Category: BETTER : BEM Newsletter

#BETTER 160 : Mudik Gak Ada Sih... Tapi Perjalanan Aglomerasi Barlingmascakeb Dibolehkan, Lho!

Posted: 6 Mei 2021
Comments: 0


(Sumber: finance.detik.com)




Apa kie maksudnya, Lur?





Berdasarkan aturan Permenhub Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, sebenere mudik lokal memang gak ada sih. Tapi, aturan kue juga menyebutkan, warga tetap bisa melakukan perjalanan apabila daerah tujuan esih termasuk dalam daftar wilayah aglomerasi atau daerah penyangga suatu kota atau kabupaten.





Emang Barlingmascakeb termasuk wilayah aglomerasi?





Menurut Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Purwokerto, Banyumas Rayakan memang ora disebutkan, tapi sekang hasil koordinasi Barlingmascakeb, menyepakati bahwa Barlingmascakeb dianggap sebagai wilayah aglomerasi. Selain itu, disebutkan juga bahwa Aglomerasi tidak perlu persyaratan khusus, artinya mereka berjalan seperti biasa. Tetapi silahkan jika kebijakan dari masing-masing pemerintah daerah akan membatasi jumlah armada yang beroperasi dan pelayanannya itu kembali ke masing-masing gustu (gugus tugas) pemerintah daerah.





Jadi, Barlingmascakeb bersih dari pemudik luar daerah dong, Lur?





Wah, jangan salah, Lur! Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan bahwa sampai saat kie kurang lebih ana 3.000 pemudik sing masuk Banyumas. Tapi jangan panik, Lur, karena bupati mengatakan bahwa fokus pengawasan saat kie adalah satgas neng tingkat RT dan Desa. Selain itu, ribuan pemudik tadi juga telah dites antigen sebelum masuk maring desa dan ke rumah mereka masing-masing. Nah, dari hasil tes antigen tersebut diketahui bahwa 3.000 orang dinyatakan negatif, belum ada yang positif. Alhamdulillah kan?





Tapi inget ya, Lur! Buat kalian yang mau melakukan perjalanan aglomerasi Barlingmascakep harus selalu hati-hati~










Penulis : Ammatulloh Nur Bhaethy








Tags: , , ,

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.