Hola Sobat Dhipa^^ How was your weekend? Semoga semua berjalan dengan baik yaa. Minggu ini, Dhipa mengahadirkan berita yang harus banget kamu baca dan share! Kenapa, tuh? Karena ini demi kesehatan dan keselamatan kalian!! Tapi tapi, biar rileks dikit, Dhipa juga bawain kabar prestasi terbaru dari Banyumas tercinta ini~ Penasaran? Yuk, check it out~

Makin canggih! Jateng Mulai Pantau Lalu Lintas dan Tilang Pakai Drone!

(Sumber: Kompas.com)

Wah~ Keren sekali, Lur! Tapi, kenapa tiba-tiba?

Memang keren! Jateng gitu lhooo~ Tapi, ini bukanlah sesuatu yang terjadi atau diputuskan secara tiba-tiba sobat Dhipa. Hal ini karena di beberapa daerah Jateng memang telah menerapkan sistem tilang elektronik menggunakan media CCTV lalu lintas dan juga speed camera di jalan tol. Nah, kalau untuk pemakaian drone ini, Dirlantas Polda Jateng Kombes Agus Suryo, mengatakan bahwa sejauh ini ada lima drone yang digunakan dalam masa uji coba.

Memangnya bakal efektif, ya?

Mana kita tahu kalau belum dicoba. But have you know angka kecelakaan di Jateng menurun sebanyak 7% semenjak diberlakukannya tilang elektronik? Is such a great thing right? Oleh karenanya, dengan adanya sistem baru ini, dari 7% penurunan yang telah berhasil akan membuahkan penurunan yang lebih sigifikan lagi. Cara kerja dari drone ini juga dapat dibilang lebih praktis dan akurat karena objek yang ditangkap oleh kamera drone memiliki resolusi yang baik dan dapat mendekat dengan jarak aman ke pelanggar lalu lintas.

Itu berarti… Akan sangat mudah terdeteksi saat melakukan pelanggaran 🙁

That’s right! Itulah tujuannya! Tapi harapan dari Dirlantas Polda Jateng sendiri, dengan adanya drone di sekitar mereka, masyarakat akan jadi jauuuuhh lebih tertib dalam berlalu lintas. Caranya? Tenang, sini Dhipa bisikin. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat tertangkap dari kamera drone sebagai pelanggaran lalu lintas:

  1. First, the important one, the vital alias tidak memakai helm. Jangan malas-malas pakai helm ya ><!
  2. Tidak memakai sabuk pengaman saat berkendara menggunakan kendaraan roda empat. Dhipa gamau kamu terluka!
  3. TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) mati. Ayo bayar pajak!
  4. Melawan arus, melanggar marka, melanggar lampu merah. Bahaya tau!!!
  5. Boti alias bonceng tiga. Kan bisa gantian atau naik transportasi lain ><!!

Nah, udah Dhipa spill, nih, caranya. Masih mau bandel? Jangan deh, keselamatan itu nomor satu, masih banyak makanan yang harus kamu cobain, masih banyak tempat yang harus sobat Dhipa kunjungi, masih banyak orang yang harus kamu temuin! Sayangin dan jaga baik-baik diri kalian ya, Dhipa loves you so much^^


Kesenian Ebeg Banyumas Masuk Empat Besar Anugerah Pesona Indonesia 2022

(Sumber: radarbanyumas.disway.com)

Kesenian ebeg yang berasal dari Banyumas ini diikutsertakan dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2022, lho yang hingga saat ini berada diperingkat empat. Pengumuman hasil akhirnya akan diberitahukan pada Selasa (1/11).

Wow, keren ya! Kira-kira sistem penilaianya gimana tuh, Dhip?

Menurut Mispan selaku Pamong Budaya, Pengelolaan, dan Pelestarian Tradisi Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, menyatakan bahwa ketentuan penilaian pemenang berdasarkan hasil vote melalui SMS. Beliau pun pesimis apabila kesenian ebeg dapat meraih juara pertama.

Terus, harapan dari Pak Mispan sendiri terkait kesenian ebeg gimana ya, Dhip?

Beliau berharap setidaknya ebeg dapat masuk tiga besar supaya lebih dikenal oleh masyarakat luas, apalagi dengan adanya media TV nasional yang jaringannya sudah sampai internasional.

Wah, semoga saja ya Dhip, kesenian ebeg bisa dikenal hingga seluruh dunia dan mendapatkan penghargaan pada ajang Anugerah Pesona Indonesia 2022!


Hati-Hati! Inilah Bahaya Leptospirosis

(Sumber: promkes.kemkes.go.id)

Lur, ada yang udah tahu belum apa itu Leptospirosis?

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira, di mana bakteri ini dapat menyebar melalui urin atau darah hewan yang telah terinfeksi. Leptospirosis sendiri termasuk penyakit zoonosis yang artinya bisa menginfeksi manusia dan sesama hewan.

Waduw, ngeri juga ya. Penyebab penyakit ini apa aja, Dhip?

Semua orang bisa terinfeksi bakteri apabila hidung, mata, mulut, atau luka yang masih terbuka pada kulit itu tersentuh oleh tanah yang tercampur bakteri. Selain itu, bisa juga karena tersentuh air yang tercampur bakteri; urine, darah atau jaringan dari binatang yang membawa bakteri; dan digigit oleh hewan yang sudah terkena penyakit tersebut.

Bahaya banget ini, Dhip. Terus, gejalanya itu gimana?

Gejala penyakit Leptospirosis bisa saja muncul sekitar 10 hari, tidak pasti semua orang yang kena akan langsung menunjukkan gejala. Nah, ciri-cirinya yaitu nyeri di kepala, mata memerah dan kulit menguning, nyeri di otot (khususnya daerah betis), mual hingga muntah yang disertai dengan diare, demam tinggi sampai menggigil, dan sakit tenggorokan beserta batuk kering.

Hmm, pasti ada upaya pencegahan Leptospirosis kan. Kasih tahu dong, Dhip!

Tenang aja, bakal dikasih tahu kok. Menurut halodoc.com, beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah bakteri Leptispora pada manusia diantaranya:

  • Merebus air terlebih dahulu apabila air tersebut dirasa tidak aman.
  • Mengenakan pakaian atau sepatu pelindung ketika menyentuh air dan tanah yang telah tercemar.
  • Menghindari berenang di air yang kemungkinan mengandung urin hewan, seperti sungai atau air banjir.
  • Menghindari dan mengusir hama tikus yang ada di dalam rumah

Apabila Sobat Dhipa memiliki hewan peliharaan, maka cara yang dapat dilakukan untuk melindungi hewan kesayangan antara lain:

  • Memastikan hewan peliharaan hanya meminum air bersih, bukan air banjir atau air hujan.
  • Menjauhkan hewan peliharaan dari hewan liar, bangkai hewan, dan hewan pengerat.
  • Menanyakan ke dokter hewan terkait hewan yang dipelihara ini memerlukan vaksin leptospirosis atau tidak.

Seperti itu ya, Lur. Semoga bermanfaat!


Penulis: Ammatulloh Nur Bhaethy & Arsa Safria Zahra

One thought on “Weekly Report #33”
  1. Tools for Verifying USDT for Embargoes and Deal Purity: Money Laundering Prevention Approaches

    In the current domain of virtual currencies, where quick deals and secrecy are becoming the standard, monitoring the legality and integrity of transactions is necessary. In light of greater government oversight over dirty money and financing of terrorism, the need for efficient means to validate transactions has become a significant issue for cryptocurrency users. In this piece, we will analyze accessible tools for checking USDT for embargoes and operation cleanliness.

    What is AML?

    Anti-Laundering practices refer to a series of compliance protocols aimed at stopping and discovering dirty money activities. With the rise of cryptocurrency usage, AML standards have become exceedingly critical, allowing individuals to manage digital resources reliably while mitigating threats associated with prohibitions.

    USDT, as the most well-known stablecoin, is commonly used in different exchanges globally. Yet, using USDT can entail several threats, especially if your capital may relate to opaque or criminal activities. To lessen these threats, it’s crucial to take benefit of services that check USDT for sanctions.

    Available Services

    1. Address Verification: Utilizing specialized tools, you can confirm a specific USDT address for any links to sanction directories. This aids detect potential ties to criminal behaviors.

    2. Transaction Engagement Examination: Some services offer assessment of transaction background, significant for judging the lucidity of capital movements and spotting potentially risky operations.

    3. Surveillance Tools: Expert monitoring tools allow you to track all transactions related to your wallet, facilitating you to swiftly uncover concerning actions.

    4. Hazard Records: Certain solutions make available detailed concern evaluations, which can be valuable for participants looking to guarantee the trustworthiness of their holdings.

    No matter of if you are overseeing a substantial resource or performing small operations, complying to AML norms ensures steer clear of legal repercussions. Adopting USDT verification services not only defends you from financial declines but also supports to creating a stable environment for all industry participants.

    Conclusion

    Checking USDT for prohibitions and transaction cleanliness is becoming a mandatory action for anyone motivated to remain within the law and maintain high standards of visibility in the cryptocurrency domain. By collaborating with credible solutions, you not only defend your investments but also aid to the collective effort in preventing financial misconduct and terror financing activities.

    If you are ready to start using these solutions, review the available services and pick the option that most suitably meets your needs. Remember, insight is your strength, and prompt operation assessment can protect you from a variety of difficulties in the time ahead.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *