Ikan sarden dimakan opa
Happy weekend Sobat Dhipa!!!
Gimana nih weekendnya? Semoga minggu ini jadi minggu ceria ya buat kita semua. Kali ini Dhipa kembali hadir dengan berita yang cukup penting untuk Sobat Dhipa, lho! Daripada penasaran, mending langsung meluncur ke beritanya, check it out..
Siaran TV Analog Dihentikan Bertahap, Bagaimana Nasib Masyarakat?

Masyarakat Indonesia sangat lekat sama yang namanya televisi. Ngga jarang semua informasi mulai dari A-Z didapat masyarakat dari benda berbentuk kotak tersebut. Tapi ada kabar yang kurang sedap nih bagi penikmat siaran televisi.
Ada kabar apaan tuh, Dhip?
Siaran televisi analog kabarnya mulai dihentikan pada Rabu (2/11) yang dimulai dari wilayah Jabodetabek. Hal ini juga disampaikan oleh Direktur Pengembangan Pitalebar, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Marvel Situmorang dalam kompas.com.
“ Berdasarkan UU No. 11 dan PP 46, siaran analog harus dihentikan pada 2 November pukul 00.00,” ungkapnya.
Gimana sistemnya, Dhip?
Penghentian siaran TV Analog Switch Off (ASO) di seluruh wilayah tanah air akan dilakukan secara bertahap. Hal ini dikarenakan pendistribusian alat set top-box (STB) yang digunakan untuk mengonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara di TV analog belum selesai dilaksanakan.
Penghentian siaran TV analog dilakukan dimana saja ya, Dhip?
Siaran TV analog akan dihentikan di 514 kabupaten dan kota di Indonesia yang dimulai dari daerah Jabodetabek. Penghentian siaran TV analog yang dilakukan pada Rabu (2/11) menyasar 222 wilayah sedangkan sisanya akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kesiapan masing-masing daerah.
Unsoed Darurat Mental Health Issues

Kesehatan jiwa saat ini menjadi masalah serius yang cukup banyak dibicarakan kalangan masyarakat. Bahkan menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari l5 tahun juga mengalami depresi.
Lalu bagaimana dengan Mental Health Issues di Unsoed, Dhip?
Baru-baru ini, Unsoed dikejutkan dengan kabar yang cukup memilukan dari salah satu mahasiswa Fakultas Hukum 2022. Kamis (3/11) seorang mahasiswa melakukan percobaan bunuh diri di taman samping Gedung Roedhiro Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed. Hal ini menandakan bahwa Unsoed mengalami darurat mental health issues.
So, gimana penanganan kesehatan mental mahasiswa, Dhip?
FYI, Unsoed memiliki sebuah wadah yang dapat digunakan bagi mahasiswa dalam menangani masalah kesehatan mental mahasiswa. Salah satunya adalah kanal instagram @batir_unsoed yang akan menerima segala keluhan mahasiswa terutama terkait masalah kesehatan mental. Selain itu, Unsoed juga memiliki sebuah Bimbingan dan Konseling yang berada di setiap fakultas. Berikut daftar kontak Konselor Peduli Mahasiswa tiap fakultas:
- Fakultas Pertanian
Dr. Rumpoko Wicaksono, S.P., M.P.
0815-6901-927
- Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Dr. Abdullah Nur Aziz, S.Si., M.Si.
0818-0946-5651
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Drs. Bambang Sunarko, M.Si.
0813-2870-6178
- Fakultas Peternakan
Dr. Ir. Datta Dewi Purwantini, M.S.
0812-2713-413
- Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Dr. Mintarti, M.Si.
0816-4282-867
- Fakultas Ilmu Budaya
Ernasiswi Astri Oktavila, S.Psi., M.Psi Psikolog
0856-2621-286
- Fakultas Teknik
Swahesti Puspita Rahayu, S.Kom., M.T.
0813-2755-8951
- Fakultas Kedokteran
Rahmawati Wulansari, S.Psi., M.Psi Psikolog
0896-6913-6457
- Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan
Ns. Keksi Girindra Swasti, M.Kep.
0895-3771-84703
- Fakultas Hukum
Sri Hartini, S.H., M.H.
0857-2614-2939
- Fakultas Biologi
Muhamad Riza Chamadi, S.Pd.I., M.Pd.I.
0857-2646-4622
- Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Rudy Wijaya, S.Pi., M.Pi.
0812-1470-9090
Trend Cancel Culture Pada Pelaku Kekerasan Seksual di Kampus

Akhir-akhir ini sosial media banyak menginformasikan sejumlah kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Bak fenomena gunung es kasus ini masih belum menemukan titik terang. Kurangnya ruang nyaman bagi para korban menjadi penyebab utama keterdiaman pihak dirugikan. Komnas Perempuan mencatat per 2015-2021 lalu, terdapat 35 kasus kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi dari total 67 kasus yang kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Dalam rangka menindaklanjuti permasalahan ini Universitas Jenderal Soedirman sedang memberlangsungkan program satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Kampus (PPKS) sebagai realisasi dari Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, dan Teknologi Nomor 20 Tahun 2021.
Duh, urgent banget masalahnya, Dhip!
Bener banget, maka dari itu kasus pelecehan seksual harus dipahami dan ditanggapi dengan perlindungan yang tepat bagi penyintas, tetapi, kenyataan berkata sebaliknya, ketidaktegasan pihak berwajib dalam menangani kasus masih sering dipengaruhi oleh faktor kekuasaan dan konstruksi sosial.
Sad banget ya, Dhip
Yah, sometimes the truth isn’t good enough. Merespon hal tersebut, banyak warganet yang menjadikan sosial media sebagai sarana mengungkap dugaan kekerasan seksual lewat pesan berantai atau “thread” di twitter. Kerahasiaan identitas yang terjamin membuat penggunanya merasa lebih aman untuk menceritakan pengalamannya demi mencari keadilan. Kesaksian “thread” atas Ketidakpastian hukum bagi para pelaku kerap kali dirasakan oleh penyintas, menimbulkan simpati bagi para pembaca. Penyaluran empati dari pembaca “thread” dapat diekspresikan melalui fitur tersedia seperti memberikan balasan, membagikan tweet, atau sekedar menekan like.
Go on,
Sumber “thread” biasanya berasal dari akun Menfess Kampus sebagai kanal kabar utama bagi mahasiswa, sekaligus menjadi tempat bagi akun lain untuk memberikan pendapatnya dan informasi lebih lanjut. Dari rangkaian tersebut muncul budaya cancel culture bagi terduga pelaku kekerasan seksual, terutama di lingkungan kampus. Cancel culture sendiri merupakan bentuk ketidakpuasan publik atas hal yang dianggap tidak adil, yang biasanya dilakukan dalam bentuk boikot atau pengasingan dari lingkungan sosial.
Penulis: Amanah Sasi Yuliyana & Fathimah Afra Salsabila