Category: BETTER : BEM Newsletter

BETTER #5 & #6 : Heal the world... make it a better place~

Posted: 3 April 2020
Comments: 0


Foto : Dokumentasi Pemda Banyumas




Berita duka untuk kita semua…





Kabarnya nih…. makam jenazah pasien COVID-19 di Banyumas terpaksa dibongkar dan pindah ke tempat lain setelah mengalami penolakan di empat tempat. Jadi awalnya, ada pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia di RS Margono Soekardjo pada Selasa (31/3/2020). Jenazahnya kemudian dimakamkan di lahan Pemda di Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen.  Namun warga desa menolak.





Hah kok warga desanya nolak?





Warga desa khawatir pemakaman itu bisa berdampak terhadap kesehatan mereka. Terlebih, mereka juga kurang mendapat informasi dari pemda terkait pemakaman ini. Warga desa yang  menolak melakukan penutupan jalan masuk ke Desa Tumiyang dan memukul kentongan waktu mobil jenazahnya lewat.





Waduh, terus gimana?





Terus akhirnya Bupati Banyumas, Ahmad Husein,  langsung mimpin  pembongkaran makam dan jenazah akhirnya di pindahkan ke Desa Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja, Banyumas. Padahal Pemda Banyumas sebelumnya sudah mengantisipasi kalo seandainya ada penolakan dari warga, dengan menyiapkan tim khusus dan tiga lokasi alternatif yang akan digunakan untuk pemakaman khusus pasien Corona. 





Terus apa yang bakal dilakukan Pemda kedepannya?





Kedepannya, pemerintah daerah akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat kalau pemakaman jenazah positif COVID-19 itu tidak berbahaya karena yang sudah melalui protokol panjang untuk kemudian dimakamkan.





Protokolnya apa aja tuh?





Banyak…. tapi berikut beberapa protokol yang dimaksud, dikutip dari Surat Edaran dan siaran pers Kementerian Agama:





  1. Jenazah pasien Covid-19 ditutup dengan kain kafan/bahan dari plastik (tidak dapat tembus air).
  2. Dapat juga jenazah ditutup dengan bahan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar.
  3. Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi, kecuali dalam keadaan mendesak, seperti autopsi dan hanya dapat dilakukan oleh petugas.
  4. Jenazah disemayamkan tidak lebih dari empat jam sejak waktu kematian.
  5. Lokasi penguburan harus berjarak setidaknya 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum, dan berjarak setidaknya 500 meter dari pemukiman terdekat.
  6. Jenazah harus dikubur pada kedalaman 1,5 meter, lalu ditutup dengan tanah setinggi 1 meter.
  7. Setelah semua prosedur jenazah dilaksanakan dengan baik, maka pihak keluarga dapat turut dalam penguburan jenazah.




Jadi jangan khawatir ya lur, pemakamannya dijamin aman.










Foto : Radar Banyumas




Lokdon, lokdon. Eh, Banyumas udah lokdon?





Nggak lur. Kata Pak Bupati, Banyumas tidak memungkinkan untuk lockdown  karena  banyak akses untuk masuk ke Banyumas, dan lockdown adalah kewenangan Presiden. Pada akhirnya, para Camat di Banyumas diminta agar melakukan micro-lockdown ditingkat RT sampai tingkat Kecamatan. Maka semua jalan masuk-keluar desa harus dijadikan satu pintu. Sementara jalan yang lain dipetakan dengan baik, bahkan ada beberapa titik yang ditutup atau dijaga selama 24 jam. 





Oiya? Di mana aja tuh?





Dari instruksi Bupati,  ada 13 desa dari 6 kecamatan yang udah menerapkan karantina lokal ini. Desa-desa tersebut yaitu: Desa Glempang, Desa Karanggude, Desa Sambeng Wetan, Desa Kramat, Desa Kemutug Lor, Desa Kedungbanteng, Desa Karangsalam, Desa Beji, Desa Karangnangka, Desa Melung, Desa Baseh, Desa Dawuhan Kulon, dan Desa Lemberang.





Duh, kalo warga desanya mau pergi ke luar sebentar gimana?





Tenang ini bukan penutupan total, jadi  warga masih bisa keluar masuk untuk kebutuhan yang mendesak. Dengan syarat setelah balik lagi, warga harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, seluruh kendaraan dan barang yang masuk juga dsemprot desinfektan terlebih dahulu. 





Kalo ada temenku dari desa itu yang merantau kepriwe? Ora bisa bali dong?





Masih bisa kok. Tapi buat orang-orang yang pulang merantau dari kota-kota yang udah ada kasus poitif COVID-19 bakal diawasi sama desa setempat dan wajib lapor ke petugas kesehatan.










Foto : Liputan6




Mari pulang, marilah pulang, bersama-sama...





Mulai Senin (30/03/20), bakal ada pemberlakuan jam malam di Purwokerto. Artinya kalau kalian lagi di luar rumah, harus udah pulang sebelum seluruh toko-toko, kafe, mall, dan tempat makan ditutup jam 10 malam.  Pemberlakuan ini merupakan arahan langsung dari Kapolresta Banyumas loh.





Wah, kenapa diterapin begini lur?





Yha, biar penyebaran virus COVID-19 bisa dikurangi dengan membubarkan kerumunan massa di tempat-tempat tersebut dong. Makannya #NangUmahBae disit kalo nggak ada keperluan yang mendesak ya!





Harus banget ni ada jam malam?





Yoi lur, demi keselematan bersama. Ati-ati bae buat yang bandel, soalnya ada tim gabungan TNI Polri dan Satpol PP yang bakal patroli keliling Purwokerto. Kalo masih ada kerumunan jam segitu, mereka akan diedukasi abis itu disuruh pulang kerumah masing-masing.





Wis, bali baliiii…..










Jugijaggijuggijaggijug...keretane ora mangkat ~





Sumber : Wikipedia




Loh heh, deneng ora mangkat? 





Iya ngga berangkat. Jadi PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional V (KAI Daop 5) Purwokerto, menghentikan sebanyak 32 perjalanan Kereta Api guna mencegah penyebaran virus Covid-19. Keputusan ini mengacu pada penetepan perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit oleh Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) tekan 29 Mei 2020.





Emang dari kapan tuh? Aku udah beli tiket padahal..





Pembatasan perjalanan KA ini dilakukan secara bertahap. Mulai 21 Maret 2020 untuk tahap 1, kemudian tahap 2 pada tanggal 26 Maret 2020, dan tahap 3 dilaksanakan tanggal 1 April 2020. Santai lur. Nek koe wis tuku tiket, batalin aja, karena pembatalan tiket akan dikembalikan 100% secara tunai, kok. Selain itu, buat penumpang sing dialihkan ke KA lain dan mendapatkan kelas yang sama atau lebih tinggi tidak akan dikenakan penambahan bea.





Yah  ngga bisa jalan-jalan deh :(





Hei! Pemerintah membatasi mobilitas kita tuh biar bisa menekan penyebaran virus Covid-19, dadi aja jalan-jalan disit dong! Wis #NangUmahBae.





Langka bosene nih kita ngingetin kamu buat #NangUmahBae, bantu semua pihak untuk mengurangi resiko penyabaran Covid-19, dan seperti biasa, stay safe lur!









Penulis : Dzaki Azhar & Ardi Eka Pandawa














Halo, lur!





Maaf ya, kemarin Senin dan Kamis kami terlewat buat ngabarin kalian tentang berita-berita terkini karena ada kendala teknis. Semoga kedepannya BETTER bisa terus menemani dan menyajikan berita buat teman-teman semua!





p.s : Kalau kalian punya saran dan masukan untuk BETTER, langsung bae tulis disini ya lur! <3


Tags: , , ,

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.