Category: BETTER : BEM Newsletter

BETTER #280 : Alat Pengolah Limbah Batik Mengantarkan Mahasiswa UNSOED Ukir Prestasi Di Istanbul, Turky!

Posted: 4 November 2021
Comments: 0






(Sumber : Unsoed.ac.id)





Wih~ Prestasi apa, tuh, Lur?





Ini, lho, Lur… Mahasiswa Unsoed berhasil mengukir prestasi di kompetisi internasional “6th Istanbul International Inventions Fair’21”.  Tim sukses ini meraih best invention medal dan best International award dengan judul invensi “ MY-ZEO : Mycoremediation and Zeolit Filter with Sensor for Textile and Batik Wastewater Treatment”.





Keren banget! Jelaskan mengenai MY-ZEO itu apa, dong?





Jadi, seperti ini, Lur. MY-ZEO itu adalah hasil produk inovasi berupa alat pengolah limbah khususnya limbah pewarna tekstil dan batik berbasis mikroorganisme jamur. Alat yang dirancang tersebut menggunakan bahan biologis berupa teknobiologi mikroorganisme jamur dan bahan alam sebagai filtrasi yang digerakkan dengan menggunakan motor listrik. MY-ZEO dapat memulihkan kandungan bahan pencemar lingkungan dalam air limbah batik menjadi lebih ramah lingkungan. Selain warna, alat ini dapat memulihkan Total suspended Solid (TSS), Khrom total, Ammonia Bebas, Fenol, dan pH, sehingga sesuai dengan nilai baku mutu.









(Sumber : Unsoed.ac.id)





Berawal darimana, Lur? kok bisa kepikiran sama alat ini?





Berawal dari Limbah industri diantaranya limbah batik menjadi permasalahan yang belum dapat ditangani optimal. Penelitian ini sudah dimulai sejak setahun yang lalu, lho!  yaitu dengan memperkenalkan teknologi enzim untuk mendegradasi  atau menetralkan limbah batik sehingga menjadi bersih. Dr. Ratna Stia Dewi S.Si.,M.Sc, pembimbing yang merupakan dosen Biologi mengatakan, “ini adalah pengembangan dari inovasi sebelumnya, yang lalu kita membuat inovasi biologisnya kali ini kita buat menjadi alat. Ini dalam bentuk prototip 13,5 liter sehingga dapat ditetapkan pada industry besar dan home industry”, jelasnya. Selain itu, Dr. Ratna menjelaskan bahwa limbah tekstil atau batik mempunyai komponen yang sangat mencemari lingkungan atau biota sungai. “Senyawa yang berbahaya dalam tekstil dampaknya bisa berbahaya,. Microba jika terkena limbah batik & bisa bermutasi genetik kemudian menghasilkan microba baru yang berbahaya bagi lingkungan”, ungkapnya.





Siapa aja yang menjadi tim kampus kita, Lur?





Penasaran kan, Lur… 





Tim yang terbentuk dengan empat orang mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto yang terdiri atas Putri Ramadani, Yasinta Nida Arroyan, Wafa Nur Azizah, dari Fakultas Biologi dan Febriansyah Dwi Putra dari Fakultas Teknik  dengan Pembimbing Dr. Ratna Stia Dewi, S.Si, MSc. Kompetisi internasional “6th Istanbul International Inventions Fair’21” ini dilaksanakan pada 21-26 September 2021 lalu. Kegiatan internasional ini diikuti pula oleh kampus ternama dari berbagai negara termasuk kampus-kampus dari Indonesia.





Wihh keren banget, ya, Lur. Kita ikut bangga nih sebagai mahasiswa Unsoed





Pastinya harus bangga, dong! 





Semoga prestasi ini dapat ini dapat meningkatkan semangat lagi dalam mengukir prestasi dan dapat pula menjadi inspirasi bagi teman-teman yang lain, ya…. 





Selain itu, kita harus saling support dan senantiasa memberikan apresiasi kepada sesama mahasiswa Unsoed, ya, Lur 😊










Penulis : Zahrani R Roring


Tags: ,

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.