Category: BETTER : BEM Newsletter

BETTER #25: Kuliah di rumah aja, UKT tetep masuk kampus nih?

Posted: 6 Mei 2020
Comments: 0


sumber: Kompas.com




“Gara-gara corona perekonomian masyarakat turun, terus nasib bayaran UKT kepriwe?”





Sing tenang, wingi ana kabar baik lur!





Selasa kemarin (5/5), Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia (MRPTNI) lewat siaran persnya mengatakan mahasiswa PTN yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi virus corona bisa mengajukan perubahan biaya UKT kepada pihak kampus. Mantap ora kuwe?





Mantap! Eh, tapi kok bisa?





Yap. Pertimbangan ini didasarkan pada eskalasi pandemi Covid-19 di Indonesia yang sampai sekarang belum bisa diprediksi masa berakhirnya. Otomatis ini juga berdampak pada proses pembelajaran di Perguruan Tinggi. Jadi, para pemimpin Perguruan Tinggi merasa prihatin dan berempati serta ingin membuka diri dalam membantu mahasiswa dan keluarganya yang secara langsung terdampak ekonominya.





Ada aturannya terkait kebijakan ini?





Nah, kebijakan ini mengacu pada aturan yang dimuat dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No.39 Tahun 2019 tentang perubahan UKT.





Dalam peraturan terkait pada Pasal (6) Permen tersebut, dikatakan bahwa Pemimpin PTN dapat memberikan keringanan UKT dan/atau melakukan penetapan ulang pemberlakuan UKT apabila terdapat ketidaksesuaian atau perubahan data kemampuan ekonomi mahasiswa.





Keringanan yang dimaksud kepriwe lur?





Keringanan yang dimaksud mengacu pada pembebasan sementara, pengurangan, pergeseran kluster, pembayaran mengangsur, dan penundaan pembayaran UKT.





Lebih lanjut, Ketua MRPTNI, Jamal Wiwoho menerangkan tiap kampus memiliki data sosial ekonomi tiap mahasiswanya. Untuk itu, prosedur pengajuan perubahan UKT bisa dilakukan secara langsung oleh mahasiswa kepada pihak fakultas.





Ooh gitu ya, terus prosedurnya gimana?





Prosedur keringanan tersebut diajukan kepada Dekan, selanjutnya Dekan akan meneruskan kepada Rektor. Pengajuan tersebut harus disertai bukti-bukti yang menunjukan jika orang tua mereka benar terdampak secara ekonomi akibat pandemi virus corona. Kemudian, Jamal juga mengatakan bahwa seluruh Rektor PTN telah sepakat mengenai aturan ini dan akan memberikan pilihan keringanan UKT jika data yang diajukan mendukung.





Kalo di Unsoed sendiri kepriwe lur?





Hmm, kalo keadaan UKT di Unsoed, keringanan berupa pembebasan UKT baru dikasih ke mahasiswa yang masa studinya seharusnya habis di semester ini.





Buat UKT mahasiswa Unsoed lainnya, yaa gitu deh masih belum ada kabar. Padahal sebagai salah satu Perguruan Tinggi di Indonesia, Unsoed juga seharusnya konsekuen melaksanakan penerapan keringanan UKT bagi seluruh mahasiswanya sesuai dengan siaran pers MRPTNI.





Duh gimana mau dapet kabar, Rektornya diajak dialog aja nggak mau :(





Makannya kabarin kita dong Pak Rektor, jangan ngilang. Apa aku ngebosenin nek diajak ngobrol ya? :(





Penulis: Sifahannisa













BETTER (BEM Newsletter) adalah layanan berita terkini mengenai Unsoed, isu-isu nasional, dan internasional. Dikemas dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, BETTER bakal hadir setiap hari Senin-Kamis biar kamu update informasi selalu!





Punya saran dan masukan untuk BETTER? Tulis disini ya!


Tags: , ,

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.