, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Jepara, Kabupaten Demak, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Brebes, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Batang, Kabupaten Banjarnegara)
    • DIY (Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gunungkidul)
    • Jawa Timur (Kabupaten Tuban, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sampang, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Magetan, Kabupaten Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kabupaten Kediri, Kabupaten Jombang, Kabupaten Jember, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Blitar, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bangkalan)
    • Bali (Kabupaten Jembrana, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Bangli)




Kepriye, Lur, ada daerah kamu nggak?





Ada, Lur, Banyumas juga ada …





Betul banget nih, Banyumas juga masuk ke dalam wilayah PPKM Darurat!
Oh iya, buat kalian yang belum tau, Level Asesmen 4 adalah transmisi komunitas per 100 ribu penduduk per minggu, di mana kasus konfirmasinya lebih dari 150, perawatan RS-nya lebih dari 30, dan kematian lebih dari 5. Sedangkan Level Asesmen 3 adalah transmisi komunitas per 100 ribu penduduk per minggu, di mana kasus konfirmasinya antara 50-150, perawatan RS-nya antara 5-10, dan kematia antara 2-5.
Nah, Kabupaten Banyumas sendiri masuk Level Asesmen 4, di mana kasus harian positifnya di atas 150, Lur!





Akeh juga ya, Lur. Kalo gini terus kapan nih coronanya bisa ilang :(





Makanya, Lur, kita harus mendukung kebijakan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini supaya si corona cepet ilang. Selain itu, jangan terlalu sering keluar rumah dan selalu patuhi protokol kesehatan dimanapun kalian berada ya!










Penulis : Sevia Ayu Diniati


Tags:

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.