Halo halo sedulur Gensoed! Ketemu lagi nih sama Dipha di Weekly Report edisi 28. Kali ini, Dipha bawa sesuatu yang spesial dan eksklusif buat minggu ini aja nih. Apaan tuh?
Jeng! jeng! Weekly report edisi khusus Dies Natalis Unsoed ke-59!!! Penasaran nggak sih di ulang tahun ke-59 ini di Unsoed ada apa aja? Gasskeun lah, check it out!

Persiapan Unsoed untuk Mendunia di Umur ke-59

(Sumber : unsoed.ac.id)

Wahh, kampus kita punya ambisi yang tinggi, ya! Tapi, tunggu dulu- hal ini disampaikan di acara apa ya, Dhip?

Tentu dong! Jadi, pada hari Jumat (23/9) silam, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) atau kampus kita tercinta ini berulang tahun ke-59, lohh. Dalam rangka Dies Natalis ke-59, Sidang Terbuka Senat diadakan bertepatan dengan hari jadi Unsoed di Aula Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unsoed. Sidang Senat ini mengambil tema “Kolaborasi dalam Sinergi, Menuju Unsoed Mendunia”.

Ooh, begitu… Terus, maksud dari Unsoed mendunia itu gimana?

Begini, fren. Sesuai yang disampaikan oleh Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq M. Sc., Agr. dalam pidato laporan tahunan di Sidang Senat, di tahun 2022 ini, Unsoed sedang mempersiapkan diri memasuki fase ketiga dari Rencana Induk Pengembangan 2015-2034. For your information, kampus kita ini memiliki visi untuk mendunia. Hal inilah yang menjadikan tahun 2022 ini menjadi tahun yang krusial oleh Unsoed. Mengapa begitu? Karena, pada tahun ini, berbagai upaya telah dilakukan untuk memastikan bahwa Unsoed memiliki starting point yang kukuh untuk nantinya terbang lebih tinggi mengangkat nama di kancah internasional.

Dhip, certain lagi dong upaya apa lagi yang udah dilaksanakan Unsoed dalam menggapai visi misi kampus kita!

As usual, your wish is my command *hormat*. 

Nih, bagi teman-teman yang belum tahu, visi dan misi kampus kita adalah “diakui dunia sebagai pusat pengembangan sumberdaya perdesaan dan kearifan lokal”. Jadi, dalam meraih visi misi ini, Unsoed telah melaksanakan program seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebagai bentuk kontribusi untuk memberdayakan dan memperkenalkan teknologi berkualitas tinggi kepada masyarakat. 

Selain itu, Unsoed turut menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk membantu proses recovery ekonomi pedesaan di masa akhir pandemi Covid-19 ini. 

Upaya-upaya yang disebutkan di atas tersebut tentunya dapat dilakukan salah satunya dengan kerja sama. Kualitas kerja sama Unsoed diperlihatkan dengan kegiatan-kegiatan kerja sama yang berhasil menghasilkan kontribusi positif kepada masyarakat secara langsung, terlebih kepada masyarakat pedesaan. Tak hanya itu, di ranah lain, Unsoed juga telah menjalin kerja sama dengan 601 mitra dari dalam negeri dan berbagai mitra dari luar negeri.


Rayakan Dies Natalis UNSOED Ke-59: Gelar Agenda Jalan Sehat, Karnaval, dan Lomba Kreatif

(Sumber : unsoed.ac.id)

Selamat Ulang Tahun, Unsoed! Wow, ternyata kampus tercinta kita ini sudah berumur 59 tahun ya, nggak terasa niih

Kalau dianalogikan sebagai manusia, Unsoed ini sudah ada di usia yang amat sangat dewasa dan sehrusnya sudah bisa berperan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Nah, pada hari Selasa (20/9) kemarin, telah diadakan acara Jalan Sehat, Karnaval dan Lomba Kreatif nih untuk turut serta merayakan ulang tahun Unsoed!

Waduh, biasanya jalan sehat identik dengan door prize kan ya! Kira-kira dapat apa aja tuh?

Di acara kemarin, hadiah yang disediakan oleh mitra Unsoed berupa kulkas, LED TV, mesin cuci, kompor gas, kipas angin dan masih banyak lagi. Hal yang mencengangkan adalah hadiah utamanya, Lur! Ada sepeda motor Yamaha Mio M3 sebagai hadiah yang diberikan oleh mitra Unsoed, yaitu BNI KCP Purwokerto.

Terus, rute jalan sehatnya dari mana ke mana ya, Dhip?

Rute jalan sehat ini mengambil start dari halaman Kantor Pusat Administrasi Unsoed, kemudian ke arah perempatan R.S. Wijayakusuma, lalu belok kiri ke arah GOR Satria. Setelah itu, rute dilanjutkan melewati Jalan Suparno, Jalan Kampus, hingga ke pintu belakang UPT Perpustakaan. Rute pun berakhir di garis finish, yaitu kembali lagi di halaman Kantor Pusat Administrasi.

Spill pemenang dari acaranya, Dhip!

Siap mazehh. Jadi, hadiah utama acara jalan sehat yang berupa sepeda motor Yamaha Mio M3 ini dimenangkan oleh staf administrasi pascasarjana Unsoed nih, Lur, yaitu Adhisti Juniarta S.E. Sedangkan, untuk acara karnavalnya, kemenangan diraih oleh FISIP sebagai juara 1, Kantor Pusat juara 2, dan Fakultas Pertanian sebagai juara favorit. 



590 “Surat Cinta” sebagai Hadiah Ulang Tahun Unsoed dari KBMU

(Sumber : Kementerian Media Kreatif dan Aplikatif)

Ciee, MinSoed iri jadinya…  Masa gak ada yang kasih mimin surat cinta 🙁

Sebelum MinSoed iri banget-banget, Dhipa saranin mendingan jangan deh. Kamu tau gak sih, kalau pemberian “surat cinta” ini sebenarnya masuk dalam rangkaian Aksi Simbolik?

Hah? Gimana-gimana? Kok ulang tahun malah ada aksi?

Iya, betul. Dhipa gak bohong kok, suwer. Jadi, lagi-lagi, dalam rangka merayakan Dies Natalis Unsoed ke-59, diadakanlah Aksi Simbolik pada hari Jumat (23/9) oleh perwakilan Keluarga Besar Mahasiswa Unsoed (KBMU) di depan Gedung Rektorat Unsoed. Nah, Aksi Simbolik ini sendiri merupakan bagian dari program kerja Batir Bergerak dari Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM Unsoed 2022. 

Oalah… Berarti aksi ini termasuk dalam pergerakan mahasiswa ya? 

Yes, seratus buat kamu! Anggota Kementerian Adkesma BEM Unsoed 2022 Mbak Yukana menuturkan bahwa aksi ini berbentuk aksi damai. Dalam aksi ini, KBMU berusaha untuk menemui Bapak Rektor untuk mengadakan diskusi singkat mengenai isu yang ada di Unsoed. Tak hanya itu, aksi tersebut juga merupakan upaya dalam memperingatkan Rektor dan jajarannya bahwa masih ada “pr-pr” yang belum selesai.  

Aksi Simbolik Dies Natalis ke-59 ini punya slogan juga lohh, yaitu Mundur-Medit-Mangkir. Tiga kata yang mencerminkan keadaan Unsoed saat ini. 

Kenapa Mundur-Medit-Mangkir…?

“Karena, sampai sekarang- sampai ulang tahun ke-59 tahun, Unsoed yang pertama masih mundur, di mana fasilitas-fasilitasnya itu masih sangat minim. Terus, yang kedua, medit. Kenapa medit? Karena Unsoed ini masih pelit, di mana kita membayar UKT yang banyak tapi fasilitas yang kita dapatkan masih pelit, masih sedikit, gitu. Lalu, yang terakhir, mangkir, di mana beberapa kali kita meminta bertemu dengan Bapak Rektor dan jajarannya tetapi malah Bapak Rektor malah mangkir, tidak mau menemui kita,” jelas Mbak Yukana. 

Terus, 590 surat cintanya itu isinya apa, Dhip? Sama, kok bisa ngumpulin surat sebanyak itu???

Kata-kata “surat cinta” sebenarnya mah hanya hiperbola dari Dhipa aja 😀 Pada kenyataannya, isi dari 590 surat ini adalah aspirasi-aspirasi yang ingin disampaikan oleh KBMU kepada Unsoed. Jadi, pemberian hadiah berupa 590 pesan dari KBMU ini merupakan salah satu pergerakan yang dicanangkan Kementerian Adkesma BEM Unsoed 2022 untuk senantiasa menyuarakan hak-hak mahasiswa kepada universitas tempat kita menimba ilmu. 

Mbak Yukana menuturkan bahwa slogan yang digunakan dalam mengumpulkan 590 aspirasi adalah “#5uara9ensoed: 590 Harapan untuk 59 Tahun Unsoed”. Ia juga menjelaskan beberapa cara dalam mengumpulkan 590 harapan tersebut, yakni dengan memasifkan informasi melalui media sosial serta lingkar advokasi dan lingkar sospol (Sosial Politik) se-Unsoed. 

Nah, 590 kertas berisi aspirasi itu pun dikumpulkan menjadi satu. Setelah itu, kertas-kertasnya dikemas dengan sedemikian rupa di sebuah kotak kado. Sebagai perwakilan dari KBMU, Alfan Maulana Akbar selaku Presiden BEM Unsoed 2022 menjadi pihak yang menyerahkan kotak tersebut langsung ke Pak Rektor di Aksi Simbolik kemarin. 


Penulis : Nafisha Rizky Dhiaz Zachrie & Shadine Azalia Viranda

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *