Category: BETTER : BEM Newsletter

BETTER #121: Perjuangkan Lewat Gugatan!

Posted: 5 November 2020
Comments: 0


Sumber: Kompasiana.com




Eh, apa nih sing digugat?





UU Ciptaker, Lur! Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan tiga penggugat lain telah menggugat UU Ciptaker ke Mahkamah Konstitsusi (MK). Gugatan dilayangkan tepat satu hari setelah UU Ciptaker resmi disahkan oleh Presiden RI, Joko Widodo, pada Senin (2/11).





Ceritain dong kenapa bisa digugat …





Seperti yang kita tahu, UU Ciptaker ini punya beberapa poin kecacatan di dalamnya. Untuk itu  gugatan judicial review dilayangkan biar UU Ciptaker bisa diuji kembali kesesuaiannya dengan UUD '45.  Karena kalau hasile nggak sesuai, UU tersebut bisa dibatalkan Lur! 





Dela, dela. Judicial review kuwe apa?





Judicial review atau uji materi, merupakan proses pengujian peraturan perundang-undangan yang lebih rendah terhadap peraturan perundang-undangan lebih tinggi. Proses uji materi kiye cuma bisa dilakukan sama lembaga peradilan Lur, yang dalam hal ini yaitu Mahkamah Konstitusi RI.





Judical review bisa diajukan oleh perorangan, kesatuan masyarakat hukum adat, badan hukum publik/ privat atau lembaga negara. Nah pengajuannya dapat dilakukan secara daring maupun luring, melalui halaman resmi MK RI di https://mkri.id/.





Prosesnya kemudian dilanjutkan dengan penyerahan/mengunggah berkas permohonan sebangak 12 rangkap. Apabila berkas sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, penggugat akan mendapatkan bukti tanda terima permohonan uji materi.





Ooh, oke. Terus apa bae gugatan yang kemarin diajukan?





Ada tiga pokok perkara yang gugatannya dilayangkan kepada MK, yaitu perkara nomor 87, 91 dan 95.





Perkara nomor 87 diajukan oleh Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS) yang diwakili oleh Deni Sunarya selaku Ketua Umum dan Muhammad Hafidz selaku Sekretaris Umum. Nah, materi yang dimohonkan untuk diuji yaitu Pasal 81 angka 15, angka 19, angka 25, angka 29, dan angka 44 UU Cipta Kerja.





Sidang uji materil untuk perkara nomor 87 telah dilakukan secara luring pada Rabu (4/11) kemarin. Melalui sidang tersebut, Hafidz menggugat pasal gugatan yang telah menghilangkan perpanjangan jangka waktu, batas perpanjangan dan perpanjangan dan pembaharuan perjanjian kerja waktu tertentu.





Nggak cuma kuwe, pasal UU Ciptaker tersebut juga menghapus upah minimum dan menghilangkan uang perumahan serta pengobatan dan perawatan sebagai komponen dari kompensasi pemutusan hubungan kerja.





Oiya, sidang kemarin disiarkan langsung melalui kanal YouTube Mahkamah Konstitusi RI dan bisa kowe tonton siaran ulangnya di sini ya!





Oalah, sidangnya daring ya berarti ...





Yap, sidang bisa ditonton untuk umum lewat kanal YouTube Mahkamah Konsitusi RI pada hari yang sudah dijadwalkan. Jubir MK, Fajar Laksono, mengatakan bahwa netralitas dan independensi MK akan dijaga, antara lain akan dibuktikan dengan menggelar persidangan yang terbuka sehingga masyarakat juga bisa mengikuti jalannya sidang.





Mantap. Berarti uji materi buat perkara 91 dan 95 kapan dong?





Untuk perkara 91 dan 95, uji materinya dijadwalkan untuk Kamis (12/110 mendatang, Lur.





Sumber: Website Mahkamah Konstitusi RI




Okelah! Lewat jalur ini ada kemungkinan UU Ciptaker batal ora?





Ada, Lur. Menurut Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, MK berkesempatan untuk membatalkan UU Ciptaker. Karena dalam pembuatannya, UU ini bertentangan sama Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Pembatalan ini bahkan sebetulnya bisa dkeluarkan MK tanpa perlu membahas materi UU Ciptaker.





Semoga perjuangan demi kesejahteraan bersama ini bisa berbuah berita baik ya, Lur!





Penulis: Fauziah Nur Fitriani














BETTER (BEM Newsletter) adalah layanan berita terkini mengenai Unsoed, isu-isu nasional, dan internasional. Dikemas dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, BETTER bakal hadir setiap hari Senin-Kamis biar kamu update informasi selalu!





Punya saran dan masukan untuk BETTER? Tulis disini ya!


Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.