Category: BETTER : BEM Newsletter

BETTER #233 : Pengolahan Limbah Udang dan Biji Lerak Menjadi Sabun Sepatu

Posted: 24 Agustus 2021
Comments: 0


(Sumber : unsoed.ac.id)




Limbah jadi sabun? Beneran, Lur?





Yaps! Salah satu Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang kewirausahaan Universitas Jenderal Soedirman tahun 2021 membuat suatu inovasi dan keluaran produk baru yang unik dan kreatif, yaitu produk pembersih khusus untuk sepatu.





Mahasiswa tersebut berasal dari berbagai jurusan, yaitu Shima Faradilla Sulhin dari Jurusan Kimia, Khamidatunnisa dari Akuntansi Internasional, Salsabila Alfi Amalia dari Farmasi, Deni Andaru Raditya Raafi dan Achmad Ridwan Fauzi dari Jurusan Ekonomi Pembangunan.





Wah, gimana tuh caranya?





Jadi, produk ini dibuat dari limbah kulit udang dan ekstrak biji lerak, kemudian diracik dan dipadukan dengan formulasi-formulasi yang sudah pernah tim lakukan observasi, sehingga produk ini mempunyai tingkat komersial tersendiri agar usaha bisa terus berkembang. Seperti itu, Lur.





Kok bisa, ya, kepikiran sampai sana …





Hehe bisa, dong! Sebenernya, produk ini diciptakan tidak lepas dari keterkaitan tingkat pencemaran lingkungan terutama pada limbah cair. Pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah cair masih menjadi masalah yang cukup krusial dan harus segera diselesaikan..





Limbah cair yang berasal dari sabun deterjen dan bahan kimia lainnya akan sulit terdegradasi (non-biodegradable) sepenuhnya oleh lingkungan sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran air.





Selain itu, ide inovasi tersebut juga dilatarbelakangi permasalahan lainnya yang timbul, yaitu fenomena eutrofikasi pada sungai-sungai dan perairan lainnya. Fenomena ini yaitu banyaknya tanaman eceng gondok yang memenuhi seluruh permukaan air. Hal tersebut tentu berbahaya bagi kelangsungan hidup biota dalam air karena akan menghambat masuknya oksigen yang masuk ke dalam air.





Terus kenapa harus pake dari limbah udang dan biji lerak?





Limbah udang dan biji lerak dipilih karena bahan-bahan ini yang 100% biodegradable, tidak berbahaya, non-toxic, dan ketersediannya yang melimpah. Berdasarkan kajian literatur yang sudah ada ekstrak biji lerak menghasilkan saponin alami yang mudah terurai sehingga bahan ini yang membuat produk kami ramah lingkungan.





Limbah kulit udang juga dimanfaatkan mengingat pengelolaan limbah ini masih sangat rendah, biasanya limbah ini langsung dibuang tanpa pengolahan terlebih dahulu sehingga dengan memanfaatkan limbah ini akan menghasilkan nilai tambah yang bermanfaat.





Keren, benar-benar inovatif, ya!





Yaps, betul, Lur! Jangan mau kalah, ya. Yuk, kita juga bisa berinovasi versi kita sendiri, tentunya dengan memberikan kebermanfaatan untuk banyak pihak, seperti Tim PKM-K ini yang juga menggandeng para usaha jasa cuci sepatu Purwokerto-Purbalingga dan restoran seafood. Selamat berinovasi lebih banyak lagi! 😊










Penulis : Silvia Sulistiara


Tags:

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.