Category: BETTER : BEM Newsletter

BETTER #268 : Keren! Mahasiswa Unsoed Kembangkan Desain Vaksin Measles Rubella

Posted: 19 Oktober 2021
Comments: 0


(Sumber : rri.co.id)




Wah, keren tenan, gimana tuh ceritanya, Lur?





Jadi gini, Lur, Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) menggagas inovasi baru berupa desain vaksin Measles Rubella baru berbasis Peptida Multiepitop menggunakan pendekatan Imunoinformatika. Program tersebut mendapatkan pendanaan dari Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada Mei 2021 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman.





Measles Rubella apa sih, Lur? Nyong hurung paham kiyee ...





Jadi, Measles dan Rubella merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan banyak menginfeksi anak-anak di seluruh dunia, Lur. Kasus Measles dan Rubella ini semakin meningkat tiap tahunnya, Lur. Pada tahun 2010, diperkirakan lebih dari 100,000 bayi terlahir dengan congenital rubella syndrom (CRS) secara global. Measles dan Rubella ini juga masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia, Lur. Kasus measles dan rubella di Indonesia mengalami peningkatan dalam kurun waktu 2015-2017. Pada tahun 2017 tercatat 349 kejadian luar biasa measles dan 79 kejadian luar biasa rubella.





Kasus lainnya pada tahun 2019, terjadi 869,770 kasus measles secara global dengan perkiraan jumlah kematian sebanyak 207,500, jumlah ini meningkat 50% dibandingkan jumlah kasus pada tahun 2016.





Wah bahaya juga ya, Lur! Terus alasan mahasiswa Unsoed menggagas inovasi baru apa sih, Lur?





Nah, alasannya gini, Lur. Kampanye vaksinasi Measles Rubella yang dilakukan ini mendapatkan respon penolakan keras dari para orang tua yang berasal dari masyarakat muslim, Lur. Alasannya karena belum tersedianya vaksin Measles Rubella yang bersifat halal dan suci. Vaksin Measles Rubella yang tersedia diproduksi oleh Serum Institute of India (SII) dan melibatkan unsur babi dalam proses produksinya, sehingga tidak dapat dianggap sebagai halal dan suci oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), tetapi diperbolehkan penggunaannya karena belum tersedia vaksin yang halal dan suci.





Ohh, jadi gitu, Lur,...





Mahasiswa yang ikut menggagas siapa aja, tuh, Lur?





Inovasi ini digagas oleh sekelompok mahasiswa yang terdiri dari Luqman ‘Abdan Syakuran, Yasinta Nida Arroyan, Fakhri Husaini Nasution, Annisa Rizki Yuendra, dan Alchita Dhia Zulfa, dan didampingi oleh Dr. Hernayanti, M.Si.“Gagasan ini, kami menggunakan pendekatan imunoinformatika untuk merancang vaksin peptida multiepitop untuk measles dan rubela secara in silico sebagai langkah awal untuk mengembangkan vaksin MR baru yang dapat mengatasi keterbatasan yang ada saat ini,” kata Yasinta.





Wah, hebat banget mahasiswa Unsoed! Bisa mengembangkan inovasi baru!





Hebat kan, Lur! Nah ada informasi lagi nih terkait gagasan tersebut!





Jadi, penelitian inovasi tersebut menggunakan pendekatan imunoinformatika untuk mendesain vaksin measles-rubella baru yang diharapkan dapat mengatasi keterbatasan dari vaksin yang tersedia saat ini. Sejumlah software dan webserver digunakan untuk melakukan prediksi epitop in silico yang kemudian digunakan untuk mendesain vaksin peptida multiepitop. Sebanyak 15 epitop dipilih dari hasil prediksi epitop yang mencakup epitop sel B, epitop sel T CD8+, dan epitop sel T CD4+ dari protein H Measles Virus (MV) dan protein E1 Rubella Virus (RV).Lalu, validasi hasil desain melalui simulasi penambatan molekuler dan respon imun menunjukkan vaksin yang telah dirancang memiliki potensi yang baik sebagai kandidat vaksin measles-rubella baru.





Emang keren banget, ya!





Ohh, iya, Lur! Penelitian ini juga lolos dalam ajang PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) 34 yang akan diselenggarakan pada tanggal 22-30 Oktober 2021 mendatang, lho!





Wah, keren banget, ya, Lur!





Pastinya hebat dan keren mahasiswa Unsoed ini, jangan mau kalah ya, Lur! Tetap berprestasi sesuai minat dan bakat kita masing-masing. Kita tunggu kabar baiknya!










Penulis : Zahrani R Roring


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.