Category: BETTER : BEM Newsletter

BETTER #29 : Ada yang dilarang tapi tetep ngeyel!

Posted: 13 Mei 2020
Comments: 1


Sumber : Kumparan




Hayo, sapa sing ramai dilarang tapi nggak mau dengerin?





DPR. Jadi Selasa (12/05) kemarin, DPR resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (Minerba). RUU ini merupakan perubahan atas UU Minerba Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.





Nah, sebelumnya, RUU Minerba ini batal disahkan September 2019 kemarin karena ada gelombang aksi demonstransi bertajuk ‘Reformasi Dikorupsi’.





Waduh, berarti ini UU yang kontroversial ya?





Yap. RUU Minerba ini udah banyak mengundang polemik dan penolakan dari berbagai kalangan. Soalnya, pembahasannya ngebut banget dan ada beberapa pasal yang juga dinilai menguntungkan pihak tertentu aja.





Selain itu, ada empat alasan kenapa UU Minerba ini harus ditolak:





  1. Draf Naskah Akademis (NA) maupun draf RUU Minerba ini nggak pernah dipublikasikan di website pemerintah & DPR.
  2. Panitia kerja antara pemerintah dan DPR dibuat tertutup. Tiba-tiba terbit agenda kalau 11 Mei 2020 akan diambil keputusan tingkat I antara pemerintah & DPR yang akan membawa RUU Minerba ke Paripurna untuk disahkan.
  3. Ada surat dari Ketua Komisi VII DPR, Sugeng Suparwoto, pada 20 Januari 2020 yang ditujukan pada Pimpinan DPR. Surat tersebut menyatakan kalau UU Minerba nggak memenuhi syarat carryover (pengalihan pembahasan dari DPR Periode 2014-2019 ke DPR Periode 2019-2024)
  4. Anehnya, walaupun nggak memenuhi syarat carryover, RUU Minerba masuk ke dalam Prolegnas (Program Legislasi Jangka Menengah dan Tahunan) Prioritas tahun 2020 pada Rapat Paripurna ke-8 masa persidangan 2014-2019.




Yaampun. Terus apa alasannya UU Minerba ini direvisi?





Menurut Ketua Komisi VII DPR, Sugeng Supartowo, UU Minerba Nomor 4 Tahun 2009 dianggap belum mampu menjawab persoalan kebutuhan hukum dalam penyelenggaraan minerba. Jadilah kemudian dibahas mengenai RUU Minerba baru pada tanggal 17 Februari-6 Mei 2020.





Ada berapa pasal yang direvisi nang RUU ini?





Dalam UU Minerba ini, ada 83 pasal yang diubah, 52 pasal baru, dan 18 pasal dihapus. Jadi, total UU Minerba baru memiliki jumlah total 209 pasal.





Di tengah pandemi COVID-19 begini kok malah ngebet mengesahkan UU baru? :(





Jangankan kowe, aku juga bingung lur :( Sangat disayangkan banget nih, karena pengesahan UU Minerba ini jelas hanya mengakomodir kepentingan perusahaan-perusahaan tambang tanpa mikirin gimana konsep ideologis penguasaan minerba oleh pemerintah untuk kemakmuran rakyat sebesar-besarnya.





Duh, kalo udah gini rakyat lagi kan yang dirugiin.





Emang ada banget ya kelakuannya :(





Penulis : Chrisdian Provita Bella










Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama filenya adalah better-1.png




BETTER (BEM Newsletter) adalah layanan berita terkini mengenai Unsoed, isu-isu nasional, dan internasional. Dikemas dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, BETTER bakal hadir setiap hari Senin-Kamis biar kamu update informasi selalu!





Punya saran dan masukan untuk BETTER? Tulis disini ya!


Tags: , ,

Post Terkait

One thought on “BETTER #29 : Ada yang dilarang tapi tetep ngeyel!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.