Category: BETTER : BEM Newsletter

BETTER #195 : PPKM Darurat Resmi Diberlakukan, Simak Penjelasanya!

Posted: 1 Juli 2021
Comments: 0


(Sumber: Kompas.com)




Wah kapan itu, Lur?





Jadi, PPKM Darurat akan dilaksanakan mulai 3 Juli - 20 Juli 2021. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bentuk respons atas tingginya lonjakan kasus Covid-19 beberapa waktu terakhir. PPKM Darurat ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk menekan laju penularan virus corona. PPKM Darurat kali ini khusus untuk Jawa dan Bali.





Trus, ada informasi lain gak?





Ada, Lur, untuk koordinator PPKM Darurat wilayah Jawa dan Bali adalah Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Bansar Pandjaitan. Siang tadi, sudah ada kebijakan resmi yang disampaikan secara langsung oleh Presiden Indonesia Joko Widodo.





Wih, kebijakan apa itu, Lur?





Untuk aturan lengkap PPKM darurat yaitu:





  1. sektor non-esensial menerapkan 100 persen work from home (WFH)
  2. seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring
  3. sektor esensial diberlakukan 50 persen maksimum staf WFO dengan prokes dan untuk sektor kritikal diperbolehkan 100 persen staf WFO dengan prokes
    • cakupan sektor esensial meliputi keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor
    • sementara itu, cakupan sektor kritikal yaitu energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, obyek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari
    • untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat, dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Untuk apotek dan toko obat bisa buka ful 24 jam
  4. kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal ditutup
  5. pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal hanya menerima delivery atau take away dan tidak menerima makan di tempat (dine in)
  6. pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat
  7. tempat ibadah seperti masjid, musala, gereja, pura, wihara, dan kelenteng, serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah ditutup sementara
  8. fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lainnya) ditutup sementara
  9. kegiatan seni budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara
  10. transportasi umum (kendaraan umum, angkutan massal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa (rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat
  11. resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak diperkenankan makan di tempat resepsi. Makanan tetap dapat disediakan dengan wadah tertutup untuk dibawa pulang
  12. pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi jarak jauh (pesawat, bus, dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis I) dan PCR H-2 untuk pesawat serta antigen (H-1) untuk moda transportasi jarak jauh lainnya
  13. masker tetap dipakai saat melaksanakan kegiatan di luar rumah. Tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa penggunaan masker
  14. pelaksanaan PPKM Mikro di RT/RW zona merah tetap diberlakukan.




Wah lengkap juga ya, Lur, semoga PPKM kali ini sukses ya ...





Aamiin, Lur. Mari sukseskan PPKM darurat ini agar penyebaran Covid-19 bisa berkurang dan kita bisa beraktivitas seperti sedia kala, jangan lupa pakai masker dan minum vitamin ya, Lur!










Penulis : M. Fakhri Hamasah


Tags: , ,

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.