
Hah? Gimana maksudnya, Lur?
Eits … bukan berarti rumah sakit ini nggak ada temboknya, ya!
Jadi, “Program Rumah Sakit Tanpa Dinding” merupakan program unggulan dari Gubernur Jawa Tengah yang diresmikan Bupati Banyumas, Achmad Husein pada Sabtu (4/9) di Rumah Sakit Khusus Mata Purwokerto.
Bedanya sama rumah sakit biasa apa, dong?
Nah, menurut Achmad Husein, dalam Program Rumah Sakit Tanpa Dinding, pihak rumah sakit harus aktif mendekat atau turun ke masyarakat guna memberikan program promotif dan preventif.
Selain memberikan penyuluhan, nantinya rumah sakit juga berperan aktif dalam mencari kasus-kasus penyakit yang dialami oleh warga serta menyediakan pelayanan penyembuhannya. Keren kan, Lur? Sekarang bukan cuma makanan yang bisa delivery order, rumah sakit juga bisa!
Jadi, RS mana aja nih yang udah “nggak ada dindingnya“ ?
Program ini kan pertama kali dicanangkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, maka dari itu beberapa rumah sakit di Jawa Tengah juga sudah ada yang menerapkan Program Rumah Sakit Tanpa Dinding ini seperti di RSUD Kendal.
Dalam Program Rumah Sakit Tanpa Dinding, pihak rumah sakit akan bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk turun menjangkau masyarakat.
Akses yang lebih mudah terhadap masyarakat inilah yang diibaratkan dengan membuka sekat atau dinding antara rumah sakit dan masyarakat.
Terus cara aksesnya gimana, Lur?
Kamu bisa mengakses layanan Program Rumah Sakit Tanpa Dinding ini melalui aplikasi telemedicine yang saat ini sedang dikembangkan. Lalu ada juga yang namanya pelayanan Pasca Hospital.
Misale kowe wis pernah dirawat sebelumnya, pihak rumah sakit dapat melanjutkan perawatan di rumah seperti homecare, support group, hingga family gathering.
Harapannya, program ini dapat mendukung proses penyembuhan seluruh masyarakat serta menciptakan lingkungan yang sehat dan mandiri.
Sehat-sehat terus, ya, Lur!
Penulis : Ardi Eka